Rencana buyback ADRO diumumkan pada 14 Mei 2025 di harga 1.915 melalui publikasi resmi Perubahan Informasi Rencana Pembelian Kembali Saham dari IDX. Secara teori buyback adalah sinyal bahwa perusahaan menilai sahamnya undervalued dan ingin mengalokasikan dana untuk membelinya kembali sehingga biasanya diharapkan memberi dorongan harga. Memang setelah pengumuman itu pasar merespons positif harga ADRO sempat naik tajam hingga menyentuh 2.320 pada 19 Mei 2025 atau sekitar +21% dari level pengumuman. Ini menunjukkan efek awal buyback yang bullish.
Namun kenaikan tersebut tidak bertahan lama. Dalam beberapa minggu kemudian tren harga berbalik melemah dan pada 9 Juli 2025 harga turun ke 1.740 atau -28,40% YTD yang berarti sekitar -25% dari puncak 2.320. Per 14 Agustus 2025 harga ada di 1.850 masih di bawah harga saat pengumuman buyback. Artinya dari sudut pandang investor yang beli di harga pengumuman posisi sekarang masih rugi.
Data eksekusi buyback di KSEI menunjukkan pembelian mulai aktif pertengahan Juli 2025. Polanya bertahap dan nominalnya relatif kecil dibanding kapitalisasi ADRO. Dari 15 Juli sampai 12 Agustus 2025 total sekitar 86,668 juta saham dibeli yang dengan asumsi harga rata-rata 1.700–1.800 nilainya hanya sekitar Rp150 miliar-an. Persentase kepemilikan naik tipis dari 5,53% menjadi 5,78%. Dengan volume sekecil ini efek penopang harga secara teknikal jadi terbatas.
Buktinya jelas terlihat dari pergerakan harga buyback memang membuat harga ADRO naik sesaat (14 Mei ke 19 Mei) tapi tren selanjutnya justru turun hingga di bawah harga buyback. Ini menandakan bahwa meskipun buyback bisa memicu short-term rally faktor fundamental dan sentimen sektor seperti prospek batubara kondisi makro dan kinerja keuangan lebih dominan menentukan arah harga jangka menengah-panjang.
Apakah bandarnya sengaja mau buyback harga rendah, karena ndak pengen lihat ritel cepat kaya? Ataukah sengaja tahan harga agar ritel bisa ikutan serok bawah biar nanti bisa kaya bareng? Hipotesis ana yang ingin dipercaya?
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!