- Perseroan tetap fokus pada lini bisnis akomodasi jangka pendek, pertambangan batubara, dan kayu melalui anak usaha.
- Tidak ada pembagian dividen tahun buku 2024, dan CAPEX 2025 sebesar Rp50 miliar dialokasikan untuk pengembangan tambang batubara.
- Akuisisi PT Dwi Daya Swakarya dan kerja sama strategis dengan Petrosea serta Bukit Makmur ditargetkan untuk meningkatkan produksi batubara.
- Peningkatan laba 2024 didorong oleh penjualan batubara dan kayu, namun cuaca ekstrem menjadi kendala utama dalam pencapaian target.
- CSR dilakukan secara bertahap dalam bentuk pembangunan fasilitas umum di sekitar wilayah operasional anak usaha.
Cari saham bagus tapi bingung mulai dari mana? Ini dia panduan yang kamu butuhkan.