Skydrugz Corner: Menghitung Valuasi ASLC Setelah Dumping 2 Bulan
ASLC atau PT Autopedia Sukses Lestari Tbk merupakan salah satu perusahaan yang sangat diantisipasi IPO nya di 2022. Tapi ternyata setelah IPO di harga 256 rupiah, saham ini hanya naik sebentar sampai 350 lalu akhirnya anjlok ke harga sekarang 260. Masih di atas harga IPO tapi naiknya tidak sesuai antisipasi publik sebelumnya. Publik berharap ASLC bisa seperti induknya, ASSA, yang multibagger dalam dua tahun terakhir. Tapi sayangnya ASLC malah melempem.
Jadi bisa dikatakan valuasi ASLC yang sekarang tidak jauh beda dengan valuasi ASLC ketika IPO.
ASLC merupakan anak Adi Sarana Armada, perusahaan milik keluarga TP Rahmat, yang mewadahi beberapa bidang usaha yang berhubungan dengan otomotif. Mulai dari lelang mobil dan motor, jual beli mobil online, dan penyedia data harga mobil dan motor.
JBA
Melihat sejarahnya, pada pertengahan tahun 2014 Autopedia mendirikan lelang mobil (car auction) BIDWIN yang berlokasi di Tipar Cakung, Jakarta. Lelang mobil ini terus berkembang hingga dengan lokasi tersebar di beberapa kota di Indonesia dan jumlah mobil dan motor yang dilelang terus meningkat. Dengan perkembangan yang semakin pesat pada tahun 2019 Autopedia meng-akuisisi 51% saham JBA, yang merupakan salah satu big player dalam bisnis lelang kendaraan di Indonesia. Melalui akuisisi tersebut Bidwin melebur dengan JBA menjadi JBA Indonesia. JBA berkembang pesat hingga pada tahun 2020 memiliki jumlah average buyer 30,000 per tahun, auction success rate diatas 90% dan market share sebesar 40%.
Saat ini, JBA telah memiliki lebih dari 16 cabang dan 18 hub di berbagai kota besar dan daerah strategis di Indonesia. Dan, JBA akan terus melebarkan layanan dan bisnis lelangnya dengan rencana bisnis yang inovatif dan produktif. JBA juga mengadaptasi berbagai teknologi dan sistem komunikasi terkini untuk dapat memberikan yang terbaik bagi penitip kendaraan, pembeli kendaraan, dan masyarakat luas. JBA akan terus berinovasi untuk mempertahankan layanan dan bisnis lelang yang prima serta tetap menjadi yang terdepan di Indonesia.Melalui aplikasi JBA, peminat lelang dapat mencari kendaraan yang diminati, mengikuti 2 lelang sekaligus secara bersamaan di lokasi lelang yang berbeda, dan dapat menikmati manfaat JBA Membership bagi yang berminat.
Peserta lelang dapat mengetahui informasi pembayaran kendaraan yang telah dimenangkan dalam lelang, serta riwayat lelang kendaraan yang pernah diikuti.
Salah satu yang paling menarik adalah fitur membership yang menawarkan layanan lebih, seperti booking price dan point reward. Booking price memungkinkan member JBA untuk memesan harga tawar kendaraan yang diminati. Point reward tiap level member dikumpulkan setiap transaksi dan dapat ditukarkan dengan berbagai pilihan hadiah menarik.
Selain itu melalui aplikasi ini peminat lelang akan mendapatkan informasi terkini seputar lelang JBA. Seluruh jadwal lelang mobil dan motor, detail kendaraan yang dilelang, serta hasil lelang di JBA disajikan secara transparan sesuai kondisi sebenarnya dengan harga jual yang menarik.
ASLC lewat JBAI menjadi salah satu balai lelang dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia dengan rata-rata jumlah buyer mencapai 30 ribu per tahun dan dengan nilai Gross Merchandise Value (GMV) mencapai Rp 5 triliun.
Meskipun menjadi balai lelang terbesar di Indonesia pangsa pasar ASLC kurang lebih baru 1,5% saja. Ini menandakan bahwa peta persaingan di sektor ini sangatlah terfragmentasi.
Caroline.id
Autopedia juga memiliki layanan jual beli mobil online to offline di bawah brand “CAROLINE.id”. Melalui layanan ini, pelanggan dapat membeli atau menjual kendaraan dengan lebih mudah dan aman. Semua kendaraan yang diperjualbelikan akan melalui proses inspeksi kendaraan, penilaian harga yang akurat dan dilengkapi dengan garansi kendaraan.
Cartalog
Autopedia terus berinovasi demi menciptakan ekosistem jual beli mobil yang lengkap dengan mengembangkan “CARTALOG”, situs penyedia informasi harga kendaraan satu-satunya di Indonesia. Situs ini dibekali dengan teknologi Artificial Intelligence yang memberikan informasi secara akurat dan terpercaya.
Komisaris
Komisaris Utama perusahaan adalah Arif Rahmat yang merupakan anak dari TP Rahmat. Dan direktur utamanya adalah Jany Candra yang juga merupakan direktur ASSA sejak 2007.
Jadi bisa dikatakan kalau jajaran manajemen ASLC sudah berpengalaman.
IPO
Harga IPO saham ASLC adalah Rp 256/Lembar sehingga total raupan dana yang diterima ASLC mencapai Rp 652,6 miliar. Melalui IPO ini Perseroan menawarkan sebanyak 20% dari modal yang ditempatkan, dan akan memperoleh dana segar senilai Rp652,6 miliar. Dimana, sebanyak 64,7% dari dana tersebut akan digunakan untuk modal kerja sehubungan dengan usaha baru Perseroan dibidang jual beli kendaraan bekas. Sedangkan sisanya sebesar 35,3% akan digunakan untuk pelunasan seluruh pinjaman ke Entitas Induk yaitu sebesar Rp225 miliar.
Ekuitas sebelum IPO 173 Milyar.
Ekuitas setelah IPO = 825 miliar.
Market capital ASLC di harga sekarang 260 rupiah adalah 3,31 Triliun. Dengan demikian PBV ASLC di harga 260 rupiah pasca-IPO adalah 4.
Laba bersih ASLC per September 2021 tercatat mencapai Rp 23,07 miliar atau melonjak 42,83% dari periode yang sama sebelumnya di Rp 16,15 miliar. Jika kita setahunkan maka potensi laba ASLC dalam setahun adalah 30 miliar.
Dengan demikian PER ASLC di harga 260 rupiah dengan potensi laba 30 miliar adalah 110.
Secara present value PBV dan PER, ASLC masih overvalued. Namun jika kita masukkan potensi growth di masa depan jika perusahaan bisa mencetak laba 300 miliar di masa depan atau 10x lipat dari laba sekarang, maka bisa kita katakan kalau ASLC di harga sekarang sudah fair priced. Yang jadi pertanyaan, kapan ASLC akan mencetak laba 300 Milyar? Saya juga tidak bisa menjawabnya.
Potensi Pasar Kendaraan Bekas
Pangsa pasar utama ASLC adalah kendaraan bekas. Kalau melihat market leader dunia, CarMax Inc adalah market leader dunia. Di tahun 1993, CarMax hanya anak usaha dari Circuit City Store tapi kini menjelma menjadi perusahaan penjual kendaraan bekas terbesar di dunia. Mereka hanya mau menjual kendaraan berumur 1-6 tahun saja dengan standar perbaikan yang sangat ketat. CarMax memiliki 600rb unit kendaraan yang siap untuk dijual.
CarMax memiliki laba bersih 2,3 milyar dolar atau sekitar 32 Triliun setahun. Fantastis. Lebih gede dari laba ASII yang jualan kendaraan baru di Indonesia. Dengan market share ASLC yang baru 1,5% di Indonesia maka ASLC punya potensi tumbuh seperti CarMax di masa depan. Cukup kuasai 10% market share Indonesia, maka ASLC bisa memiliki laba 10x lipat dari laba sekarang. Tapi kapan itu akan terjadi? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Utang
Utang ASLC sangat kecil hanya sekitar 162 miliar. Dan cadangan kas 86 miliar. Dengan adanya suntikan dana IPO maka bisa dipastikan ASLC memiliki balance sheet yang sangat sehat.
Harga Wajar
Menurut saya harga wajar ASLC berdasarkan present value adalah 50-60 rupiah. Itu sesuai dengan PER 50 dan growth 50%. Tapi kalau pun mau beli di harga sekarang 260 rupiah, jangan langsung all in. Cukup beli dulu 1-5% dari total alokasi dana.
Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. .
Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386
Untuk bisa beli saham di Nasdaq seperti Google, Apple, atau Tesla maka bisa download aplikasi Gotrade di sini.
Beli Merchandise Kaos Pintarsaham.id di tokopedia.com/pintarsaham
Gunakan kode voucher PINTARSAHAM untuk dapatkan cashback 15%
Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback bisa klik link ini https://jadi.jago.com/3IfQIH
Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal R35000
Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386
Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini
Kode referal Akun Binance SV06XFJZ
Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id
Disclaimer :
Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi