PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dan PT Eka Mas Republik (EMR) resmi mengumumkan rencana penggabungan usaha yang ditargetkan berlaku efektif secara yuridis pada 22 April 2026. Aksi korporasi ini menetapkan rasio konversi saham sebesar 1:7.703,807548, namun akan mengakibatkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama MORA sebesar 50,50%. Entitas hasil penggabungan akan berganti nama menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk dengan PT Innovate Mas Utama (IMU) bertindak sebagai pemegang saham pengendali baru.
Rincian Aksi Korporasi
Rencana penggabungan usaha ini telah disetujui oleh Dewan Komisaris dari kedua perusahaan pada tanggal 16 Desember 2025. Fokus utama dari aksi ini adalah integrasi infrastruktur backbone serat optik milik MORA dengan jaringan Fiber to the home (FTTH) milik EMR yang menjangkau pengguna akhir secara luas.
Penilaian nilai pasar dilakukan oleh Penilai Independen dengan tanggal penilaian 30 September 2025. Berdasarkan laporan tersebut, nilai pasar 100% ekuitas MORA ditetapkan sebesar Rp10,21 triliun atau Rp432 per saham. Sementara itu, nilai pasar 100% ekuitas EMR ditetapkan sebesar Rp10,42 triliun atau setara Rp3.327.118 per saham.
Konversi saham dilakukan dengan menerbitkan 24.127.524.045 saham baru MORA kepada para pemegang saham EMR. Langkah ini dilakukan guna mempertahankan nilai ekonomi kepemilikan masing-masing pihak secara proporsional sebelum dan sesudah penggabungan.
Baca juga: Mengenal berbagai strategi aksi korporasi emiten di Bursa Efek Indonesia
Jadwal Lengkap Merger MORA dan EMR
Berikut adalah ringkasan jadwal tentatif pelaksanaan penggabungan usaha hingga pencatatan saham tambahan di bursa:
| Kegiatan | Tanggal |
| RUPSLB MORA dan EMR untuk Persetujuan Penggabungan | 26 Maret 2026 |
| Periode Verifikasi Kehendak Jual (Buyback) bagi Pemegang Saham yang Tidak Setuju | 1 – 10 April 2026 |
| Penandatanganan Akta Penggabungan | 10 April 2026 |
| Tanggal Pembayaran Pembelian Kembali Saham (Buyback) | 17 April 2026 |
| Persetujuan Menteri Hukum dan Tanggal Efektif Penggabungan | 22 April 2026 |
| Pencatatan dan Perdagangan Saham Baru di Bursa Efek Indonesia | 23 April 2026 |
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Rencana Penggabungan MORA dan EMR
Dampak Merger MORA dan EMR bagi Investor
Investor lama MORA akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham atau dilusi sebesar 50,50% sebagai konsekuensi dari peningkatan modal saham. Meski demikian, penggabungan ini diharapkan menciptakan sinergi finansial melalui optimalisasi belanja modal dan pembangunan infrastruktur FTTH yang lebih efisien.
Bagi pemegang saham yang tidak menyetujui rencana penggabungan, perusahaan menyediakan fasilitas pembelian kembali saham (buyback). Harga pembelian kembali ditetapkan sebesar Rp432 per saham, sesuai dengan nilai pasar yang ditentukan oleh penilai independen.
PT Innovate Mas Utama (IMU) akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) jika permintaan pembelian kembali saham melebihi batas 10% dari modal ditempatkan MORA. Pengendalian perusahaan juga akan beralih ke IMU, dengan Franky Oesman Widjaja dan Farida Bau sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner).
Baca juga: Menilik rencana penggabungan usaha MORA dan EMR target rampung April 2026
Kondisi Keuangan Proforma Hasil Penggabungan
Berdasarkan laporan posisi keuangan proforma per 30 September 2025, total aset perusahaan hasil penggabungan diperkirakan mencapai Rp39,87 triliun. Jumlah ini merupakan gabungan dari aset MORA sebesar Rp14,47 triliun dan aset EMR sebesar Rp16,46 triliun, ditambah penyesuaian proforma termasuk goodwill.
Dari sisi profitabilitas, pendapatan usaha proforma untuk periode sembilan bulan yang berakhir September 2025 tercatat sebesar Rp5,02 triliun. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dalam skenario proforma adalah sebesar Rp530,67 miliar.
Struktur modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penggabungan akan meningkat menjadi 47.774.192.736 saham. Nilai nominal saham tetap dipertahankan sebesar Rp100 per lembar saham.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
- Apa yang harus dilakukan jika saya pemegang saham MORA dan tidak setuju dengan merger ini? Anda dapat meminta perusahaan membeli kembali saham Anda (buyback) dengan harga Rp432 per saham, asalkan Anda hadir dan memberikan suara tidak setuju dalam RUPSLB pada 26 Maret 2026.
- Berapa rasio penukaran saham untuk pemegang saham EMR? Setiap 1 (satu) saham milik pemegang saham EMR akan mendapatkan 7.703,807548 saham baru MORA.
- Siapa yang akan mengelola perusahaan setelah merger? Perusahaan akan dipimpin oleh Timotius Max Sulaiman sebagai Direktur Utama dan Arsjad Rasjid sebagai Komisaris Utama.
Poin Penting bagi Investor
- Dilusi Signifikan: Pemegang saham publik MORA akan terdilusi hingga 50,50%.
- Pengendali Baru: PT Innovate Mas Utama akan menjadi pemegang saham pengendali sebesar 48,37%.
- Sinergi Bisnis: Integrasi jaringan tulang punggung (backbone) MORA dan jaringan ritel FTTH EMR untuk efisiensi biaya pembangunan.
- Hak Keluar: Fasilitas buyback tersedia di harga Rp432 per saham bagi pemegang saham yang memenuhi syarat.
Profil Singkat Perusahaan
PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA): Perusahaan yang bergerak di bidang aktivitas telekomunikasi dengan kabel, penyedia jasa internet (ISP), jasa interkoneksi (NAP), dan pusat data (data center). Memiliki infrastruktur serat optik backbone domestik dan internasional yang luas menghubungkan Indonesia dengan Singapura.
PT Eka Mas Republik (EMR): Dikenal dengan merek dagang MyRepublic, perusahaan ini fokus sebagai penyedia jasa internet berbasis serat optik ke rumah (FTTH). Hingga September 2025, EMR memiliki lebih dari 1,5 juta pelanggan ritel dan jangkauan homepass yang tersebar di wilayah Indonesia.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!