Skydrugz Corner: Laporan Keuangan Full Year 2022 INDF (PT Indofood Sukses Makmur Tbk) Part 1
INDF sudah rilis LK Full Year 2022. https://cutt.ly/B4JaA09
Untuk bisa baca dan lakukan analisis laporan keuangan maka bisa lihat beberapa rekomendasi buku yang bagus investor pemula di sini
Auditor
Auditor LK INDF adalah EY, salah satu big four. Sinarta adalah nama auditornya.
Yang jadi catatan Auditor EY di INDF adalah Goodwill. Nampaknya lagi musim auditor menanyakan kebenaran nilai Goodwill.
Sebelumnya auditor EY juga menanyakan nilai Goodwill saham TOWR setelah melakukan akuisisi SUPR. https://cutt.ly/c4Gf10I
Lalu di GOTO juga terjadi penurunan nilai Goodwill yang sangat signifikan. https://cutt.ly/o4FCJhF
Bagi yang penasaran dengan apa itu Goodwill bisa cek di postingan saya sebelumnya tentang Goodwill.
Mengapa Goodwill INDF Dipertanyakan?
Auditor ingin menguji Goodwill INDF karena nilai Goodwill di LK INDF mencapai 52,5 Triliun atau sekitar 29% dari total aset INDF. Jika Goodwill ini salah dihitung maka bisa mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan. Oleh karena itu auditor ingin memastikan basis perhitungan Goodwill INDF masih konsisten.

Cek catatan 2, 3, dan 14

Dari pengujian Auditor, yang mengalami penurunan Goodwill hanya anak usaha UPK SAIN, CNIS, RAP dan JS yang merupakanb agian dari Segmen Agribisnis mengalami penurunan nilai masing-masing sebesar 94 miliar, 5,5 milyar, 2,8 milyar dan Rp1,2 milyar karena jumlah terpulihkan dari masing-masing UPK lebih rendah dari nilai tercatatnya. Penurunan nilai ini dicatat sebagai bagian dari akun beban operasi lain dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan.
Goodwill Pinehill tetap intact.
Aset Terbesar
Aset INDF yang terbesar adalah Goodwill dengan nilai aset 56,3 Triliun atau setara dengan 31,23% dari total aset.
Aset dengan Pertumbuhan dan Penurunan Paling Besar di 2022
Aset dengan pertumbuhan paling besar adalah Piutang lainnya pihak ketiga yang naik 55% di 2022.
Aset yang mengalami penurunan paling dalam di 2022 adalah Piutang lainnya pihak berelasi yang turun 35%.

INDF juga sibuk menaikkan persediaan mereka dari yang awalnya hanya 12 Triliun menjadi 16 Triliun atau naik 30%. Nampaknya INDF ingin mengamankan pasokan persediaan.

INDF banyak membeli bahan baku dan kemasan.
Cadangan kas INDF berkurang untuk bayar utang dan beli persediaan.
Utang INDF yang Terbesar
Utang terbesar INDF adalah Liabilitas jangka panjang atas utang obligasi yang nilainya mencapai 42,9 Triliun padahal tahun sebelumnya hanya 38,9 Triliun atau naik 10% dari tahun 2021. Nilai utang ini setara dengan 23,81% dari total aset.

Utang Obligasi ini diambil waktu akuisisi Pinehill. Bunganya fixed tapi nilainya naik karena utangnya dalam bentuk dollar. Nilai utangnya naik turun ikutan kurs dollar. Di 31 Desember 2021 nilai 1 dollar adalah 14.269 rupiah. Sedangkan di 31 Desember 2022 nilai 1 dollar adalah 15.731 rupiah.
Utang bank jangka pendek INDF juga naik dari 13,3 Triliun menjadi 15,2 Triliun. Utang bank ini juga banyak dalam bentuk dollar sehingga naik turunnya ikutan kurs dollar.

Obligasi rupiah sudah dilunasi, tersisa obligasi dollar.
Arus Kas

- 1. Arus kas Penerimaan dari pelanggan naik 12,43% tapi sayangnya arus kas keluar untuk Pembayaran kepada pemasok atas barang dan jasa malah naik 22,57%. Arus kas keluar untuk Pembayaran kas lainnya untuk beban operasi juga naik 6,6% sehingga hasil akhirnya adalah Kas diperoleh dari (digunakan untuk) operasi mengalami penurunan 1,5% dari awalnya 20 Triliun menjadi 19,7 Triliun.
- 2. Arus kas keluar untuk Pembayaran bunga dari aktivitas operasi juga naik 36,6%. Rugi kurs INDF sudah real karena harus bayar utang dengan kurs yang lebih mahal. Sebelumnya hanya bayar bunga 2,3 Triliun menjadi harus bayar 3,1 Triliun
- 3. Di 2022, INDF tidak lagi ngoyo mengeluarkan dana untuk capex. Uang muka untuk beli aset tetap hanya 3,7 Triliun. Turun 18,56% dari tahun sebelumnya.
- 4. Arus kas masuk untuk terima utang bank mencapai 42,55 Triliun. Tapi arus kas keluar untuk bayar utang bank dan obligasi mencapai 42,9 Triliun. INDF melakukan refinancing utang.
- 5. Arus kas operasional – capex = 13,5 Triliun – 3,7 Triliun = 9,7 Triliun. Dengan total utang obligasi dan bank mencapai 64,4 Triliun maka itu artinya arus kas INDF baru bisa melunasi semua utang berbunga INDF dalam jangka waktu 6,7 tahun. Tapi kondisi ini bisa berubah jika kurs Dollar turun, harga bahan baku turun, dan INDF bisa menaikkan harga jual.
- 6. Market capital INDF sekarang 55,98 Triliun dibagi dengan arus kas bebas 9,7 Triliun = 5,7. Itu artinya INDF bisa membeli dirinya sendiri jika semua arus kas bebas yang dimilikinya diakumulasi selama 5,7 tahun.
Disclaimer:
https://cutt.ly/p8bNpqb
I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing.
Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386
Untuk mengetahui Data Kepemilikan Saham di bawah 5% maka bisa daftar gratis di link ini
Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id
Disclaimer :
Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi