Balikpapan, 2 Oktober 2026
Kolaborasi antara dunia usaha dan ekosistem pasar modal menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Sejalan dengan semangat tersebut, PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (“SBMA”) berpartisipasi dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP APINDO Kalimantan Timur melalui Galeri Investasi SBMA dengan menghadirkan talkshow bertema “Mengenal Pasar Modal: Peluang Investasi & Pendanaan melalui IPO”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Business Showcase dalam rangkaian Rakerkonprov APINDO Kalimantan Timur, yang menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperluas wawasan, bertukar perspektif, serta mengenali berbagai peluang pengembangan bisnis. Melalui partisipasi ini, SBMA menegaskan komitmennya untuk mendukung peran APINDO dalam memperkuat ekosistem dunia usaha, sekaligus mendorong pemahaman yang lebih luas mengenai alternatif pendanaan dan peluang investasi melalui pasar modal.
Sebagai asosiasi yang mewadahi kepentingan dunia usaha, APINDO memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, guna mendorong terciptanya iklim usaha dan investasi yang kondusif. Upaya untuk menciptakan lingkungan bisnis yang mendukung keberlangsungan usaha, meningkatkan kepastian berusaha, serta mempermudah proses perizinan bagi investor merupakan bagian penting dalam memperkuat daya tarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Bagi SBMA, keberadaan asosiasi dunia usaha seperti APINDO merupakan bagian penting dari ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Kolaborasi antara perusahaan dan asosiasi tidak hanya membuka ruang pertukaran informasi dan pengalaman, tetapi juga membantu mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan berbagai peluang pengembangan bisnis. Dalam konteks tersebut, SBMA memandang Rakerkonprov APINDO sebagai ruang strategis untuk memperkuat sinergi, memperluas wawasan, dan mendorong terciptanya lingkungan usaha yang semakin adaptif terhadap dinamika ekonomi.
Talkshow yang diselenggarakan pada Jumat, 2 Oktober 2026, merupakan hasil kolaborasi Galeri Investasi SBMA dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kaltimtara dan Phintraco Sekuritas. Melalui sinergi ketiga pihak, peserta memperoleh perspektif yang saling melengkapi, mulai dari pemahaman mengenai fungsi pasar modal, peluang pendanaan melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), hingga pengenalan investasi saham dan langkah awal untuk membuka akun investasi.
Dalam sesi tersebut, BEI Kaltimtara mengulas peran pasar modal sebagai salah satu alternatif pendanaan bagi perusahaan melalui mekanisme IPO atau go public. Bagi perusahaan yang telah memenuhi persyaratan dan kesiapan yang diperlukan, pasar modal dapat membuka akses terhadap sumber pendanaan yang lebih luas, mendukung rencana ekspansi, serta memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Pemahaman ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha melihat pilihan pendanaan secara lebih komprehensif sesuai dengan kebutuhan dan strategi bisnis masing-masing.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memberikan pengenalan mengenai investasi saham, termasuk tutorial pembukaan akun investasi. Materi ini memberikan gambaran praktis mengenai langkah awal untuk berpartisipasi di pasar modal, sekaligus menekankan pentingnya pemahaman terhadap karakteristik instrumen investasi, risiko, dan pengambilan keputusan yang terukur.
Melalui kedua perspektif tersebut, talkshow ini mempertemukan dua sisi yang saling berkaitan dalam ekosistem pasar modal, yaitu perusahaan yang membutuhkan pendanaan untuk mengembangkan usaha dan investor yang mencari peluang investasi. Bagi pelaku usaha di Kalimantan Timur, pemahaman ini menjadi bekal untuk mempertimbangkan alternatif pendanaan sekaligus mengenali peran investasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Sebagai perusahaan terbuka, SBMA memahami bahwa keberlanjutan pertumbuhan bisnis tidak hanya bergantung pada strategi internal perusahaan, tetapi juga pada kualitas ekosistem usaha, akses terhadap pendanaan, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan. Melalui Galeri Investasi SBMA, perusahaan berupaya mengambil bagian dalam memperluas literasi pasar modal dan memperkenalkan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pelaku usaha untuk mendukung pengembangan bisnis dan pengelolaan keuangan.
Partisipasi SBMA dalam Rakerkonprov APINDO Kalimantan Timur juga mencerminkan pentingnya sinergi antara perusahaan, asosiasi dunia usaha, regulator, dan pelaku industri pasar modal. Dengan menghubungkan kebutuhan dunia usaha dengan informasi dan peluang yang tersedia di pasar modal, kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya lingkungan bisnis yang semakin terbuka terhadap inovasi, memiliki akses informasi yang lebih baik, serta mampu memanfaatkan peluang pertumbuhan secara berkelanjutan.
Ke depan, SBMA akan terus mendorong pengembangan program Galeri Investasi dan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat. Melalui kolaborasi dengan APINDO dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, SBMA berharap dapat berkontribusi dalam memperkuat literasi keuangan, memperluas wawasan mengenai alternatif pendanaan, serta mendukung pertumbuhan ekosistem bisnis dan pasar modal yang inklusif di Kalimantan Timur.
Bagi SBMA, kolaborasi merupakan bagian penting dalam membangun dunia usaha yang tangguh dan berkelanjutan. Melalui sinergi dengan APINDO serta dukungan terhadap penguatan literasi pasar modal, SBMA berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam mendorong terciptanya ekosistem bisnis Kalimantan Timur yang semakin kompetitif, adaptif, dan siap bertumbuh bersama.