Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeUncategorizedSkydrugz Corner: Perusahaan Bank Dengan Margin Paling Tebal di 2021

Skydrugz Corner: Perusahaan Bank Dengan Margin Paling Tebal di 2021

Skydrugz Corner: Perusahaan Bank Dengan Margin Paling Tebal di 2021

Sejauh ini sudah ada 8 bank yang rilis LK Full Year yakni:

Saham Harga Laba (M)
BBTN 1815 2376.23
NISP 655 2519.57
BRIS 1650 3028.2
MEGA 9525 4008.05
BBNI 7925 10898.52
BMRI 7900 28028.15
BBRI 4430 31066.59
BBCA 7875 31422.66

Dari 8 bank di atas yang menghasilkan laba paling besar adalah BBCA dan BBRI. Keduanya mampu cetak laba di atas 30 Triliun. Jika 8 bank yang sudah rilis laporan keuangan ini labanya dikombinasikan itu akan sama dengan 113347.97 milyar rupiah atau sekitar 113,3 Triliun rupiah.

Market capital IHSG di 15 Februari 2022 adalah 8573 Triliun. Itu artinya laba 8 bank yang sudah rilis LK Full Year ini setara dengan 1,3% market capital IHSG.

BRIS yang baru – baru ini merger ternyata memiliki laba yang jauh lebih besar dari laba BBTN.

Modal Inti
Saham Modal Inti (M)
BBRI 288734.98
BMRI 204686.61
BBCA 202712.76
BBNI 123738.37
NISP 32327.37
BRIS 25013.93
BBTN 21406.65
MEGA 19144.46

Dan yang luar biasa adalah MEGA. Meskipun hanya punya modal inti 19,1 Triliun, lebih kecil dari modal inti BBTN yang mencapai 21,4 Triliun tapi laba MEGA jauh lebih besar. MEGA bisa cetak laba 4 Triliun hanya dengan modal inti 19,1 Triliun. Sedangkan BBTN meskipun punya modal inti lebih besar, ternyata hanya bisa cetak laba 2,3 Triliun. Dapat kita katakan kalau MEGA lebih efektif dalam memanfaatkan modal ketimbang BBTN.

Dari segi modal inti, BBRI BMRI dan BBCA sudah berada pada different level. Modal inti mereka sudah lebih dari 200 Triliun. Jauh meninggalkan BBNI yang hanya 123 Triliun dan lebih jauh lagi meninggalkan NISP yang hanya 32 Triliun.

BRIS saat ini modal intinya 25 Triliun. Tinggal tambah 5 Triliun lagi maka cukup menjadi modal inti 30 Triliun.

MEGA meskipun modal inti lebih kecil dari NISP, tetap saja rajin bagi dividen selama bertahun-tahun. Sedangkan NISP pakai alasan memperkuat modal, tidak pernah bagi dividen dalam 10 tahun terakhir.

Aset Terbesar
Saham Aset (M) ROA
BMRI 1725611.13 1.62%
BBRI 1678097.73 1.85%
BBCA 1212836.94 2.59%
BBNI 964837.69 1.13%
BBTN 371868.31 0.64%
BRIS 265289.08 1.14%
NISP 214395.61 1.18%
MEGA 132879.39 3.02%

Mengapa BBTN valuasinya lebih murah jika dibandingkan dengan bank lainnya? Salah satu alasannya adalah karena BBTN kurang bagus dalam melakukan manajemen aset. Dari 8 bank yang sudah rilis LK, BBTN memiliki ROA atau return on Assets paling rendah, hanya 0,64%.

Sedangkan yang paling terbaik dalam memanfaatkan aset adalah MEGA. Dengan aset 132 Triliun, MEGA bisa cetak laba 4 Triliun atau ROA 3,02%. Fantastis. Bahkan BBCA hanya mampu cetak ROA 2,59%.

Bank yang bisa cetak ROA >2% adalah bank yang fantastis. Dan sudah jelas dari 8 bank yang sudah rilis LK 2021, hanya MEGA dan BBCA yang layak menyandang gelar tersebut.

Tak ada satupun bank Himbara yang bisa cetak ROA > 2%. Tapi BBRI not bad lah, karena bisa cetak ROA 1,85%. BBRI adalah bank Himbara terbaik saat ini. Wajar saja valuasinya lebih premium jika dibandingkan dengan Himbara lainnya.

Margin Laba
Saham PBV NPM OPM GPM Laba Tumbuh
MEGA 3.46 49.42% 60.95% 59.69% 33.23%
BBCA 4.79 39.13% 48.37% 88.18% 15.82%
BMRI 1.8 24.89% 34.14% 66.47% 63.72%
NISP 0.46 21.78% 27.69% 66.06% 19.88%
BBRI 2.33 20.64% 27.34% 76.50% 66.53%
BBNI 1.19 19.49% 22.83% 70.91% 232.23%
BRIS 2.71 17.00% 23.07% 75.41% 1120.78%
BBTN 0.9 9.21% 11.77% 50.36% 48.30%

Dan lagi – lagi bank dengan margin laba terbesar adalah MEGA. Bank milik CT ini bisa mencetak NPM 49,4%. Itu artinya nyaris separuh revenue mereka bisa diubah menjadi laba.

BBCA juga memiliki GPM yang fantastis, mencapai 88%, ini menandakan moat yang sangat lebar. Yang bisa mengejar GPM sebesar itu hanya BBRI dan BRIS karena keduanya memiliki GPM >75%. BBNI memiliki GPM besar, sayangnya mentok di efisiensi sehingga NPM hanya 19,49%.

Dan yang lagi – lagi NPM paling rendah adalah BBTN, hanya 9,21%. Dari sisi efisiensi dan efektivitas, BBTN benar – benar tertinggal. Wajar saja valuasinya lebih murah.

Yang criminally undervalued adalah NISP. Perusahaan ini memiliki NPM yang jauh lebih besar dari BBRI BBNI BRIS BBTN. ROA nya pun lebih besar dari BBNI BBTN BRIS. Tapi valuasi NISP hanya 0,46. Seandainya saja NISP bagi dividen rutin, dengan stat seperti ini NISP layak mendapatkan valuasi yang lebih tinggi dari sekarang.

Kalau dari valuasi PBV maka yang Undervalued saat ini adalah NISP dan BBTN

Namun kalau melihat kinerja, maka bank terbaik saat ini adalah MEGA BBCA dan BBRI.

Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. .

Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386

Untuk bisa beli saham di Nasdaq seperti Google, Apple, atau Tesla maka bisa download aplikasi Gotrade di sini.

Beli Merchandise Kaos Pintarsaham.id di tokopedia.com/pintarsaham

Gunakan kode voucher PINTARSAHAM untuk dapatkan cashback 15%

Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback bisa klik link ini https://jadi.jago.com/3IfQIH

Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal R35000

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Kode referal Akun Binance SV06XFJZ

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here