Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightSkydrugz Corner: Apakah Bank Digital Punya Kesempatan Untuk Mengalahkan Hegemoni Bank Tradisional?...

Skydrugz Corner: Apakah Bank Digital Punya Kesempatan Untuk Mengalahkan Hegemoni Bank Tradisional? Perspektif Budget Promosi

Skydrugz Corner: Apakah Bank Digital Punya Kesempatan Untuk Mengalahkan Hegemoni Bank Tradisional? Perspektif Budget Promosi

Selama ini banyak yang bilang bahwa bank digital akan mampu menggeser hegemoni bank tradisional. Dalam jangka panjang, mungkin saja. Namun untuk jangka pendek, menurut saya itu masih belum akan terjadi. Karena kalau melihat data kekuatan promosi bank digital ternyata masih kalah dari kekuatan promosi bank tradisional.

Di antara semua bank yang ada di Indonesia, BBRI dan BBCA yang menganggarkan paling banyak promosi untuk brand awareness. Dan strategi yang dilakukan oleh BBRI dan BBCA tersebut sudah di jalan yang tepat karena terbukti dana pihak ketiga dan revenue dua bank raksasa Indonesia ini terus – menerus tumbuh.

Oleh karena itu menurut saya jika Bank Digital seperti ARTO dan BBYB ingin melampaui bank tradisional seperti BBCA dan BBRI maka mau tak mau mereka harus mengeluarkan lebih banyak budget promosi.

Budget promosi bank yang katanya digital di Indonesia seperti BBYB ARTO BABP BGTG BBHI bahkan kalau digabungkan semua masih belum bisa melampaui budget promosi BBRI.

Dari data yang dihimpun tim Pintarsaham, budget promosi bank BBRI adalah 1,5 Triliun rupiah. Sedangkan budget Promosi bank yang katanya digital seperti ARTO BBYB BABP BBHI AGRO BANK BGTG kalau diakumulasi, nilainya tidak sampai 500 miliar. Tidak sampai sepertiga dari budget promosi BBRI.

Melihat data budget promosi ini saja, sudah terlihat jelas bahwa hegemoni big bank tradisional masih akan langgeng dalam waktu yang lama. Ketika bank mini menggunakan strategi digitalisasi untuk scale up, bank tradisional juga bisa mencontoh strategi tersebut dengan budget yang lebih besar.

Dengan budget promosi yang terbatas, Bank Digital harus bertarung dengan Budget raksasa bank tradisional. Sehingga bank digital harus lebih cerdik dalam melakukan promosi. Salah satu cara untuk mendapatkan banyak nasabah tanpa harus mengeluarkan banyak budget adalah dengan melakukan maksimalisasi ekosistem. Bank digital yang punya ekosistem seperti BBYB dan ARTO punya kemewahan tersebut. Sedangkan bank digital lainnya yang belum punya ekosistem harus cari strategi promosi yang lebih baik lagi untuk bisa bersaing melawan bank tradisional. Tanpa promosi, brand awareness sulit untuk terbangun. Bagaimana mungkin bisa mendapatkan banyak nasabah kalau tak ada yang tahu tentang Bank tersebut. Itulah mengapa menurut saya analisis budget promosi adalah salah satu hal yang penting untuk menilai kemampuan kompetisi bank.

Dan untuk saat ini, Bank tradisional masih lebih unggul dalam promosi ketimbang bank digital. Tinggal kita tunggu strategi bank digital untuk tetap kompetitif.

I am Not a Professional Financial Analyst and Advisor. Instrumen saham dan kripto adalah investasi yang beresiko tinggi. Resiko duit hilang 100% tetap ada. So be wise. Keputusan Jual dan Beli ada di Tangan Masing-masing. .

Untuk Update Insight Pintarsaham bisa di Channel Telegram Skydrugzstock

Beli Merchandise Kaos Pintarsaham.id di tokopedia.com/pintarsaham

Gunakan kode voucher PINTARSAHAM untuk dapatkan cashback 15%

Kalau niat buka tabungan Bank Jago untuk dapat cashback 25.000 gunakan Referal bank Jago DRS4DBA0 https://jago.com/download

Kalau mau buka rekening Bank Neo Commerce untuk dapat cashback bisa pakai link ini https://s.bankneo.co.id/qPJh00 atau kode referal R35000

Bila ingin mendaftar menjadi member Pintarsaham.id bisa hubungi Admin Pintarsaham.id via WA +62 831-1918-1386

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here