ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Skydrugz Corner: BDMN Apakah Layak Investasi?

BDMN Apakah Layak Investasi?

Sekitar dua atau tiga hari yang lalu waktu $BDMN sempat naik tajam, ada beberapa User Stockbit dan anggota grup Tele via PM mengenai potensi BDMN.

Waktu itu tema pertanyaan mereka mirip yakni apakah mungkin Grab akuisisi BDMN?

Waktu itu saya hanya jawab secara diplomatis saja bahwa apapun bisa terjadi di bursa. Dulu waktu HMSP di 3000-an banyak yang bilang tidak mungkin $HMSP bisa anjlok ke 900an. Tapi tahun ini kita sendiri sudah menyaksikan sendiri HMSP anjlok ke under 1000. Jadi never say never. Get ready for every possibilities.

Sebenarnya tanpa adanya faktor Grab pun menurut saya BDMN adalah salah satu bank yang menurut saya masih undervalued.

Waktu BDMN valuasinya PBV < 0,5 di harga <2100 tidak banyak yang melirik bank ini.

https://pintarsaham.id/skydrugz-radar-2-juli-2021-protokol-kesehatan/

https://stockbit.com/post/6214607

https://stockbit.com/post/6168293

https://stockbit.com/post/4580971

Sekarang begitu rumor Grab berhembus, langsung jadi rebutan.

Padahal tanpa Grab pun sebenarnya BDMN bisa survive dan merupakan bank yang cukup oke.

Mengapa?

Alasan Pertama, owner BDMN adalah salah satu super strong Owner di dunia. MUFJ adalah bank terbesar kelima di dunia dari segi asset. Saking besarnya MUFJ, dulu waktu tender offer BDMN mereka beli di harga super premium. Di atas harga yang dijabarkan KJPP dalam prospektus tender offer. Waktu itu KJPP hanya membuat penjabaran harga layak untuk tender offer BDMN adalah Rp7.492,58 per saham. Tapi MUFJ malah tender offer di harga 9590 rupiah per saham.

Waktu tender offer dulu BDMN menjadi salah satu hot stock di bursa. Semua orang berebut beli. Di forum saham dibahas tiap hari. Tapi begitu tender offer selesai dan merger BDMN BNPP tuntas, harga BDMN langsung terjun bebas, efek free float. Sama persis seperti yang dialami oleh HMSP dan $UNVR.

MUFJ berani beli BDMN di harga 9590, sedangkan sekarang harganya 2690. Jadi mengapa MUFJ rela keluar duit banyak untuk ambil alih BDMN? Apakah MUFJ sudah tidak butuh duit? Ataukah karena MUFJ melihat adanya prospek masa depan di BDMN? Apakah MUFJ menyesal sudah beli BDMN di harga super premium?

Semua pertanyaan di atas hanya MUFJ yang bisa menjawabnya. Tapi saya meyakini semua langkah yang sudah diambil oleh manajemen MUFJ ketika melakukan akuisisi Danamon pasti sudah diperhitungkan dengan matang oleh tim analis dan pakar MUFJ.

Alasan kedua, balance sheet Danamon menurut saya lumayan oke. Di H1 2021 Danamon cetak laba 998 milyar. Rasio CASA 56% dengan dana murah mencapai 68 Triliun. Rasio CAR Danamon juga di kisaran 26%. Strong. Kendala BDMN hanya NPL gross mereka yang lumayan tinggi di kisaran 3%. Ini memang masih dalam batas wajar menurut standar OJK karena di bawah 5%. Tapi masih di atas NPL gross BBCA yang hanya 2,4%. Kalau BDMN mau menjadi bank terbaik di Indonesia maka NPL gross BDMN harus lebih rendah dari BBCA. Setidaknya NPL Gross BDMN masih lebih baik dari NPL Gross BBRI yang ada di kisaran 3,3% dan NPL Gross BMRI yang di kisaran 3,08% serta NPL gross BBNI yang mencapai 3,9%. Jadi kalau based on NPL gross, bisa dikatakan kalau kualitas kredit BDMN better than Himbara.

Bank Danamon memiliki empat mesin pertumbuhan yakni lewat enterprise banking yang terdiri dari korporasi dan komersial, serta institusi keuangan, melalui Adira,  Kolaborasi dengan MUFG, serta pada segmen UMKM dan konsumer. Bank Danamon banyak menyalurkan kredit yang terkait dengan FMCG, telekomunikasi, IT, dan sektor yang berkaitan dengan kesehatan.

Jadi dengan adanya strong Owner dan balance sheet yang not too bad, Danamon punya prospek mencetak laba secara konsisten di masa depan.

Dengan modal inti 43 Triliun dan market capital 26 Triliun, menurut saya Danamon masih undervalued dengan atau tanpa isu Grab.

Jadi buat yang memang niat investasi long-term di Danamon, bisa abaikan saja isu Grab. Toh tanpa Grab pun, Danamon sebenarnya sudah memiliki backing yang kuat dari MUFJ. Kalau investasi di BDMN dengan harapan diakusisi Grab lalu ternyata rumor nya tidak terbukti nanti malah kecewa. Meskipun mungkin Grab punya duit yang cukup untuk bisa akuisisi BDMN dari MUFJ tapi rasanya Grab saat ini lebih fokus dengan proses merger dengan Altimeter ketimbang akuisisi BDMN. Dari LK 31 Maret 2021, cadangan kas Grab mencapai 4,9 miliar dollar atau sekitar 69 Triliun rupiah. Sedangkan kalau mau akuisisi BDMN minimum 20% kepemilikan saham di harga premium 9000 rupiah (dekat harga akuisisi MUFJ) maka itu butuh dana sekitar 18 Triliun rupiah. Kalau mau akuisisi 50% saham maka butuh dana 43 Triliun rupiah. Cadangan kas Grab cukup untuk akuisisi 20-50% saham Danamon di kisaran harga 9000-10.000 rupiah. Tapi yang jadi pertanyaan adalah apakah MUFJ mau jual di kisaran harga segitu?

Jadi bisa dikatakan rumor Grab yang katanya akan akuisisi Danamon itu anggap saja sebagai bumbu.

Lebih baik fokus pada kemampuan BDMN dalam mencetak laba, kualitas kredit, dan restrukturisasi kredit. Pada akhirnya dalam jangka panjang, perusahaan yang survive adalah perusahaan yang konsisten cetak laba. Kalau sudah beli BDMN di valuasi PBV <0,5 maka keep hold saja.

Ikuti Webinar Pintarsaham.id bersama DBS Digibank 10 September 2021 dengan mendaftar di sini. Free for all.

Jika ingin mendapatkan data analisis kuartalan bisa pesan di sini dan jika ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa ke link ini atau dengan Buka rekening saham di Sucor Sekuritas di sini dengan menggunakan referal TIRA2. Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

Leave a Reply