Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightRambah Bisnis Susu dan Kerbau, Estika Tata Tiara (BEEF) Siapkan Investasi Rp...

Rambah Bisnis Susu dan Kerbau, Estika Tata Tiara (BEEF) Siapkan Investasi Rp 319 Miliar

Jakarta, KONTAN – Emiten pengolahan daging PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) bersiap melebarkan sayap bisnisnya. Tak lagi hanya berfokus pada pengolahan dan distribusi daging sapi, perseroan berencana merambah ke sektor peternakan sapi perah, budidaya kerbau potong, hingga perdagangan susu dan produk susu.

Untuk memuluskan rencana ekspansi ini, manajemen akan meminta restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 14 November 2025 mendatang di Subang, Jawa Barat.

Direksi PT Estika Tata Tiara Tbk menyatakan bahwa penambahan kegiatan usaha ini merupakan langkah strategis untuk menjamin dan mempertahankan pertumbuhan usaha perseroan di masa depan. Langkah diversifikasi ini diambil setelah perseroan menunjukkan tren pemulihan kinerja keuangan yang solid.

Setelah sempat mencatatkan kerugian pada periode 2020-2022, BEEF berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak laba bersih Rp 57 miliar pada 2023. Kinerja positif ini berlanjut pesat di tahun 2024, di mana pendapatan melonjak signifikan menjadi Rp 4,93 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 103,1 miliar.

Rincian Rencana Ekspansi

Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan pada Rabu (8/10) , perseroan akan menambahkan lima kegiatan usaha baru dalam anggaran dasarnya. Kelima bidang usaha tersebut adalah:

  • Kegiatan pembibitan dan budidaya sapi perah.
  • Kegiatan pembibitan dan budidaya kerbau potong.
  • Perdagangan besar binatang hidup.
  • Perdagangan besar susu dan produk susu.
  • Kegiatan pergudangan dan penyimpanan.

Kebutuhan Investasi dan Proyeksi KinerjaTotal investasi yang dibutuhkan untuk menjalankan rencana ekspansi ini diperkirakan mencapai Rp 319,37 miliar. Sumber pendanaan akan berasal dari kombinasi utang bank sebesar 60% atau sekitar Rp 191,62 miliar, dan modal sendiri sebesar 40% atau sekitar Rp 127,75 miliar.

Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan untuk melakukan studi kelayakan. Hasilnya, KJPP menyatakan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha ini layak untuk dilaksanakan.Berdasarkan studi kelayakan tersebut, bisnis baru ini diproyeksikan memiliki tingkat pengembalian internal (Internal Rate of Return/IRR) sebesar 18,51% dengan nilai sekarang bersih (Net Present Value/NPV) positif sebesar Rp 88,71 miliar. Adapun periode pengembalian modal atau payback period diperkirakan akan memakan waktu 3 tahun 9 bulan.

Proyeksi pendapatan dari kegiatan usaha baru ini diharapkan mulai mengalir pada semester kedua 2025 dan terus bertumbuh hingga mencapai puncaknya di angka Rp 220,66 miliar pada tahun 2028. Analisis sensitivitas juga menunjukkan bahwa rencana ini relatif lebih sensitif terhadap perubahan atau penurunan harga jual dibandingkan kenaikan biaya variabel dan biaya tetap.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here