Skydrugz Corner: Apa Emiten Punya Kemampuan Bayar Utang, Case Study INDR
Banyak yang bertanya pada saya kapan sebuah perusahaan dikatakan memiliki balance sheet yang bagus. Jawabannya sebenarnya sederhana, yakni ketika perusahaan memiliki kemampuan untuk bayar utang. Cara untuk bisa membayar utang ada 3 cara, yakni:
- Menjual semua aset lancar selain cadangan kas dan pajak dibayar dimuka di atas harga perolehan serta menagih semua piutang yang macet.
- Menjual semua aset tetap
- Melakukan daur ulang utang atau refinancing dan Restrukturisasi secara terus – menerus
Cara yang sustainable dalam membayar utang adalah cara yang pertama. Karena selama mampu melakukan manajemen piutang dan persediaan dengan baik maka perusahaan akan baik-baik saja. Cara ketiga juga sebenarnya Sustainable kalau manajemen perusahaan hebat dalam melakukan negosiasi utang secara terus menerus.
Sedangkan cara kedua adalah cara yang paling tidak sustainable karena aset tetap adalah aset yang sangat penting dalam melakukan produksi barang dan jasa. Jika ini dilakukan maka perusahaan tidak akan lagi memiliki kemampuan mencetak laba, apalagi jika setelah menjual aset tetap, tidak ada lagi penggatian aset. Sebagai contoh jika sebuah perusahaan susu menjual semua mesin untuk proses susu, maka secara otomatis perusahaan tersebut kehilangan kemampuan memproduksi susu. Jika tidak melakukan penggantian aset atau perusahaan tidak beralih ke bisnis lain maka tamat sudah riwayat perusahaan tersebut.
Pada umumnya perusahaan di bursa lebih sering menggunakan kombinasi antara cara pertama dan ketiga. Untuk perusahaan yang aset lancarnya terbatas maka cara ketiga adalah cara yang paling sering digunakan, sebagai contoh pada perusahaan menara telekomunikasi. Sedangkan untuk perusahaan yang memiliki banyak aset lancar maka cara pertama yang paling sering digunakan, seperti yang terjadi pada INDR.
Case Study: INDR
Untuk mengetahui apakah sebuah perusahaan memiliki kemampuan bayar utang maka langkah pertama adalah melihat berapa total aset lancar dan aset tidak lancar perusahaan.
Idealnya adalah melihat trend aset perusahaan dalam 3-5 tahun terakhir. Untuk contoh INDR ini saya gunakan saja LK Q3 2021.

Dari LK Q3 2021 kita bisa melihat bahwa aset lancar perusahaan adalah 345 juta dollar. Sedangkan aset tidak lancar perusahaan adalah 502 juta dollar.
Langkah kedua adalah melihat total utang perusahaan.

Utang jangka pendek atau utang yang harus dilunasi INDR dalam setahun kedepan adalah 307 juta dollar, dimana utang yang berbunga hanya 15,5 juta dollar.
Dengan total aset lancar 345 juta dollar, di mana 43 juta di antaranya berupa kas maka menurut saya INDR tidak akan memiliki kesulitan yang berarti dalam membayar utangnya. Utang berbunga jangka pendek dapat dilunasi dengan cadangan kas yang ada. Sedangkan utang dari supplier bisa dilunasi dengan cara menagih semua piutang secara tepat waktu dan menjual persediaan di atas harga perolehannya.
Yang jadi masalah adalah meskipun perusahaan bisa menjual semua asset lancar nya, ternyata itu tetap tak bisa cover utang jangka panjang perusahaan yang mencapai 105 juta dollar.
Aset lancar – utang jangka pendek = 345 – 307 = 38 juta dollar.
Aset lancar bersih setelah menyisihkan utang jangka pendek tersisa 38 juta dolar sedangkan utang jangka panjang 105 juta dollar. Itu tidak cukup.
Sehingga untuk bisa bayar utang maka langkah yang harus dilakukan oleh INDR adalah menjual produk persediaan di atas harga perolehan dan refinancing utang.
Untuk melihat apakah perusahaan bisa menjual persediaan dan produk di atas harga perolehan maka kita perlu melihat arus kas INDR dan beban bunga perusahaan.
Arus Kas dan Beban Bunga Perusahaan

Untuk mengetahui beban keuangan bisa kita lihat di Income Statement. INDR ternyata memiliki biaya keuangan hanya 1,7 juta dollar dalam 9 bulan. Itu artinya kalau setahun = sekitar 2,2 – 2,5 juta dollar.
Kita tahu bersama bahwa total utang berbunga INDR adalah sekitar 62 juta dollar. Itu artinya beban bunga INDR dalam setahun hanya sekitar 3,85%. Lumayan rendah.
Dengan laba bersih 54,5 juta dollar dalam 9 bulan atau sekitar 72 juta dollar jika disetahunkan, maka itu cukup untuk melunasi semua utang INDR dalam waktu 5-6 tahun. Menurut saya ini masih cukup acceptable selama nilainya tidak lebih dari 7-8 tahun.
Tapi laba saja tidak cukup. Kita juga perlu melihat kemampuan arus kas perusahaan.

Yang terpenting dari arus kas perusahaan adalah arus kas operasional. INDR memiliki arus kas operasional 105 juta dollar dalam 9 bulan atau 140 juta dollar jika disetahunkan.
Dengan total utang 412 juta dollar maka butuh waktu 4-5 tahun bagi arus kas INDR untuk melunasi semua utang perusahaan. Dengan skor 4-5 maka menurut saya INDR memiliki kemampuan yang sangat baik dalam melunasi utangnya.
Valuasi
Saat ini market capital INDR di harga 4030 adalah 2,64 Triliun.
Arus Kas Operasional – pembelian aset – uang muka pembelian aset tetap – penambahan investasi = 68 juta dollar atau sekitar 978 milyar rupiah. Jika disetahunkan = 1,3 Triliun rupiah.
Jika dibandingkan dengan market capital maka kita dapat rasio 2. Dan menurut saya ini masih undervalued.
Harga wajarnya menurut saya adalah sekitar 9900-10.000 rupiah.
Namun hitungan di atas memiliki keterbatasan karena:
- INDR adalah perusahaan cyclical sehingga Laba dan arus kas nya tidak stabil. Asumsi hitungan yang digunakan di atas adalah jika laba dan arus kas stabil
- Di masa depan bisa saja INDR kembali memperbesar kapasitas pabrik sehingga asumsi laba bisa berubah jika depresiasi agresif dilakukan.
Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. .
Jika ingin membuat rekening sekuritas bisa chat via whatsapp nomor 083119181386
Untuk bisa beli saham di Nasdaq seperti Google, Apple, atau Tesla maka bisa download aplikasi Gotrade di sini.

Beli Merchandise Kaos Pintarsaham.id di tokopedia.com/pintarsaham
Gunakan kode voucher PINTARSAHAM untuk dapatkan cashback 15%
Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback bisa klik link ini https://jadi.jago.com/3IfQIH
Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal R35000
Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386
Sedangkan jika ingin Trading Kripto bisa daftar di sini
Kode referal Akun Binance SV06XFJZ
Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id
Disclaimer :
Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi