Emiten pengolahan daging PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) bersiap melebarkan sayap bisnisnya secara signifikan. Tak lagi hanya berfokus pada pengolahan dan distribusi daging sapi, perseroan berencana merambah ke sektor peternakan sapi perah, budidaya kerbau potong, hingga perdagangan susu dan produk susu.
Untuk memuluskan rencana ekspansi ini, manajemen akan meminta restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 14 November 2025 di Subang, Jawa Barat.
Agenda RUPSLB: Ekspansi dan Jaminan Utang
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, RUPSLB mendatang tidak hanya akan membahas persetujuan atas penambahan kegiatan usaha baru. Terdapat dua agenda penting lainnya:
- Ratifikasi Pengangkatan Kembali Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
- Persetujuan Penjaminan Aset >50% Kekayaan Bersih. Perseroan akan meminta izin untuk menjadikan sebagian besar harta kekayaannya sebagai jaminan utang. Langkah ini krusial untuk memperoleh fasilitas pinjaman dari bank yang akan digunakan untuk mendanai ekspansi.
Didukung Pemulihan Kinerja Solid
Langkah diversifikasi ini diambil setelah perseroan menunjukkan tren pemulihan kinerja keuangan yang solid. Setelah mencatatkan kerugian pada periode 2020-2022, BEEF berhasil membalikkan keadaan.
Perseroan mencetak laba bersih Rp 57 miliar pada 2023 dan laba bersih Rp 103,1 miliar pada 2024. Lonjakan laba ini didukung oleh pendapatan yang melonjak signifikan dari Rp 611,7 miliar pada 2023 menjadi Rp 4,93 triliun pada 2024.
Kinerja positif ini berlanjut hingga 30 Juni 2025 (interim), di mana BEEF mencatatkan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 73,7 miliar dari total penjualan Rp 3,45 triliun. Pemulihan ini juga terlihat dari posisi ekuitas yang kembali positif menjadi Rp 335,69 miliar per Juni 2025, setelah sempat negatif pada 2021 dan 2022. Rasio lancar (Current Ratio) juga membaik signifikan dari 41,20% di 2023 menjadi 105,40% per Juni 2025.
Rincian Rencana Ekspansi
Berdasarkan keterbukaan informasi, perseroan akan menambahkan lima kegiatan usaha baru (KBLI) dalam anggaran dasarnya:
- Kegiatan pembibitan dan budidaya sapi perah (KBLI 01412)
- Kegiatan pembibitan dan budidaya kerbau potong (KBLI 01413)
- Perdagangan besar binatang hidup (KBLI 46205)
- Perdagangan besar susu dan produk susu (KBLI 46326)
- Kegiatan pergudangan dan penyimpanan (KBLI 52101)
Total investasi yang dibutuhkan untuk menjalankan rencana ekspansi ini diperkirakan mencapai Rp 319,37 miliar. Sumber pendanaan akan berasal dari kombinasi utang bank sebesar 60% atau sekitar Rp 191,62 miliar, dan modal sendiri sebesar 40% atau sekitar Rp 127,75 miliar.
Proyeksi Bisnis dan Kelayakan
Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan untuk melakukan studi kelayakan. Hasilnya, KJPP menyatakan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha ini layak untuk dilaksanakan.
Studi kelayakan tersebut memisahkan dua skenario proyeksi:
- Hanya Bisnis Ekspansi: Proyeksi untuk bisnis baru ini (sapi perah dan kerbau) memiliki tingkat pengembalian internal (IRR) sebesar 18,51% dengan nilai sekarang bersih (NPV) positif sebesar Rp 88,71 miliar. Periode pengembalian modal (payback period) diperkirakan 3 tahun 9 bulan.
- Bisnis Gabungan (Existing + Ekspansi): Jika digabungkan dengan bisnis yang sudah ada, proyeksi kelayakan menjadi jauh lebih tinggi. IRR gabungan diproyeksikan mencapai 49,40%, NPV sebesar Rp 458,71 miliar, dengan payback period lebih cepat, yakni 2 tahun 5 bulan.
Proyeksi ini disusun dengan asumsi tingkat diskonto (WACC) sebesar 9,52% per tahun. Pendapatan dari kegiatan usaha baru ini diharapkan mulai mengalir pada semester kedua 2025 dan terus bertumbuh hingga mencapai puncaknya di angka Rp 220,66 miliar pada tahun 2028.
Analisis sensitivitas juga menunjukkan bahwa rencana ini relatif lebih sensitif terhadap perubahan atau penurunan harga jual dibandingkan kenaikan biaya variabel dan biaya tetap.
Saat ini, saham BEEF dikendalikan oleh Asia Agri International Pte. Ltd. sebesar 70,59%, dengan Hj. Diana Dewi, S.E. tercatat sebagai pemilik manfaat perseroan. Rencana ekspansi ini akan dijalankan di bawah arahan Direktur Utama Ir. Imam Subowo dan Dewan Komisaris yang diketuai oleh Aldi Imam Wibowo.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!