Analisis Saham BYAN
Salah satu saham yang sempat menjadi trending topic di 2022 kemarin karena harga sahamnya yang meroket dan berhasil menembus 3 besar market cap saham di Indonesia adalah BYAN.
Bahkan sempat menggeser BBCA dari puncak klasemen market cap meskipun sebentar saja.
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sesuai predikasi akibat batubara yang booming di 2022 kemarin, berhasil mencetak laba bersih yang meningkat.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2022, salah satu perusahaan batu bara terbesar ini meraih laba bersih senilai USD 2,30 miliar.
Laba ini meningkat 81,81% dari USD 1,26 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Grafik harga saham BYAN

Tahun 2022 telah menjadi tahun terbaik untuk BYAN.
Sepanjang tahun 2022, harga saham BYAN telah naik 685,05%.
Apakah harga saham BYAN akan mencetak rekor lagi di 2023 ?? atau pesta batubaranya sudah usai dan mungkin perlu waktu lama untuk saham ini menjadi trending topic lagi ??
Profil Perusahaan
PT Bayan Resources Tbk atau Bayan Group merupakan produsen batubara semi-soft coking, sub bituminous dan bituminous berkadar belerang rendah yang ramah lingkungan.
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) didirikan 07 Oktober 2004 dan memulai operasi komersialnya di tahun 2004.
BYAN memadukan operasional pertambangan, pengolahan serta logistik melalui anak-anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang usaha, mulai dari pertambangan, pengelolaan jasa pelabuhan, pengangkutan, kontraktor dan jasa sewa alat-alat.
Saat ini Bayan dan anak usaha (grup) merupakan produsen batubara dengan operasi tambang, pengolahan dan logistik terpadu.

Per akhir Februari 2023, saham BYAN mayoritas dipegang oleh Dato Low Tuck Kwong sebanyak 60,97%.
For your information, Dato Low Tuck Kwong adalah pendiri PT Bayan Resources Tbk dan dikenal sebagai raja batu bara.
Selanjutnya ada PT Sumber Suryadana Prima sebanyak 10%, dan 29,03% sisanya dimiliki oleh publik (kepemilikan di bawah 5%).

Berdasarkan kategori asal SID investornya untuk saham scripless yang diperdagangkan di BEI, terlihat persentase kepemilikan investor lokal sebanyak 77,28%, sedangkan sisanya investor asing 22,72%.

Jika dilihat lebih detail lagi, sebagian besar investor lokal yang memegang saham BYAN berasal dari investor individual.
Dari 22,42 miliar lembar saham investor individual tersebut, terdapat 20,32 miliar lembar saham yang tercatat atas nama Dato Low Tuck Kwong.
Dari data ini aja udah keliatan ni kalo saham BYAN besar kemungkinan dipengaruhi oleh transaksi Dato Low Tuck Kwong sendiri.
Nah ini ada datanya yang diambil dari stockbit terlihat Pak Dato Low memang aktif juga jual beli saham sendiri.

Analisis Fundamental Saham BYAN

Dilihat dari laporan keuangan 2022, BYAN membukukan pendapatan sebesar USD 4,70 miliar.
Pendapatan ini naik 64,91% dari USD 2,85 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan terbesar dikontribusi oleh :
- penjualan ekspor batubara di mana perusahaan berhasil mendapatkan USD 4,22 miliar dari ekspor atau setara dengan 89,82% dari total pendapatan. Nilai ekspor ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya USD 2,63 miliar atau naik 60,39%.
- Di sisi lain, penjualan batubara domestik juga turut meningkat dari USD 211 juta menjadi USD 467 juta atau meningkat 121,14% secara tahunan.
- Sementara itu, pendapatan dari non-batubara menghasilkan USD 10,85 juta atau meningkat 68,49% dari tahun sebelumnya yang hanya USD 6,44 juta.


BYAN merupakan perusahaan sektor energi khususnya batubara, jadi laba bersihnya bakal depend banget dengan pergerakan harga batubara.
Tahun 2023 sendiri diperkirakan batubara tidak akan sebooming tahun kemarin. Jadi kamu yang megang saham BYAN siap-siap ni dampaknya. Tapi saham batubara selalu menjanjikan dividen yang tergolong tinggi salah satunya si BYAN

Dividen yield secara historisnya memang tinggi diatas 4% per tahun namun tetap diingat apakah lebih worth it megang dividen tapi saham agak nyangkut diatas atau lebih baik mencari capital gain saja tanpa melihat dividen??
Sesuaikan dengan time frame dan tujuan keuangan kamu dan jangan lupa untuk menggunakan dana dingin dalam berinvestasi saham.
Bagaimana estimasi laba dan harga wajar saham BYAN?
Menggunakan standar deviasi PER selama 5 tahun terakhir , maka estimasinya menjadi sebagai berikut:

Dengan estimasi PER 11,79 maka harga wajar saham BYAN dapat dihargai senilai 14.327.
Time frame yang digunakan adalah 1 tahun ke depan, sehingga dengan harga penutupan BYAN di tanggal 13 Maret 2023 yang berada di angka 19.550 maka ada potensi penurunan sebesar -26,71%. Disclaimer ON.
Sekali lagi kelemahan menggunakan metode valuasi ini adalah hanya menggunakan rata-rata 5 tahun terakhir dan tidak memperhitungkan ekspektasi di masa depan.
Sedangkan, dari sisi PBV maka estimasinya sebagai berikut:

Dengan estimasi PBV 6,61 maka harga wajar saham BYAN dapat dihargai senilai 6.985.
Time frame yang digunakan adalah 1 tahun ke depan, sehingga dengan harga penutupan BYAN di tanggal 13 Maret 2023 yang berada di angka 19.550 maka ada potensi penurunan sebesar -64,27%.
Disclaimer ON.
Tapi akan berbeda cerita apabila Pak Dato punya agenda tersendiri mengingat beliaulah yang “mengendalikan” harga saham BYAN. Bagaimana pendapat kamu ?? pengin mendapatkan analisa saham yang detail ?? atau saham pilihan tiap market buka dengan menggunakan analisa teknikal dan fundamental ?? atau ingin mendapatkan saham pilihan yang diseleksi tiap kuartal ?? yuk gabung di Memberships Priority Pintar Saham yang kamu bisa akses disini


