Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightSkydrugz Corner: BTPS vs BRIS, Mana yang Lebih Efisien? 

Skydrugz Corner: BTPS vs BRIS, Mana yang Lebih Efisien? 

Skydrugz Corner: BTPS vs BRIS, Mana yang Lebih Efisien?

Kita tahu bersama bahwa BRIS dan BTPS sudah rilis LK Q3 2022.

Dari laporan keuangan maka kita bisa tahu seberapa efektif dan efisien sebuah bank dalam menyalurkan kredit. Ada beberapa rasio penting yang bisa jadi acuan pada perbankan syariah dan konvensional yakni:

  • ATMR adalah ‘Aset Tertimbang Menurut Risiko‘, yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai RWA (Risk Weighted Asset). Sesuai namanya ATMR adalah jumlah aset sebuah bank berdasarkan profil risiko masing-masing aset tersebut. Jika sebuah bank misanya memiliki aset Rp 1 triliun, ATMRnya belum tentu Rp 1 triliun, bisa jadi cuman Rp 500 milyar. Kenapa? Karena tidak semua aset tersebut memiliki risiko, seperti risiko kredit, ataupun risiko pasar dan risiko operasional. Aset dalam bentuk SBN itu dianggap zero sehingga ATMR 0. Sedangkan aset dalam bentuk obligasi ke perusahaan swasta peringkat utang CCC itu risikonya 100% duit hilang. https://cutt.ly/XNbXWyD
  • Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) bagi setiap bank  —  atau lebih lazim dikenal dalam istilah Bahasa Inggrisnya, Capital Adequacy Ratio (CAR). Yaitu, berapa jumlah modal minimum yang harus dimiliki sebuah bank, untuk mengantisipasi risiko penurunan nilai aset-asetnya. Dengan demikian, CAR ditetapkan relatif terhadap ATMR. Makin besar CAR makin bagus. https://cutt.ly/KNbXTz4
  • Non Perfoming Financing (NPF) adalah rasio yang digunakan untuk menilai pinjaman yang mengalami kesulitan pembayaran. Di perbankan ini NPF adalah semua pinjaman kolektibilitas 3-5. https://cutt.ly/ANbFfpz makin kecil makin bagus. https://cutt.ly/PNbF09o
  • ROA atau return on asset adalah indikator untuk menunjukkan seberapa laba yang bisa dihasilkan perusahaan yang dibandingkan dengan total asetnya. Makin besar makin bagus. https://cutt.ly/sNbFBY1
  • Return on equity atau ROE adalah indikator kinerja perusahaan dengan membandingkan laba bersih dengan total modal. Makin besar makin bagus. https://cutt.ly/CNbF7Hf
  • Net interest margin (NIM) yaitu rasio antara pendapatan bunga bersih terhadap jumlah kredit yang diberikan (outstanding credit). Pendapatan bunga bersih diperoleh dari bunga yang diterima dari pinjaman yang diberikan dikurangi dengan biaya bunga dari sumber dana yang dikumpulkan. Makin besar makin bagus. https://cutt.ly/gNbHxdL
  • Net Operating Margin (NOM) merupakan suatu rasio yang dijadikan patokan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan bank dalam menggelola seluruh aktiva produktifnya agar bisa menghasilkan penghasilan netto yang lebih tinggi. https://cutt.ly/UNbJwo6
  • BOPO  atau Operational efficiency ratio adalah Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional yang merupakan rasio profitabilitas perusahaan yang membandingkan beban operasional dengan pendapatan operasional. BOPO dapat melihat seberapa besar kemampuan perusahaan dalam mengelola beban operasionalnya. Makin besar BOPO, makin jelek. BI akan terus menekan BOPO agar lebih rendah lagi menjadi 60–70%. Hal ini bertujuan untuk mendekati BOPO bank-bank Asia Tenggara yang mencapai 40–60%. Rasio BOPO bersumber dari beban operasional (operational expenses/opex) ditambah cadangan (penyisihan kerugian aktiva produktif/PKAP atau penyisihan penghapusan aktiva produktif/PPAP) dan beban bunga lalu dibagi pendapatan bunga plus pendapatan nonbunga (fee-based income) https://cutt.ly/qNbJEwt
  • CIR atau cost to income ratio berasal dari beban operasional dibagi pendapatan bunga bersih (net interest income/ NII) plus fee-based income. BOPO dan CIR amat mirip, bedanya BOPO mempunyai pembilangnya lebih banyak daripada CIR. Makin rendah CIR makin bagus. https://cutt.ly/0NbKIj6
  • Financing to Deposit Ratio (FDR) yaitu seberapa besar Dana Pihak Ketiga (DPK) bank syariah yang disalurkan untuk pembiayaan. Menurut Kasmir (2010) FDR adalah rasio untuk mengukur komposisi jumlah pembiayaan yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan. Batas bawah dan atas likuiditas FDR bank syariah yang saat ini berlaku adalah di level 80%-92%. https://cutt.ly/dNbLAL0

Lalu bagaimana rasio – rasio tersebut pada BRIS vs BTPS?

BRIS

BRIS LK Q3 2022

BTPS

BTPS LK Q3 2022

Siapa Yang Menang?

BTPS menang nyaris di semua kategori rasio efektivitas. Jadi BTPS lebih efektif dan lebih efisien jika dibandingkan dengan BRIS.

BRIS BTPS NIM BOPO

Bisa saja BTPS lebih efektif jika dibandingkan dengan BRIS karena total asetnya lebih kecil. Aset lebih kecil memang biasanya lebih mudah dikelola ketimbang aset yang sangat besar. Kita tahu bersama aset BRIS 280 Triliun sedangkan BTPS asetnya baru 20 Triliun. Aset BRIS = 10x lipat aset BTPS sehingga itu yang membuat BRIS lebih sulit melakukan efisiensi.

Disclaimer:

I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing.

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Untuk mengetahui Data Kepemilikan Saham di bawah 5% maka bisa daftar gratis di link ini 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here