PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) secara resmi mengumumkan rencana penambahan kegiatan usaha baru yang berfokus pada aktivitas pengolahan data dan penyediaan infrastruktur komputasi. Perseroan memproyeksikan pembangunan unit data center berkapasitas 5 MW di Kamojang, Jawa Barat, dengan indikator kelayakan finansial berupa Net Present Value (NPV) senilai Rp126,36 miliar. Aksi korporasi ini dijadwalkan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 21 April 2026.
Baca juga: Cara Baca Keterbukaan Informasi dan Aksi Korporasi: Panduan Langkah demi Langkah bagi Investor
Rincian Penambahan Kegiatan Usaha PGEO
Penambahan kegiatan usaha ini mencakup dua Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) utama, yaitu KBLI 63101 (Aktivitas Pengolahan Data) dan KBLI 63102 (Aktivitas Penyediaan Infrastruktur Komputasi, Hosting, dan Aktivitas Terkait). Proyek ini akan mengintegrasikan operasional green data center dengan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) berkapasitas 5 MW sebagai sumber energi utama yang bersifat dedicated.
Fasilitas pusat data akan dibangun di atas lahan seluas 5.133 meter persegi di wilayah Kamojang, Kabupaten Bandung. Lokasi ini dipilih karena memiliki keunggulan suhu udara dataran tinggi yang dapat mengoptimalkan efisiensi sistem pendinginan (cooling system). Perseroan menargetkan sertifikasi Tier III dari Uptime Institute dengan jaminan ketersediaan (uptime) mencapai 99,982%.
Implementasi strategi ini mencakup penambahan 38 tenaga kerja baru untuk mendukung operasional di kantor pusat dan fasilitas teknis. Manajemen menegaskan bahwa integrasi model bisnis dari hulu (uap panas bumi) hingga hilir (data center) merupakan keunggulan kompetitif utama perseroan.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
Jadwal Lengkap Aksi Korporasi
Berikut adalah jadwal penting terkait pelaksanaan RUPST dan rencana penambahan kegiatan usaha PGEO:
| No | Agenda | Tanggal |
| 1 | Pengumuman RUPS dan Keterbukaan Informasi | 13 Maret 2026 |
| 2 | Tanggal Daftar Pemegang Saham (Recording Date) | 27 Maret 2026 |
| 3 | Pemanggilan RUPST | 30 Maret 2026 |
| 4 | Penyelenggaraan RUPST | 21 April 2026 |
| 5 | Penyampaian Ringkasan Risalah RUPST | 23 April 2026 |
| 6 | Penyampaian Risalah RUPST kepada OJK | 20 Mei 2026 |
RUPST rencananya akan diselenggarakan di Aryanusa Ballroom, Menara Danareksa, Jakarta Pusat, mulai pukul 13.30 WITA. Pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada penutupan perdagangan 27 Maret 2026.
Dampak bagi Investor
Rencana penambahan kegiatan usaha PGEO diproyeksikan tidak akan memberikan dampak dilusi terhadap kepemilikan saham karena pendanaan bersumber dari kas internal. Perseroan tidak berencana melakukan pinjaman bank atau penerbitan saham baru untuk membiayai proyek PLTP dan data center ini. Hal ini menjaga stabilitas struktur modal dan tidak menambah beban bunga pada laporan laba rugi konsolidasian.
Berdasarkan analisis inkremental, EBITDA perseroan diproyeksikan akan lebih tinggi sekitar 0-1% dibandingkan tanpa adanya rencana ini. Meskipun demikian, laba bersih pada dua tahun pertama operasional diperkirakan sedikit lebih rendah karena perhitungan depresiasi aset tetap yang cukup tinggi di awal. Investor perlu mencermati bahwa nilai Internal Rate of Return (IRR) proyek ini mencapai 10,51%, lebih tinggi dari biaya modal rata-rata tertimbang (WACC) sebesar 9,02%.
Pengembangan green data center diharapkan meningkatkan daya tarik investasi bagi perusahaan multinasional yang menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Ekspansi ini memperluas portofolio pendapatan perseroan di luar segmen penjualan uap dan listrik konvensional.
Kondisi Keuangan Terkait
Hingga 31 Desember 2025, PGEO mencatatkan posisi keuangan yang solid dengan total aset mencapai US$3,03 miliar. Pendapatan konsolidasian tercatat sebesar US$432,72 juta, meningkat 6,29% dibandingkan tahun sebelumnya, yang mayoritas dikontribusikan oleh pihak berelasi sebesar 96%. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat senilai US$137,66 juta.
Perseroan memiliki rasio solvabilitas yang sangat terjaga dengan Debt to Equity Ratio (DER) sebesar 0,37 kali dan Debt to Assets Ratio (DAR) sebesar 0,25 kali. Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2025 mencapai US$718,49 juta, memberikan fleksibilitas likuiditas yang cukup tinggi. Analisis titik impas (break-even point) untuk unit bisnis data center baru ini diperkirakan tercapai pada tingkat hunian (occupancy rate) sebesar 59%.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
- Apakah rencana ini akan menyebabkan dilusi saham bagi pemegang saham publik? Tidak, pendanaan proyek ini direncanakan menggunakan kas internal sehingga tidak melibatkan penerbitan saham baru.
- Kapan operasional data center ini mulai memberikan kontribusi laba? Berdasarkan proyeksi keuangan, kontribusi pendapatan dimulai secara bertahap sejak operasional tahun pertama, namun margin laba bersih akan mulai stabil pada tahun 2033.
- Apa risiko terbesar dari rencana penambahan kegiatan usaha ini? Risiko utama meliputi aspek teknis seperti kebakaran, bencana alam (erupsi dan tanah longsor), serta risiko keamanan siber (cyber attack).
Poin Penting bagi Investor
- Aksi Korporasi: Penambahan KBLI 63101 dan 63102 untuk bisnis green data center.
- Investasi: Menggunakan kas internal, tanpa penambahan utang atau dilusi saham.
- Kelayakan Finansial: NPV positif Rp126,36 miliar, IRR 10,51%, dan BCR 1,87 kali.
- Lokasi: Kamojang, Jawa Barat, dengan kapasitas listrik dedicated 5 MW.
- Persetujuan: Diperlukan suara mayoritas dalam RUPST 21 April 2026.
Profil Singkat Perusahaan
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) adalah perusahaan yang menyelenggarakan usaha di bidang panas bumi dari sektor hulu hingga hilir. Sebagai bagian dari grup Pertamina, perusahaan fokus pada pengembangan energi hijau dan berkelanjutan di Indonesia serta mulai merambah pasar internasional untuk memperluas dampak operasionalnya.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!