PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) resmi menggelar aksi korporasi Rights Issue BNBR 2026 dengan menerbitkan 89,91 miliar saham baru seharga Rp53 per saham. Aksi Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V ini membidik perolehan dana segar hingga Rp4,76 triliun. Pemegang saham lama berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimal sebesar 34,15% jika tidak mengeksekusi haknya.
Rincian Rights Issue BNBR 2026
Melalui PMHMETD V, perseroan menawarkan sebanyak 89.919.839.078 Saham Biasa Seri E dengan nilai nominal Rp12 setiap saham. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp53 per saham sehingga total dana yang dihimpun mencapai Rp4.765.751.471.134.
Rasio perbandingan yang berlaku adalah setiap pemegang 27 saham lama yang namanya tercatat pada 10 Juli 2026 akan memperoleh 14 HMETD. Setiap 1 HMETD berhak digunakan untuk membeli 1 saham baru. PT Bakrie Capital Indonesia bertindak sebagai Pembeli Siaga yang siap mengambil sisa saham yang tidak dieksekusi investor lain.
Jadwal Lengkap
Berikut adalah jadwal pelaksanaan PMHMETD V berdasarkan keterbukaan informasi perseroan:
- Cum Right Pasar Reguler dan Negosiasi: 8 Juli 2026.
- Ex Right Pasar Reguler dan Negosiasi: 9 Juli 2026.
- Cum Right Pasar Tunai: 10 Juli 2026.
- Tanggal Pencatatan (Recording Date): 10 Juli 2026.
- Periode Perdagangan HMETD: 14-27 Juli 2026.
- Tanggal Akhir Pembayaran Saham Tambahan: 29 Juli 2026.
- Tanggal Penjatahan: 30 Juli 2026.
Dampak bagi Investor
Investor lama yang memutuskan untuk tidak melaksanakan haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) sebanyak-banyaknya 34,15%. Pemegang saham utama seperti Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd dipastikan tidak mengeksekusi haknya secara keseluruhan. Seluruh hak dari kedua entitas tersebut akan dialihkan kepada PT Bakrie Capital Indonesia.
Saham hasil PMHMETD V tidak diterbitkan dalam bentuk surat kolektif fisik. Saham tersebut akan didistribusikan dalam bentuk elektronik yang diadministrasikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Rencana Penggunaan Dana
Mayoritas dana hasil rights issue sebesar Rp4,36 triliun dialokasikan sebagai pinjaman kepada anak usaha, PT Bakrie Toll Indonesia. Pinjaman ini ditujukan untuk melunasi pokok utang kepada Hartman International Pte. Ltd. sebesar Rp3,66 triliun dan PT Bank Nationalnobu Tbk sebesar Rp700 miliar.
Dana sebesar Rp200 miliar disalurkan untuk modal kerja PT Bakrie Construction guna mendukung Proyek Pertamina Hulu Rokan. Sebanyak Rp40 miliar ditujukan bagi PT Cimanggis Cibitung Tollways untuk pematangan lahan, sementara sisanya digunakan untuk modal kerja operasional perseroan. Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia
Kondisi Keuangan Terkait
Pada akhir tahun 2025, rasio cakupan pembayaran utang (Debt Service Coverage Ratio/DSCR) perseroan tercatat sebesar 0,41 kali, turun dari 0,59 kali pada tahun 2024. Penurunan tersebut utamanya dipicu oleh lonjakan total liabilitas perseroan, meskipun laba neto tercatat mengalami kenaikan.
Manajemen menilai rasio tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kemampuan bayar perseroan pasca-akuisisi jalan tol yang diproyeksikan menyumbang pendapatan berkelanjutan (recurring income). Aksi korporasi ini diharapkan dapat mengurangi sebagian besar beban utang secara signifikan.
FAQ
- Apa tujuan utama dari aksi korporasi ini? Tujuan utamanya adalah untuk melunasi utang anak usaha kepada kreditur serta mendanai modal kerja proyek infrastruktur dan operasional perseroan.
- Berapa rasio HMETD yang didapatkan investor? Setiap pemegang 27 saham lama pada recording date berhak mendapatkan 14 HMETD.
- Apa risiko jika investor tidak mengeksekusi HMETD? Investor berpotensi mengalami dilusi kepemilikan saham hingga maksimal 34,15% akibat penerbitan saham baru.
Poin Penting bagi Investor
- Target dana maksimal mencapai Rp4,76 triliun.
- Harga pelaksanaan ditetapkan pada level Rp53 per saham.
- Batas akhir pencatatan (recording date) adalah 10 Juli 2026.
- PT Bakrie Capital Indonesia bertindak sebagai pembeli siaga.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bakrie & Brothers Tbk adalah perusahaan holding yang beroperasi di sektor konsultasi manajemen, industri, konstruksi, manufaktur, dan infrastruktur. Kantor pusat perseroan berlokasi di Bakrie Tower, Kompleks Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin