ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Corner: GTSI, Bad or Good?

Hari ini ada yang PM saya minta tolong dianalisiskan tentang GTSI karena katanya dia stress setelah IPO harganya anjlok terus. Dia bingung harus cutloss atau keep hold. Lagipula mau cutloss juga susah karena ARB terus. Jadi dia ingin mendapatkan ketenangan hati dengan mencari tahu sebenarnya GTSI ini perusahaan apa. Well, salah satu masalah investor zaman now adalah ketika IPO asal-asalan saja ikut IPO tanpa baca lagi prospektus. Harapannya adalah ikut IPO, hari pertama ARA lalu sell, cuan dan ikut lagi IPO perusahaan lain. Masalahnya tidak selamanya proses IPO akan berjalan mulus. Terkadang memang ada yang anjlok seperti GTSI ini. Zaman dulu ada juga BAPI, dalam 2 minggu IPO langsung gocap. Apakah GTSI akan ikutan jejak BAPI? Saya juga tidak tahu. Semua itu tergantung market maker.

Kalau baca prospektus, awalnya ada 3 underwriter IPO GTSI yakni Mirae, RHB, dan Reliance.

Underwriter GTSI

 

Namun kemudian muncul prospektus baru yang kemudian hanya memuat 1 underwriter yakni Reliance.

Underwriter GTSI

IPO GTSI adalah IPO Full Commitment artinya kalau ada saham IPO yang tidak laris, maka Reliance wajib menyerap semua saham tersebut. Dengan mundurnya 2 Underwriter lain maka mungkin Reliance harus menggunakan segala daya dan upaya agar saham GTSI bisa laris. Dan katanya IPO tersebut laris karena sampai oversubscribed 2x. Kalau sampai oversubscribed seperti itu artinya IPO-nya memang laris. Reliance berhasil menjual semua saham IPO GTSI.

Bidang Usaha GTSI

GTSI merupakan perusahaan pelayaran LNG pertama di Indonesia, GTSI telah melakukan layanan logistik LNG selama 30 tahun.

Sejak didirikan sebagai group bisnis, GTSI berkomitmen untuk membina hubungan baik dengan berbagai pihak, terutama dengan pemerintah, otoritas maritim, vendor penyedia peralatan dan komponen kapal, serta penyewa. Pendirian GTSI diprakarsai oleh PT Humpuss dengan pembentukan divisi pengapalan LNG menyusul berdirinya Humolco Trans Inc. yang merupakan perusahaan joint venture dengan Mitsui O.S.K. Lines. Sejak itu, PT Humpuss Intermoda Transportasi didirikan pada tahun 1992, yang mengoperasikan LNG dan kapal tanker minyak.

Jadi bisa dikatakan bahwa GTSI adalah perusahaan yang dimiliki secara tidak langsung oleh Tommy Soeharto.

Struktur Kepemilikan Saham GTSI

Struktur Pemegang Saham GTSI Ketika IPO

Hateka Trans Internasional memegang saham 84,8%, Koperasi Karyawan Bhakti 0,03%, dan masyarakat 15.17%.

Laba Rugi GTSI

Laba GTSI

Di masa lalu GTSI selalu konsisten cetak laba. Labanya terus menanjak dari 2018-2020. Di 2018 labanya hanya 7,4 juta dollar dan di 2020 labanya menjadi 16,2 juta dollar. Artinya laba naik lebih dari 100% dalam 2 tahun saja. Ini prestasi yang bagus. Namun sayangnya di 2021, GTSI merugi. Rugi tahun berjalan hingga 31 Mei 2021 mencapai 660 ribu dollar. Kita harus menunggu hingga akhir tahun untuk melihat apakah rugi tersebut bisa dibalikkan jadi laba atau malah makin besar ruginya. Mungkin ini salah satu penyebab anjloknya saham GTSI karena investor banyak yang melihat bahwa perusahaan ini merugi di Mei 2021.

Asset GTSI

Asset GTSI

Aset GTSI sebenarnya tidak terlalu buruk. Dengan cadangan kas 10 juta dollar harusnya itu cukup untuk membayar semua liabilitas jangka pendek yang hanya 9,3 juta dollar. Yang unik dari perusahaan ini adalah mereka tidak punya utang bank maupun obligasi sama sekali yang mana ini cukup unik karena pada umumnya perusahaan kapal memiliki utang bank dan obligasi yang banyak. Banyak perusahaan kapal IPO hanya untuk bisa bayar utang bank dan obligasi. Makanya saya cukup heran mengapa perusahaan ini mau IPO padahal perusahaan ini tidak punya utang bank dan obligasi sama sekali. Cuma yang jadi concern saya adalah utang dan piutang pihak berelasi di perusahaan ini lumayan banyak.

Yang menarik adalah perusahaan ini rajin bagi dividen. Di 2018 mereka bagi dividen 238 ribu dollar USD, lalu 2019 316 ribu dollar dan di 2020 sekitar 756 ribu dollar. Not bad. Semoga saja mereka konsisten cetak laba dan dividen di masa depan.

Keunggulan GTSI

GTSI bergerak pada industri LNGC dan FSRU. Pangsa pasar LNGC berbendera Indonesia yang dimiliki oleh Perseroan adalah sebanyak 52.41%, dimana pangsa pasar LNGC yang dioperasikan oleh Perseroan sebesar 93.75%. Sedangkan, industri FSRU berbendera Indonesia yang dimiliki oleh Perseroan adalah sebesar 34.62%. Perseroan tidak memiliki kompetisi yang siginfikan dikarenakan tinggi nya barrier of entry, pengalaman Perseroan di industri LNG selama tiga dekade, dan kontrak perseroan yang bersifat long-term contract.

Pemberlakuan asas cabotage sesuai dengan UU No.17 tahun 2008 yang pada intinya mengatur bahwa semua pengapalan barang di dalam negeri domestik Indonesia harus menggunakan kapal berbendera Indonesia telah membuka peluang pertumbuhan yang besar bagi para pelaku industri pelayaran dalam negeri. Dengan adanya asas cabotage, kompetisi antar
perusahaan pelayaran hanya terbatas antar pemilik kapal dalam negeri (bendera Indonesia), kapal bendera asing tidak dapat  berpartisipasi.

Asas cabotage berperan penting menjaga keseimbangan supply tonase kapal dengan demand/permintaaan angkutan cargonya karena pada prakteknya perusahaan pelayaran hanya akan berinvestasi kapal berbendera indonesia bila ada kontrak atau komitmen jangka panjang dari pemilik cargo.

Penggunakan kapal-kapal berbendera Indonesia untuk semua moda transportasi di perairan Nusantara akan menambah tingkat utilisasi kapal lokal dan pada akhirnya akan menciptakan lebih banyak keuntungan ekonomis bagi pelaku industri dalam negeri. Dampak yang dirasakan langsung oleh Perseroan adalah tingkat permintaan dan utilisasi kapal yang dimiliki menjadi relatif tinggi dan juga kenyataan bahwa hampir seluruh kapal yang dimiliki saat ini semuanya telah memiliki kontrak persewaan yang pasti, baik itu bersifat time charter maupun spot charter yang simultan. Dari sisi persaingan, penerapan cabotage telah memfiltrasi jumlah pesaing industri menjadi lebih sedikit karena dilarangnya pemain asing untuk ikut dalam tender pengadaan (persewaan) kapal dimana pemain lokal telah mampu untuk menyediakan kapal dengan spesifikasi tertentu.

Concern

Setelah bahas segala keunggulannya maka sekarang bahas concern. Ada 2 concern saya di GTSI yakni transaksi berelasi yang lumayan besar dan BLBI.

Jika transaksi berelasi selalu lancar pembayarannya maka tidak jadi masalah, sayangnya saya tidak punya data mengenai berapa lama umur piutang dan bunga pinjaman pihak berelasi. Sedangkan untuk kisruh BLBI, semuanya bergantung pada lolos tidaknya TS. Kalau TS lolos, harusnya bisa lancar jaya GTSI.

Hanya 2 hal itu yang menjadi concern saya di GTSI. Yang lainnya menurut saya sih GTSI lumayan oke. Apalagi dengan target Pemerintah dan Pertamina yang ingin mengejar produksi 1 juta barrel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari maka harusnya utilisasi kapal GTSI bisa ikutan meningkat yang berpotensi menjadi laba di masa depan.

Kesimpulan

GTSI merupakan salah satu emiten yang memiliki prospek lumayan bagus apalagi perusahaan ini tidak punya utang bank dan obligasi sehingga masih punya banyak ruang untuk melakukan manuver ekspansi. Meskipun di masa lalu perusahaan ini selalu konsisten mencetak laba, sayangnya di Mei 2021 perusahaan ini sedang merugi. Jadi pada akhirnya variabel laba, transaksi berelasi dan BLBI menjadi hal yang perlu dipertimbangkan oleh investor GTSI.

Jika yakin di masa depan GTSI akan terbebas dari semua masalah maka keep hold saja GTSI. Namun bila tidak yakin GTSI bisa melewati berbagai persoalan yang mendera, maka segera move on.

Keputusan berada di tangan masing-masing investor. Caveat emptor.

Jangan lupa ikuti Webinar Pintarsaham dan Digibank malam ini jam 7 WIB FREE FOR ALL dengan mendaftar di sini https://bit.ly/pintarahamxdigibank

Dapatkan Give away Pintarsaham dengan klik link ini: https://www.instagram.com/p/CTcGHFBhwWA/?utm_medium=copy_link

Ikuti Webinar Pintarsaham.id bersama DBS Digibank 10 September 2021 dengan mendaftar di sini. Free for all.

Jika ingin mendapatkan data analisis Laporan Keuangan Kuartalan bisa pesan di sini atau menghubungi Whatsapp Admin Pintarsaham.id +62 831-1918-1386

Jika ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386 atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply