Papan atas jumlah investor.
1. $SUPA 696,20 ribu investor. Harga 925.
2. $BBRI 659,55 ribu investor. Harga 3.770.
3. BBCA 569,88 ribu investor. Harga 8.025.
4. RLCO 518,16 ribu investor. Harga 1.460.
5. GOTO 351,11 ribu investor. Harga 65.
6. BMRI 279,94 ribu investor. Harga 5.050.
7. CDIA 257,06 ribu investor. Harga 1.650.
8. ANTM 236,89 ribu investor. Harga 3.220.
9. EXCL 222,61 ribu investor. Harga 3.750.
SUPA masih kurang 303,80 ribu investor untuk tembus 1 juta investor. Itu gap besar. Butuh bantuan Influencer agar bisa tembus 1 juta investor.
Pertambahan investor 1 bulan terakhir
1. $DEWA +26.399 investor. Harga 560.
2. BUMI +22.796 investor. Harga 362.
3. ANTM +20.953 investor. Harga 3.220.
4. INET +19.718 investor. Harga 750.
5. BRMS +17.040 investor. Harga 1.085.
6. BRPT +16.022 investor. Harga 3.130.
7. AMRT +12.962 investor. Harga 1.960.
8. BUVA +11.392 investor. Harga 1.230.
9. PURI +10.129 investor. Harga 244.
Saham-saham Bakrie itu unik, reputasinya punya memori panjang di kepala ritel. Dulu, banyak investor langsung alergi begitu dengar nama Bakrie, salah satu pemicunya ya trauma era gagal repo 2008 yang bikin pasar kapok dan jadi bahan cerita turun-temurun. Jadi wajar kalau bertahun-tahun saham Bakrie sering dipandang seperti zona rawan, bukan karena investor tidak bisa cuan di sana, tapi karena rasa percaya itu mahal dan sulit pulih. Tapi pasar itu juga punya sifat sederhana, begitu ada pemicu psikologis yang kuat, memori buruk bisa mulai ketutup oleh narasi baru, apalagi kalau narasinya membawa kesan ada pihak besar yang ikut pegang setir.
Di fase sekarang, data jumlah investor justru menunjukkan ritel kembali merapat. Ambil contoh BUMI. Pada 30 Jun 2025 jumlah pemegang sahamnya 133.830. Lalu 31 Jul 2025 naik menjadi 137.927 atau bertambah 4.097. 29 Aug 2025 sempat turun ke 136.653, turun 1.274. Tapi setelah itu akselerasinya kencang. 30 Sep 2025 melonjak ke 157.747 atau naik 21.094. 31 Oct 2025 naik lagi jadi 191.942 atau tambah 34.195. 28 Nov 2025 naik lagi menjadi 214.738 atau tambah 22.796. Kalau ditotal dari 30 Jun ke 28 Nov 2025, kenaikannya 80.908 investor atau 60,46%. Angka ini bukan sekadar naik biasa, ini tipe pertumbuhan yang terasa seperti magnet ritel lagi nyala.
DEWA juga memperlihatkan pola ritel yang lagi semangat masuk. 30 Jun 2025 ada 32.684 pemegang saham. 31 Jul 2025 naik ke 38.041 atau tambah 5.357. 31 Aug 2025 naik lagi jadi 41.281 atau tambah 3.240. 30 Sep 2025 turun tipis ke 40.784, turun 497. Lalu 31 Oct 2025 naik ke 52.352 atau tambah 11.568. 30 Nov 2025 melompat besar ke 78.751 atau tambah 26.399 hanya dalam sebulan. Dari 30 Jun ke 30 Nov 2025, DEWA bertambah 46.067 investor atau 140,95%. Ini sudah bukan sekadar ramai, ini fase ritel masuk berbondong-bondong.
BRMS pun sama. 30 Jun 2025 ada 61.607 investor. 31 Jul 2025 turun ke 59.567, turun 2.040. 29 Aug 2025 turun lagi ke 53.989, turun 5.578. Tapi setelah itu balik arah. 30 Sep 2025 naik ke 57.641 atau tambah 3.652. 31 Oct 2025 meledak ke 103.585 atau tambah 45.944. 28 Nov 2025 naik lagi ke 120.625 atau tambah 17.040. Dari 30 Jun ke 28 Nov 2025 total naik 59.018 investor atau 95,80%. Polanya mirip, sempat sepi, lalu tiba-tiba ramai lagi.
Masuknya Salim ke BUMI itu penting karena pengaruhnya bukan cuma bisnis, tapi psikologi pasar. Untuk ritel, nama besar sering dibaca sebagai sinyal ada backstop, ada tata-kelola yang lebih dijaga, atau minimal ada pihak yang tidak mau reputasi besar ikut terseret cerita lama. Benar atau tidak secara fundamental, itu urusan lain, tapi efeknya ke perilaku massa jelas. Begitu persepsi risiko turun satu level, ritel jadi lebih berani masuk, lalu volume percakapan naik, atensi naik, dan jumlah pemegang saham ikut naik. Di titik ini, cinta ritel ke saham Bakrie terasa lebih seperti cinta karena momentum dan narasi baru, bukan cinta yang lahir dari luka lama yang sudah benar-benar sembuh.
Data pertambahan investor ini menunjukkan satu hal. Magnet ritel sedang aktif di saham-saham yang punya sejarah dramatis, dan itu berarti volatilitas biasanya ikut naik karena holder ritel cenderung cepat euforia dan cepat panik. Jadi kalau investor melihat BUMI naik 80.908 investor dalam periode 30 Jun sampai 28 Nov 2025, DEWA naik 46.067 investor dari 30 Jun sampai 30 Nov 2025, dan BRMS naik 59.018 investor dari 30 Jun sampai 28 Nov 2025, itu sinyal keramaian, bukan jaminan risiko mengecil. Ceritanya simpel, nama besar masuk bisa mengubah rasa takut jadi rasa penasaran, lalu rasa penasaran berubah jadi arus ritel. Tetapi pasar tidak pernah memberi hadiah tanpa harga, dan harga dari keramaian ritel biasanya adalah gerak yang makin liar.
Dengan jumlah investor sebanyak itu apakah nanti makin ringan atau malah makin berat naik?
Data diambil 29 Desember 2025
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/), baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/) dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!