Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightSinergi Inti Andalan Prima (INET) Capai Kesepakatan Akuisisi Saham PT Trans Hybrid...

Sinergi Inti Andalan Prima (INET) Capai Kesepakatan Akuisisi Saham PT Trans Hybrid Communication Rp160 Miliar

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi mengumumkan langkah strategis berupa akuisisi saham terhadap mayoritas kepemilikan PT Trans Hybrid Communication (THC). Transaksi ini dilakukan dengan mengambil alih 60.000.000 lembar saham atau setara dengan 60% dari total modal ditempatkan dan disetor pada THC.

Langkah korporasi ini bertujuan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan di sektor infrastruktur telekomunikasi. Nilai total transaksi yang disepakati oleh para pihak adalah sebesar Rp160.000.200.000.

Detail Transaksi dan Nilai Materialitas Akuisisi Saham INET

Berdasarkan keterbukaan informasi, nilai transaksi tersebut setara dengan 44,26% dari nilai ekuitas perseroan per 30 September 2025. Merujuk pada laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit, nilai ekuitas INET tercatat cukup untuk mendanai aksi korporasi ini.

Sesuai dengan regulasi POJK 17/2020, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material karena nilainya melebihi ambang batas tertentu. Namun, karena nilai transaksi masih di bawah 50% dari ekuitas, perseroan tidak diwajibkan untuk memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Perseroan menegaskan bahwa tidak terdapat hubungan afiliasi antara INET sebagai pembeli dengan para pemegang saham THC selaku penjual. Adapun para penjual terdiri dari beberapa individu dan badan hukum, termasuk Abdul Hamed bin Sepawi, Fadzri Sentosa, dan Muhammad Fidelis Tedja Surya.

Selain itu, PT Ciawi Perkasa Properti, Koperasi Jasa Transhybrid Sejahtera Bersama, dan Ferry Yos juga terlibat sebagai pihak penjual dalam transaksi ini. Transaksi jual beli ini telah diformalkan melalui sejumlah Akta Jual Beli di hadapan notaris pada tanggal 20 Februari 2026.

Dampak Strategis dan Efisiensi Operasional

PT Trans Hybrid Communication dikenal sebagai perusahaan infrastruktur serat optik (fiber optic) yang memiliki jaringan backbone dan Fiber to the Home (FTTH). THC juga memiliki jaringan Network Access Provider (NAP) internasional dengan aset yang tersebar di berbagai lokasi strategis.

Melalui akuisisi saham INET ini, perseroan berharap dapat melakukan percepatan pembangunan aset FTTH untuk melayani pelanggan ritel. Selain itu, integrasi ini diproyeksikan mampu memperluas portofolio layanan bagi segmen pelanggan korporasi di masa depan.

Manajemen INET juga menargetkan terciptanya efisiensi operasional melalui konsolidasi fungsi back-office dan teknologi jaringan. Penggabungan aset serat optik ini diharapkan dapat menurunkan biaya unit dan meningkatkan profitabilitas jangka panjang bagi grup usaha.

Kombinasi portofolio kedua perusahaan diyakini akan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham perseroan. Secara operasional, akuisisi ini akan memperluas jangkauan pasar dan kapabilitas layanan telekomunikasi INET di pasar domestik.

Penilaian Independen dan Opini Kewajaran

Dalam rangka memenuhi kepatuhan regulasi, perseroan telah menunjuk KJPP IDR sebagai penilai independen untuk memberikan opini atas transaksi ini. Penilai menggunakan beberapa pendekatan, termasuk metode diskonto arus kas (discounted cash flow) dan pendekatan aset.

Berdasarkan laporan penilaian tertanggal 11 Februari 2026, nilai pasar untuk 60% saham THC diestimasi sebesar Rp157.041.000.000. Selisih antara nilai transaksi dan nilai pasar tersebut telah dipertimbangkan dalam analisis kewajaran ekonomi.

KJPP IDR menyimpulkan bahwa rencana transaksi akuisisi saham PT Trans Hybrid Communication oleh INET adalah wajar (fair). Opini ini didasarkan pada analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap prospek bisnis serta kondisi keuangan perseroan.

Analisis tersebut juga mencakup risiko dan manfaat yang mungkin timbul bagi perseroan setelah penyelesaian transaksi. Secara keseluruhan, aksi korporasi ini dipandang memberikan dampak positif bagi kondisi keuangan perseroan di masa depan.


Poin Penting bagi Investor

  • Nilai Akuisisi: Total nilai transaksi mencapai Rp160 miliar untuk 60% saham THC.
  • Kategori Transaksi: Transaksi material (44,26% ekuitas) namun tidak memerlukan persetujuan RUPS.
  • Tujuan Strategis: Mempercepat perluasan layanan FTTH dan memperkuat infrastruktur jaringan serat optik.
  • Status Afiliasi: Transaksi dilakukan dengan pihak non-afiliasi sehingga tidak ada benturan kepentingan.
  • Opini Penilai: Transaksi dinyatakan wajar oleh penilai independen KJPP IDR.
  • Objek Akuisisi: THC memiliki aset strategis berupa jaringan backbone, FTTH, dan layanan NAP.

Profil Singkat Perusahaan

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) adalah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Perseroan fokus pada penyediaan jasa internet (Internet Service Provider) dan penyewaan jaringan serat optik (Fiber Optic) melalui entitas anak.

Sumber Informasi: Laporan Keterbukaan Informasi INET (IDX)

Baca Juga:


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

Sinta Nastalia
Sinta Nastaliahttp://pintarsaham.id
Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here