ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Corner: GTSI, Valuasi Setelah IPO

Skydrugz Corner: GTSI, Valuasi Setelah IPO

Total Asset sebelum IPO 102 juta dollar = 1,4 Triliun

Dana IPO = 240 milyar

Total Asset setelah IPO 1,64 Triliun

Total Liabilitas 42,42 juta dollar = 603 Milyar

Total Ekuitas Pasca IPO ceteris paribus liabilitas tetap dan abaikan kepentingan non-pengendali = 1,037 Triliun

Market capital saat ini 1,170 Triliun

PBV Pasca IPO di harga 74 rupiah = 1,12

Ekuitas 1,037 Triliun, jumlah saham beredar 15,82 miliar lembar saham bulatkan ke atas 15,9 milyar lembar saham

Sehingga PBV 1 GTSI = 65,22 rupiah. Buatkan ke bawah jadi 65 rupiah.

PBV yang saya gunakan di sini memakai asumsi ceteris paribus liabilitas tetap dan kepentingan non-pengendali diabaikan.

Pembeli GTSI

GTSI Sarana Buana

PT Sarana niaga buana membeli saham GTSI PT GTS International Tbk di harga 114 rupiah. Padahal harga IPO hanya 100 rupiah dan harga market hanya 74 rupiah.

Misterinya adalah mengapa Sarana Niaga Buana beli GTSI di harga super premium?

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply