Friday, April 17, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeAnalisis SahamSaham JSMR: Analisis Kinerja Keuangan Jasa Marga Tahun Buku 2025

Saham JSMR: Analisis Kinerja Keuangan Jasa Marga Tahun Buku 2025

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) telah mempublikasikan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Artikel ini memberikan tinjauan mendalam mengenai kondisi fundamental dan valuasi saham JSMR bagi para investor.

Kinerja Keuangan Saham JSMR

A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Berikut adalah ringkasan posisi keuangan konsolidasian Jasa Marga untuk periode 2025 dan 2024:

Dalam Jutaan IDR20252024*Perubahan YoY
Total Aset159.995.285148.716.5207,58%
Aset Lancar9.268.6707.197.56528,77%
Aset Tidak Lancar150.726.615141.518.9556,51%
Total Liabilitas97.633.56889.883.2798,62%
Liabilitas Jangka Pendek15.995.85521.566.219-25,83%
Liabilitas Jangka Panjang81.637.71368.317.06019,50%
Total Ekuitas62.361.71758.833.2416,00%

*Data 2024 telah disajikan kembali.

Total aset perusahaan mengalami pertumbuhan sebesar 7,58%, yang didorong oleh peningkatan nilai Hak Pengusahaan Jalan Tol (HPJT). Nilai HPJT neto tercatat mencapai Rp140,97 triliun pada akhir 2025, meningkat dari Rp132 triliun di tahun sebelumnya.

Struktur liabilitas menunjukkan perbaikan pada likuiditas jangka pendek dengan penurunan kewajiban lancar sebesar 25,83%. Namun, liabilitas jangka panjang meningkat seiring dengan penambahan utang bank guna mendukung ekspansi proyek jalan tol baru.

Total ekuitas juga tumbuh menjadi Rp62,36 triliun, didorong oleh akumulasi saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya. Peningkatan ekuitas ini memperkuat struktur permodalan perusahaan dalam menghadapi fluktuasi ekonomi di masa depan.

B. Laporan Laba Rugi

Performa operasional perusahaan tercermin dalam tabel laba rugi di bawah ini:

Dalam Jutaan IDR20252024*Perubahan YoY
Pendapatan29.890.24731.755.916-5,87%
Laba Kotor11.786.71011.310.9674,21%
Laba Usaha9.646.4589.507.7771,46%
Laba Bersih3.659.5354.533.007-19,27%
EPS504625-19,36%

*Atribusikan kepada pemilik entitas induk.

Pendapatan total mengalami penurunan sebesar 5,87% akibat koreksi pada pendapatan konstruksi yang bersifat non-kas. Meski demikian, pendapatan inti dari tol justru tumbuh dari Rp17,22 triliun menjadi Rp18,15 triliun pada tahun 2025.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp3,66 triliun. Penurunan laba bersih ini terutama disebabkan oleh normalisasi beban pajak penghasilan, setelah pada tahun 2024 perusahaan mendapatkan manfaat pajak tangguhan yang cukup besar.

C. Analisis Rasio Keuangan

Rasio keuangan utama memberikan gambaran efisiensi dan kesehatan finansial perusahaan:

RasioNilaiInterpretasi Singkat
Current Ratio0,58xKemampuan memenuhi kewajiban lancar masih di bawah satu kali.
Quick Ratio0,57xLikuiditas aset sangat lancar relatif stabil dibandingkan tahun lalu.
Margin Laba Kotor39,43%Profitabilitas operasional meningkat dibandingkan periode 2024.
Margin Laba Bersih12,24%Margin laba bersih tetap terjaga di level dua digit.
ROA2,29%Efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba bersih.
ROE10,07%Tingkat pengembalian investasi bagi pemegang saham entitas induk.
DER1,57xStruktur utang masih berada dalam batas aman industri infrastruktur.

Berdasarkan data di atas, margin laba kotor perusahaan menunjukkan tren positif yang menandakan efisiensi biaya tol dan usaha lainnya. Tingkat pengembalian ekuitas (ROE) sebesar 10,07% menunjukkan kemampuan manajemen yang cukup baik dalam mengelola modal pemegang saham.

Rasio utang terhadap ekuitas (DER) tercatat sebesar 1,57 kali, yang masih jauh di bawah batas covenant obligasi sebesar 5,0 kali. Hal ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap melakukan pendanaan eksternal guna pengembangan infrastruktur jalan tol di Indonesia.

D. Valuasi Saham

Valuasi saham dihitung menggunakan harga penutupan 10 April 2026 sebesar Rp3.160 per lembar saham.

IndikatorNilaiInterpretasi
PER6,27xValuasi berdasarkan laba per saham tahun 2025.
PBV0,63xHarga saham diperdagangkan di bawah nilai buku per saham.

Dengan harga penutupan Rp3.160, nilai buku per saham (BVPS) perusahaan tercatat sebesar Rp5.009. Angka ini menghasilkan rasio PBV sebesar 0,63 kali, yang mengindikasikan bahwa harga pasar saat ini berada pada posisi diskon terhadap nilai intrinsik modalnya.

Rasio PER sebesar 6,27 kali juga tergolong cukup kompetitif jika dibandingkan dengan rata-rata historis sektor infrastruktur. Valuasi ini dapat dianggap menarik bagi investor yang mengutamakan strategi investasi berbasis nilai (value investing) pada perusahaan yang memiliki aset fisik yang kuat.

Kesimpulan

Jasa Marga menunjukkan kinerja operasional yang solid dengan pertumbuhan pendapatan tol yang stabil pada tahun 2025. Meskipun laba bersih secara nominal turun akibat faktor perpajakan, profil liabilitas jangka pendek perusahaan mengalami perbaikan yang signifikan. Valuasi saham saat ini yang berada di bawah nilai buku mencerminkan harga yang relatif murah untuk aset jalan tol berskala nasional.

Profil Singkat Perusahaan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang pengelolaan, pemeliharaan, dan pengadaan jaringan jalan tol di Indonesia. Perusahaan didirikan pada tahun 1978 dan saat ini mengoperasikan berbagai ruas tol strategis di seluruh wilayah Nusantara. Jasa Marga memegang peran kunci dalam menunjang konektivitas nasional dan pertumbuhan ekonomi melalui infrastruktur transportasi darat.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

Excerpt

Analisis saham JSMR tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan pendapatan tol yang stabil dan valuasi harga saham yang saat ini berada di bawah nilai buku perusahaannya.

Tags: JSMR, Jasa Marga, Saham Blue Chip, Analisis Saham, Kinerja Keuangan, Infrastruktur, Investasi Saham,

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments