Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightSimak Jadwal Rights Issue MPPA: Harga Pelaksanaan Rp 50 dan Rasio 114:211

Simak Jadwal Rights Issue MPPA: Harga Pelaksanaan Rp 50 dan Rasio 114:211

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berencana melakukan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau Rights Issue MPPA dengan target dana maksimal Rp1.199.982.920.050. Perusahaan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 23.999.658.401 saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp50 per saham. Aksi korporasi ini memiliki rasio 114:211, di mana setiap pemegang 114 saham lama berhak mendapatkan 211 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Rincian Aksi Korporasi Rights Issue MPPA

Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu VIII (PMHMETD VIII) ini menawarkan saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp50 per saham. Jumlah saham baru yang ditawarkan mewakili sekitar 64,92% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan rights issue. PT Multipolar Tbk (MLPL) selaku pemegang saham utama telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh haknya dan bertindak sebagai pembeli siaga.

MLPL akan membeli sisa saham yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham lainnya hingga nilai maksimal Rp980.000.000.000. Pembayaran oleh pembeli siaga tersebut akan dilakukan secara tunai berdasarkan Perjanjian Pembelian Sisa Saham tanggal 10 April 2026. Jika hanya MLPL yang melaksanakan haknya, maka total kepemilikan MLPL di MPPA dapat meningkat hingga maksimal 80,14%.

Sumber Informasi: Informasi Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu VIII MPPA

Jadwal Lengkap Pelaksanaan PMHMETD VIII

Berikut adalah indikasi jadwal pelaksanaan rights issue MPPA berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan:

AktivitasTanggal
Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)30 Maret 2026
Tanggal Terakhir Perdagangan Saham dengan HMETD (Cum-Right) – Pasar Reguler & Negosiasi12 Juni 2026
Tanggal Terakhir Perdagangan Saham dengan HMETD (Cum-Right) – Pasar Tunai17 Juni 2026
Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD (Ex-Right) – Pasar Reguler & Negosiasi15 Juni 2026
Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD (Ex-Right) – Pasar Tunai18 Juni 2026
Tanggal Pencatatan (Recording Date) untuk Memperoleh HMETD17 Juni 2026
Periode Perdagangan dan Pelaksanaan HMETD19, 22-25 Juni 2026
Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan29 Juni 2026
Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan30 Juni 2026
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan2 Juli 2026

Dampak bagi Investor

Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam Rights Issue MPPA ini akan mengalami penurunan persentase kepemilikan atau dilusi. Maksimal dilusi yang dapat dialami oleh pemegang saham lama adalah sebesar 64,92%. Investor perlu memperhatikan periode perdagangan HMETD pada 19 Juni hingga 25 Juni 2026 agar haknya tidak hangus.

Pelaksanaan aksi korporasi ini juga akan mengubah struktur permodalan perusahaan secara signifikan. Jumlah saham beredar MPPA diprediksi meningkat dari 12,96 miliar saham menjadi maksimal 36,96 miliar saham jika seluruh HMETD dilaksanakan. Kepemilikan masyarakat yang saat ini berada di level 41% dapat menyusut menjadi 16,33% jika masyarakat tidak berpartisipasi dan pembeli siaga mengambil seluruh sisa saham.

Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi

Rencana Penggunaan Dana Hasil Rights Issue

Sekitar 65,35% dari dana hasil penawaran akan dialokasikan untuk belanja modal atau Capital Expenditure (Capex). Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian tanah dan bangunan dari pihak afiliasi guna memperkuat jaringan ritel terintegrasi. Lokasi aset yang akan dibeli mencakup wilayah Surabaya, Gresik, Bogor, Yogyakarta, dan Tangerang.

Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja atau Operational Expenditure (Opex) perusahaan. Penggunaan modal kerja ini meliputi peningkatan kualitas persediaan melalui pembelian barang dagangan dari pemasok. Manajemen menyatakan bahwa pembelian aset dari afiliasi ini bukan merupakan transaksi benturan kepentingan.

Baca juga: PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) Restrukturisasi Saham PT SER Senilai Rp616 Miliar

Kondisi Keuangan Terkait

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, MPPA mencatatkan total aset sebesar Rp3,59 triliun. Perusahaan mencatat penjualan bersih sebesar Rp7,25 triliun pada tahun 2025, meningkat 1,89% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, MPPA masih mencatatkan rugi tahun berjalan sebesar Rp152,19 miliar pada periode tersebut.

Peningkatan kerugian ini terutama disebabkan oleh penyesuaian atas pengakuan aset pajak tangguhan yang tidak dapat dimanfaatkan. Rasio lancar perusahaan per akhir 2025 tercatat sebesar 0,81x. Melalui rights issue ini, manajemen berharap dapat memperkuat struktur keuangan dan mendukung strategi pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Berapa harga pelaksanaan Rights Issue MPPA? Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp50 per saham.

2. Kapan batas waktu terakhir untuk mendapatkan hak HMETD MPPA? Batas akhir perdagangan saham dengan hak (Cum-Right) di pasar reguler adalah tanggal 12 Juni 2026.

3. Apa yang terjadi jika saya tidak menebus hak (HMETD) saya? Kepemilikan saham Anda akan terdilusi maksimal sebesar 64,92% jika tidak melaksanakan hak tersebut.

4. Siapa yang menjadi pembeli siaga dalam aksi korporasi ini? PT Multipolar Tbk (MLPL) bertindak sebagai pembeli siaga dengan komitmen maksimal Rp980 miliar.

Poin Penting bagi Investor

  • Rasio HMETD adalah 114:211 dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham.
  • Total dana yang diincar melalui PMHMETD VIII mencapai Rp1,19 triliun.
  • Dana Capex digunakan untuk membeli aset di 6 lokasi dari pihak terafiliasi.
  • PT Multipolar Tbk berkomitmen penuh sebagai pemegang saham utama dan pembeli siaga.
  • Potensi dilusi saham mencapai 64,92% bagi pemegang saham yang tidak berpartisipasi.

Profil Singkat Perusahaan

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) merupakan perusahaan ritel yang mengelola berbagai format gerai seperti Hypermart, Foodmart, Primo, Boston Health & Beauty, dan FMX. Perusahaan menjalankan perdagangan berbagai macam barang, utamanya makanan dan minuman, serta barang bukan makanan seperti pakaian dan kosmetik.


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

Sinta Nastalia
Sinta Nastaliahttp://pintarsaham.id
Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here