PT MD Entertainment Tbk (FILM) telah merilis laporan keuangan konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Kinerja saham FILM menjadi perhatian pelaku pasar setelah mencatatkan perubahan signifikan pada struktur permodalan dan profil profitabilitas pasca-akuisisi strategis.
Berikut adalah bedah tuntas kinerja keuangan dan valuasi fundamental perusahaan sebagai bahan referensi bagi investor.
Bedah Kinerja Keuangan Saham FILM Tahun Buku 2025
Laporan keuangan tahun 2025 menunjukkan dinamika yang cukup kontras antara penguatan posisi modal dan penurunan profitabilitas operasional.
A. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Tabel berikut menyajikan posisi aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada akhir tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
| Dalam Rupiah | 2025 | 2024 | Perubahan YoY |
| Total Aset | 3.746.137.580.608 | 3.937.308.585.180 | -4,86% |
| Aset Lancar | 811.071.769.542 | 1.047.028.353.952 | -22,54% |
| Aset Tidak Lancar | 2.935.065.811.066 | 2.890.280.231.228 | 1,55% |
| Total Liabilitas | 561.982.860.962 | 1.224.750.567.220 | -54,11% |
| Liabilitas Jangka Pendek | 538.728.344.830 | 468.680.925.922 | 14,95% |
| Liabilitas Jangka Panjang | 23.254.516.132 | 756.069.641.298 | -96,92% |
| Total Ekuitas | 3.184.154.719.646 | 2.712.558.017.961 | 17,38% |
Total aset perusahaan mengalami penurunan moderat sebesar 4,86% yang didorong oleh penyusutan kas dan setara kas menjadi Rp228,89 miliar. Penurunan aset lancar ini terkompensasi oleh pertumbuhan aset tidak lancar, terutama pada akun aset film yang meningkat menjadi Rp385,79 miliar.
Struktur liabilitas menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan dengan penurunan total utang sebesar 54,11%. Hal ini didominasi oleh pelunasan utang bank jangka panjang yang sebelumnya tercatat sebesar Rp701,65 miliar menjadi nihil pada akhir 2025.
Sisi ekuitas tumbuh 17,38% berkat adanya penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue) yang diselesaikan pada Juli 2025. Aksi korporasi ini menyuntikkan tambahan modal disetor bersih sebesar Rp791,82 miliar ke dalam struktur permodalan perusahaan.
B. Laporan Laba Rugi
Berikut adalah performa pendapatan dan laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025.
| Dalam Rupiah | 2025 | 2024 | Perubahan YoY |
| Pendapatan | 496.408.302.088 | 455.949.731.677 | 8,87% |
| Laba Kotor | 144.061.939.733 | 274.804.631.857 | -47,58% |
| Laba Usaha | (163.953.936.515) | 67.832.571.043 | -341,72% |
| Laba Bersih | (315.108.186.594) | 22.086.321.147 | -1526,75% |
| EPS | (24,96) | 3,86 | -746,63% |
Pendapatan tumbuh 8,87% yang didorong oleh segmen film sebesar Rp384,77 miliar dan penyiaran televisi sebesar Rp82,94 miliar. Namun, beban pokok pendapatan melonjak tajam sebesar 94,5% menjadi Rp352,34 miliar, terutama akibat peningkatan amortisasi aset film dan beban penyiaran.
Lonjakan beban operasional dan administrasi dari Rp206,97 miliar menjadi Rp308,01 miliar turut menekan margin keuntungan perusahaan. Faktor lain yang memperburuk performa adalah provisi sengketa pajak dan pemeriksaan pajak yang mencapai total Rp83,95 miliar. Kondisi tersebut menyebabkan perusahaan berbalik mencatatkan rugi bersih sebesar Rp315,10 miliar.
C. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan berikut memberikan gambaran lebih mendalam mengenai kesehatan finansial perusahaan.
| Rasio | Nilai | Interpretasi Singkat |
| Current Ratio | 1,51 kali | Likuiditas jangka pendek masih mencukupi untuk memenuhi kewajiban lancar. |
| Quick Ratio | 0,64 kali | Kemampuan memenuhi utang tanpa mengandalkan persediaan film tergolong ketat. |
| Margin Laba Kotor | 29,02% | Efisiensi produksi menurun tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 60,27%. |
| Margin Laba Bersih | -63,48% | Profitabilitas tertekan akibat lonjakan beban pokok dan biaya non-operasional. |
| ROA | -8,41% | Penggunaan aset perusahaan saat ini belum mampu menghasilkan keuntungan. |
| ROE | -9,90% | Imbal hasil bagi pemegang saham berada di zona negatif akibat kerugian bersih. |
| DER | 0,17 kali | Struktur permodalan sangat sehat dengan tingkat utang yang rendah terhadap ekuitas. |
Penurunan drastis pada Gross Profit Margin mengindikasikan beban produksi dan amortisasi yang tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan. Meskipun demikian, rasio Debt to Equity (DER) yang hanya 0,17 kali menunjukkan risiko kebangkrutan yang sangat rendah karena utang bank jangka panjang telah dilunasi.
D. Valuasi Saham
Valuasi berikut menggunakan harga penutupan pasar pada 10 April 2026 sebesar Rp2.500 per lembar saham.
| Indikator | Nilai | Interpretasi |
| PER | -100,16 kali | Rasio harga terhadap laba tidak relevan karena posisi rugi bersih. |
| PBV | 8,77 kali | Valuasi saham tergolong premium jika dibandingkan dengan nilai buku perusahaan. |
Dengan harga Rp2.500, Price to Book Value (PBV) sebesar 8,77 kali mengindikasikan pasar memberikan apresiasi harga yang cukup tinggi di atas nilai intrinsik ekuitasnya. Valuasi ini tergolong premium, yang mungkin mencerminkan ekspektasi pasar terhadap potensi pembalikan kinerja dari integrasi unit bisnis penyiaran di masa depan.
Kesimpulan
Kinerja finansial tahun 2025 menunjukkan periode transisi yang menantang bagi perusahaan. Meski pendapatan tumbuh dan beban utang berkurang drastis, efisiensi operasional tertekan signifikan oleh biaya integrasi dan penyelesaian masalah perpajakan.
Kondisi neraca yang kuat tanpa utang bank jangka panjang memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mengejar strategi pertumbuhan jangka panjang.
Profil Singkat Perusahaan
PT MD Entertainment Tbk (FILM) merupakan salah satu perusahaan hiburan terkemuka di Indonesia yang didirikan pada tahun 2002. Perusahaan bergerak di bidang produksi film, perdagangan film dan video, serta penyewaan studio. Melalui akuisisi strategis terhadap PT MDTV Media Technologies Tbk, perusahaan kini telah memperluas cakupan bisnisnya ke sektor penyiaran televisi nasional.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!