Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightRights Issue VKTR 2026: Incar Dana Rp3 Triliun, Simak Jadwal dan Detailnya

Rights Issue VKTR 2026: Incar Dana Rp3 Triliun, Simak Jadwal dan Detailnya

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk resmi menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau Rights Issue VKTR 2026. Perseroan menerbitkan maksimal 15 miliar saham baru di harga pelaksanaan Rp200 per lembar untuk menggalang dana Rp3 triliun.

Setiap pemegang 35 saham lama per 8 Oktober 2026 berhak atas 12 hak baru. Dana hasil aksi ini akan difokuskan pada modal kerja pengembangan ekosistem kendaraan komersial listrik anak usaha.

Rincian Aksi Korporasi Rights Issue VKTR 2026

Perseroan melepas sebanyak-banyaknya 15.000.000.000 lembar saham biasa atas nama yang berasal dari portepel. Nilai nominal saham ditetapkan Rp10 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp200 per unit saham.

Total saham baru yang ditawarkan ini mewakili porsi 25,53% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan aksi korporasi. Pembagian rasio ditetapkan pada 35:12 untuk setiap investor yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS).

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) selaku pemegang saham utama memutuskan tidak mengeksekusi seluruh porsi haknya. BNBR kemudian mengalihkan sebanyak 3.660.631.994 hak miliknya kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI).

Apabila masih terdapat sisa saham baru yang belum diserap, BCI dan PT Biofuel Indo Sumatra (BIS) akan turun sebagai pembeli siaga atau standby buyer. Keduanya siap menyerap sisa alokasi saham yang tak terjual untuk memastikan kelancaran pendanaan perusahaan.

Jadwal Lengkap

Berikut rincian jadwal pelaksanaan aksi penambahan modal ini:

  • Tanggal Efektif Otoritas Jasa Keuangan: 28 September 2026
  • Akhir Perdagangan Saham Cum-Right (Reguler & Negosiasi): 6 Oktober 2026
  • Awal Perdagangan Saham Ex-Right (Reguler & Negosiasi): 7 Oktober 2026
  • Akhir Perdagangan Saham Cum-Right (Pasar Tunai): 8 Oktober 2026
  • Tanggal Pencatatan (Recording Date): 8 Oktober 2026 pukul 16.15 WIB
  • Tanggal Distribusi Hak: 9 Oktober 2026
  • Periode Perdagangan HMETD: 12-16 Oktober 2026 dan 19-23 Oktober 2026
  • Tanggal Akhir Pembayaran Pemesanan Tambahan: 27 Oktober 2026
  • Tanggal Penjatahan: 28 Oktober 2026

Dampak bagi Investor

Bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi hak porsinya, struktur kepemilikan akan mengalami penurunan atau dilusi maksimum sebesar 25,53%. Struktur permodalan emiten akan berubah seiring masuknya BCI dan BIS jika investor publik tidak menebus jatah saham baru.

Kepemilikan publik yang saat ini mencapai 58,045% berpeluang terdilusi menjadi 43,226% pasca penyelesaian aksi ini. Dana segar yang didapat pasca pengurangan biaya emisi akan diarahkan secara maksimal untuk mendanai rencana ekspansi strategis perseroan.

Alokasi 66,86% dana segar langsung disuntikkan ke PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI) sebagai penambahan modal usaha. Anak usaha ini akan memanfaatkannya untuk pengadaan kendaraan listrik berbasis model e-Mobility as a Service (e-MaaS).

Sisa dana sekitar 33,14% akan digunakan murni untuk keperluan working capital perusahaan. Kebutuhan operasional ini mencakup biaya administrasi umum dan pembelian persediaan completely knocked down (CKD) serta completely built up (CBU).

Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi (https://pintarsaham.id/strategi-manajemen-risiko-saham-untuk-menjaga-keberlangsungan-modal-investasi/)

Kondisi Keuangan Terkait

Kinerja fundamental emiten menunjukkan lonjakan pada kuartal pertama tahun 2026. Penjualan neto tercatat sebesar Rp344,99 miliar, melonjak 58,20% secara tahunan.

Pencapaian laba neto melesat tajam 97,97% mencapai Rp10,55 miliar, ditopang oleh suplai 30 unit bus listrik bagi armada Perum DAMRI. Laba bruto perusahaan juga terkerek naik sebesar 45,12% menjadi Rp64,42 miliar.

Total aset perseroan per posisi 31 Maret 2026 mencapai Rp1,83 triliun, tumbuh 2,01% dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya. Struktur liabilitas stabil di angka Rp573,44 miliar, berbanding total ekuitas senilai Rp1,26 triliun.

Sumber Informasi: Prospektus PMHMETD I PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (www.vktr.id)

FAQ

1. Apa prioritas alokasi dana dari aksi penambahan modal ini? Sebagian besar dana, yakni 66,86%, disalurkan untuk modal anak usaha (PT SEI) guna membeli kendaraan listrik komersial. Sisa pendanaan menjadi modal kerja operasional untuk perusahaan induk.

2. Bagaimana skema porsi pembagian haknya? Rasio hak ditetapkan pada 35:12 untuk pemegang saham yang namanya sah terdaftar pada waktu recording date. Setiap 35 saham lama berhak untuk menebus 12 saham baru di harga Rp200.

3. Apakah pemegang saham pengendali ikut ambil bagian? PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) selaku pengendali melepas haknya secara penuh. Seluruh jatah tersebut dialihkan ke PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) senilai total Rp732,12 miliar.

4. Apa risiko bagi investor yang memilih untuk tidak mengeksekusi saham baru? Porsi kepemilikan saham investor tersebut berpotensi tergerus secara proporsional. Angka maksimal risiko dilusi kepemilikan saham dapat mencapai level 25,53%.

Poin Penting bagi Investor

  • Target pendanaan maksimum aksi korporasi ini mencapai Rp3.000.000.000.000 (Tiga Triliun Rupiah).
  • Nilai tebus atau harga pelaksanaan dipatok pada angka Rp200 per lembar.
  • Tanggal pendaftaran pencatatan (recording date) dikunci pada 8 Oktober 2026.
  • Periode perdagangan efek berada di rentang 12–23 Oktober 2026.
  • Hadirnya PT Bakrie Capital Indonesia dan PT Biofuel Indo Sumatra selaku penyerap sisa saham atau standby buyer.

Profil Singkat Perusahaan

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) berfokus pada industri perdagangan besar kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Cakupan operasi perseroan sangat luas, mulai dari impor, perakitan, sampai perdagangan berbagai komponen suku cadang otomotif.

Pusat kendali perusahaan berlokasi di wilayah Jakarta Selatan dengan dukungan fasilitas manufaktur komprehensif. Area produksinya tersebar strategis di wilayah Magelang, Bekasi, dan Tangerang.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here