Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightSimak Penjelasan Manajemen Multi Medika (MMIX) Soal Proyek Pabrik Popok hingga Penurunan...

Simak Penjelasan Manajemen Multi Medika (MMIX) Soal Proyek Pabrik Popok hingga Penurunan Kas

PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) memberikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas pos keuangan dan perkembangan ekspansi bisnis perseroan. 

MMIX tengah mengebut pembangunan pabrik popok bayi melalui entitas asosiasi, PT Multi Nice Paper Indonesia. Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi atas kendala kuota impor yang diatur dalam Permendag No. 8 Tahun 2024.

  • Nilai Investasi: Perseroan telah mengucurkan dana sebesar Rp9,3 miliar untuk investasi pendirian pabrik ini.
  • Target Operasional: Pabrik yang merupakan hasil joint venture dengan Fujian Nicepaper Hygiene Products Co. Ltd. ini mengalami penyesuaian jadwal. Instalasi mesin dan pengujian (testing) ditargetkan pada Kuartal I-2026, mundur dari rencana awal produksi massal di Agustus 2025 karena proses perizinan.

Sejumlah rencana peluncuran produk baru MMIX mengalami penundaan hingga tahun 2026:

  • Tissue (Miutiss Gokko): Peluncuran dijadwalkan pada Kuartal I-2026.
  • Air Alkali: Terkendala proses perizinan Standar Nasional Indonesia (SNI) terbaru.
  • Produk Lain: Popok dewasa dan merek Coco Melon masih dalam tahap evaluasi pasar.

Manajemen menjelaskan penurunan kas dan setara kas perseroan yang signifikan jika dibandingkan posisi akhir 2023. Dana tersebut sebagian besar terserap untuk pembelian persediaan barang dagangan (menggunakan 46% dana IPO) dan perolehan tanah untuk pusat distribusi.

Selain itu, investor perlu mencatat adanya perubahan struktur utang. Utang bank jangka pendek tercatat nihil karena fasilitas kredit di Bank Aladin Syariah telah dikonversi menjadi fasilitas “Dana Syirkah Temporer” sejak Mei 2024. Hal ini menyebabkan lonjakan pada pos Dana Syirkah Temporer menjadi Rp192,2 miliar per akhir 2024.

Hingga 30 September 2025, penjualan masker masih menjadi tulang punggung MMIX dengan kontribusi 78% dari total penjualan atau senilai Rp107,9 miliar.

Manajemen juga mengklarifikasi bahwa isu tingginya retur penjualan pada tahun sebelumnya (akibat repackaging kemasan box ke sachet) sudah terselesaikan, sehingga tidak lagi membebani kinerja tahun 2025.

Terjadi peningkatan piutang usaha yang signifikan pada pelanggan ritel besar seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan PT Inti Cakrawala Citra. Manajemen menyebut hal ini wajar disebabkan oleh lonjakan permintaan produk baru di akhir periode pelaporan.

Hingga 12 bulan ke depan, MMIX menyatakan belum memiliki rencana aksi korporasi material lainnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here