PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights issue sebanyak-banyaknya 457.142.857 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp350 per saham. Melalui aksi korporasi ini, RMKO membidik dana segar mencapai Rp159.999.999.950 dengan rasio ditetapkan sebesar 175:64. Dana yang terkumpul akan dialokasikan seluruhnya untuk memperkuat modal kerja operasional di tengah fase transisi dan ekspansi infrastruktur tambang perseroan.
Rincian Aksi Korporasi Penambahan Modal RMKO
RMKO akan menerbitkan saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Setiap pemegang 175 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 18 Juni 2026 berhak atas 64 HMETD. Satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru pada harga pelaksanaan Rp350.
PT RMK Investama (RMKI) selaku pemegang saham utama telah menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan seluruh haknya. RMKI akan mengambil bagian sebanyak 308.564.114 HMETD dengan total nilai sebesar Rp107.997.439.900. Jika saham baru tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, maka sisa saham akan dialokasikan kepada pemegang saham lain yang memesan lebih besar dari haknya secara proporsional.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi RMKO Terkait Aksi Korporasi
Jadwal Lengkap Penambahan Modal RMKO 2026
Berikut adalah jadwal rencana pelaksanaan PMHMETD I berdasarkan prospektus ringkas perseroan:
| Kegiatan | Tanggal Pelaksanaan |
| Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran | 5 Juni 2026 |
| Tanggal Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi | 15 Juni 2026 |
| Tanggal Ex HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi | 17 Juni 2026 |
| Tanggal Cum HMETD di Pasar Tunai | 18 Juni 2026 |
| Tanggal Ex HMETD di Pasar Tunai | 19 Juni 2026 |
| Tanggal Pencatatan (Recording Date) | 18 Juni 2026 |
| Periode Perdagangan dan Pelaksanaan HMETD | 22 – 26 Juni 2026 |
| Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan | 30 Juni 2026 |
| Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan | 1 Juli 2026 |
| Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Saham Tambahan | 3 Juli 2026 |
Dampak bagi Investor
Pemegang saham lama yang tidak mengeksekusi haknya dalam PMHMETD I ini akan menghadapi risiko dilusi kepemilikan saham. Persentase penurunan kepemilikan saham atau dilusi maksimum adalah sebesar 26,78%. Hal tersebut terjadi karena jumlah saham baru yang diterbitkan mewakili porsi yang cukup signifikan dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi selesai.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan sepenuhnya untuk modal kerja. Penggunaan dana mencakup biaya bahan bakar (fuel), pelumas, pembelian suku cadang (sparepart), serta pemeliharaan alat berat, kendaraan, dan mesin. Penguatan modal kerja ini diharapkan mendukung peningkatan intensitas operasional dan efisiensi pengangkutan batu bara melalui jalur private hauling road.
Kondisi Keuangan dan Kinerja Operasional
Sepanjang tahun 2025, RMKO mencatatkan pertumbuhan pendapatan neto yang signifikan sebesar 63,62% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp407,56 miliar. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan pendapatan dari segmen jasa konstruksi infrastruktur tambang dan jasa sewa alat berat. Namun, perseroan membukukan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp49,39 miliar pada akhir 2025 dibandingkan rugi Rp18,67 miliar pada 2024.
Kenaikan kerugian ini disebabkan oleh beban pokok pendapatan yang tumbuh lebih tinggi dari pendapatan, yakni sebesar 85,72%. Manajemen menjelaskan bahwa kondisi operasional saat ini masih berada dalam fase transisional dan investasi. Utilisasi alat dan produktivitas belum mencapai tingkat optimal akibat peningkatan beban penyusutan aset baru dan biaya pemeliharaan awal.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Berapa harga pelaksanaan rights issue RMKO? Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp350 per saham yang harus dibayar penuh saat mengajukan pemesanan.
2. Apa yang harus dilakukan investor jika ingin menghindari dilusi? Investor harus melaksanakan haknya sesuai rasio 175:64 atau membeli HMETD tambahan di pasar selama periode perdagangan pada 22-26 Juni 2026.
3. Digunakan untuk apa dana hasil rights issue ini? Seluruh dana akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja operasional seperti bahan bakar, suku cadang, dan pemeliharaan alat berat.
Poin Penting bagi Investor
- Rasio HMETD: Setiap 175 saham lama mendapatkan 64 hak untuk membeli saham baru.
- Target Dana: Perseroan membidik dana hingga Rp159,99 miliar untuk memperkuat arus kas operasional.
- Komitmen Pemegang Saham Utama: PT RMK Investama akan mengeksekusi seluruh haknya senilai Rp107,99 miliar.
- Risiko Dilusi: Pemegang saham lama terancam dilusi hingga 26,78% jika tidak berpartisipasi.
- Strategi Bisnis: RMKO fokus pada optimalisasi infrastruktur logistik terintegrasi di Sumatera Selatan, termasuk pemanfaatan Train Loading System (TLS) dan jalur pengangkutan pribadi.
Profil Singkat Perusahaan
PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) didirikan pada tahun 2017 dan bergerak dalam bidang jasa penunjang pertambangan dan penggalian. Perseroan menyediakan layanan terintegrasi mulai dari persiapan infrastruktur tambang, jasa penambangan, pengangkutan batu bara, hingga penyewaan alat berat. RMKO merupakan bagian dari RMK Group yang memiliki keunggulan kompetitif melalui kepemilikan infrastruktur logistik strategis di Sumatera Selatan.
Baca juga: PT Aplikasi Bitumen Indonesia Raih Kontrak Double Chipseal 10 KM dari PT Royaltama Mulia Konstruksi
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


