Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightRogoh Kocek Rp400 Miliar, GTSI Beli Kapal LNG di Bawah Harga Wajar

Rogoh Kocek Rp400 Miliar, GTSI Beli Kapal LNG di Bawah Harga Wajar

Jakarta – PT GTS Internasional Tbk. (GTSI) secara resmi mengumumkan pembelian satu unit kapal pengangkut Gas Alam Cair (LNG). Aksi korporasi ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk memperkuat armada dan meningkatkan pangsa pasarnya di industri energi.

Manajemen GTSI mengungkapkan bahwa kapal yang dibeli adalah “Methane Jane Elizabeth”, yang akan berganti nama menjadi “Danaputri 1”. Nilai pembelian kapal buatan tahun 2006 ini mencapai USD 24,5 juta, atau setara dengan Rp 406,08 miliar (dengan asumsi kurs Jisdor BI 16 Oktober 2025 Rp 16.575/USD).

Transaksi ini tergolong sebagai transaksi material karena nilainya mencapai 36,92% dari total ekuitas perusahaan per 31 Desember 2024. Meskipun demikian, aksi korporasi ini tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) karena nilainya masih di bawah ambang batas 50% dari ekuitas sesuai regulasi OJK (POJK 17/2020).

Manajemen juga memastikan bahwa transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi atau mengandung benturan kepentingan, karena penjual, GAS-Seventeen Ltd., tidak memiliki hubungan kepemilikan maupun kepengurusan dengan GTSI.

Harga Beli di Bawah Nilai Pasar

Hal yang paling menarik bagi investor adalah harga pembelian kapal ini ternyata berada di bawah nilai wajar hasil penilaian lembaga independen.

GTSI menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Budi, Edy, Saptono & Rekan untuk melakukan penilaian. Berdasarkan laporan penilaian per tanggal 26 September 2025, Nilai Pasar wajar untuk kapal tersebut adalah USD 26,64 juta (sekitar Rp 446,34 miliar).

Dengan harga pembelian sebesar USD 24,5 juta, artinya GTSI berhasil mengakuisisi aset strategis ini dengan harga lebih rendah sekitar USD 2,14 juta atau lebih hemat Rp 35,4 miliar dari nilai pasarnya.

Sumber Pendanaan dan Tujuan Strategis

Untuk mendanai pembelian ini, GTSI menggunakan kombinasi dua sumber utama:

  1. Sisa dana hasil IPO sebesar Rp 123,82 miliar.
  2. Modal sendiri (kas internal) perusahaan sebesar Rp 282,25 miliar.

Manajemen menyatakan bahwa pembelian kapal ini sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan untuk modernisasi armada dan meningkatkan efisiensi. Penambahan kapal baru ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan laba bersih, yang pada akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.

Secara akuntansi, transaksi ini tidak mengubah total aset perusahaan, karena hanya terjadi perpindahan kas menjadi aset tetap (kapal). Perusahaan meyakini langkah ini tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja keuangan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here