ININEn +62831-1918-1386 Mon - Fri 10:00-18:00s +62831-1918-1386
Info@pintarsaham.id
Sertifikasi Internasional
CFP@ | Certificate Financial Planner
Team Berpengalaman
Lebih dari 7 tahun
Kontak Kami

Saham apa yang undervalued?

Sulit untuk menjawab pertanyaan ini. Karena saham undervalued itu bisa beda interpretasinya untuk semua orang.

Apa yang seorang investor anggap sebagai saham Undervalued, belum tentu akan dianggap Undervalued oleh investor lainnya.

Saya sendiri biasanya memakai patokan PER, PBV, dan Dividend Yield sebagai patokan undervalued.

Patokan Undervalued?

Perusahaan dengan PBV <1, PER <10, dan Dividend Yield >3,5% saya anggap sebagai saham Undervalued. Mungkin banyak yang tidak setuju dengan pendapat saya. Tapi that’s okay. Beda pendapat dalam investasi itu hal yang biasa.

Saya menggunakan patokan dividen yield 3,5% sebagai cutoff point karena saya menganggap itu setara dengan deposito bank. Dan di saham ada potensi perusahaan growth yang bisa menambah dividen yield di masa depan. PBV < 1 dan PER <10 saja tidak cukup jika tidak ada dividend. Karena tanpa dividen, perusahaan dengan rasio keuangan yang kecil nanti bukannya jadi saham undervalued tapi malah jadi saham value trap.

Lalu emiten apa saja yang masuk kategori saham undervalued berdasarkan tiga rasio di atas?

  1. PALM PBV 0,79 PER 7,45 Dividend Yield 10% harga sekarang 328
  2.  SCCO PBV 0,67 PER 9,26 Dividend Yield 4,78% harga sekarang 10.450
  3.  UNIC PBV 0,65 PER 6,45 Dividend Yield 4,93% harga sekarang 4520
  4. LPGI PBV 0,62 PER 5,24 Dividend Yield 6,63% harga sekarang 3230
  5. PTRO PBV 0,57 PER 7,27 Dividend Yield 5,73% harga sekarang 1810
  6. TBMS PBV 0,51 PER 9,87 Dividend Yield 3,64% harga sekarang 1015

Problem

Yang menjadi masalah dari keenam saham di atas adalah volume transaksi harian nya sangat tipis alias tidak likuid. Sehingga sangat tidak cocok untuk trader short term. Hanya cocok untuk investor yang memiliki kesabaran super panjang dan punya mindset hanya mengejar Dividend Yield setara deposito.

Dan yang paling penting jangan hanya beli saham karena rasio. Selalu cek laporan keuangan dan press releases serta riset lapangan sebelum melakukan investasi. Jangan beli kucing dalam selimut.

Hanya catatan pribadi. Bukan ajakan beli dan jual.

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan di Youtube Channel Pintar Saham dan nantikan video edukasi tentang saham di channel tersebut. Jangan lupa melihat Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia dan Instagram Pintar Saham @pintarsaham.id

Jika ingin diskusi saham via Telegram bisa ke sini

Untuk Insights Saham bisa ke sini.

Jika ingin pesan analisis Laporan Keuangan Kuartalan Komprehensif dari Pintarsaham.id bisa pesan di sini

Disclaimer :

Penyebutan nama saham (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, atau pun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Leave a Reply