PT Solusi Tunas Pratama Tbk memproyeksikan perolehan pendapatan sebesar Rp1,84 triliun beserta laba bersih senilai Rp920 miliar pada periode tahun 2026. Target kinerja SUPR 2026 tersebut dirancang dengan mengandalkan peningkatan utilisasi menara dan pembukaan peluang kolokasi baru pasca konsolidasi industri telekomunikasi.
Rincian Aksi Korporasi dan Target Kinerja SUPR 2026
Pertumbuhan pendapatan perseroan selama tahun 2025 terpantau belum seimbang dengan kenaikan aset menara yang berhasil tumbuh 14,3%. Kondisi ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan tingkat penyewaan (tenancy) yang tertahan di level 2%.
Terbatasnya penyewaan ini secara langsung dipengaruhi oleh aktivitas relokasi serta konsolidasi jaringan antar operator telekomunikasi. Hal tersebut terjadi akibat penggabungan usaha (merger) antara PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom menjadi entitas baru bernama PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk pada tahun 2025. Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham Untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Jadwal Lengkap Paparan Publik
Manajemen perseroan telah melaksanakan kewajiban penyelenggaraan paparan publik tahunan (public expose) secara daring. Rincian agenda kegiatan tersebut diuraikan melalui tabel berikut:
| Keterangan | Detail |
| Agenda | Laporan Hasil Paparan Publik Tahunan 2026 |
| Hari/Tanggal | Rabu, 20 Mei 2026 |
| Waktu | Pkl. 12.15-12.45 WIB |
| Media | Zoom Webinar |
| Kehadiran Manajemen | Direktur Utama, Direktur, dan Advisor – Group Investor Relations |
Dampak bagi Investor
Fokus strategis perseroan pada layanan kolokasi diharapkan mampu menekan kebutuhan pengeluaran modal (capex) sekaligus meminimalkan beban biaya operasional. Pengeluaran investasi akan diimplementasikan secara selektif dengan menyesuaikan volume permintaan aktual dari pelanggan demi menjaga tingkat imbal hasil pemegang saham.
Efisiensi operasional ini bertujuan untuk menjaga stabilitas struktur modal di tengah tantangan konsolidasi jaringan seluler. Normalisasi jaringan operator diperkirakan segera rampung, sehingga utilisasi aset menara dapat kembali memberikan dampak positif bagi pemegang saham lama.
Kondisi Keuangan Terkait
Perseroan menetapkan target rasio penyewaan menara (tenancy ratio) pada kisaran 1,7x untuk periode tahun 2026 hingga 2027. Target ini merupakan langkah adaptasi strategis setelah rasio penyewaan perseroan sempat mengalami penurunan hingga 1,75x pada tahun sebelumnya.
Penurunan metrik operasional tersebut secara langsung sempat menekan potensi monetisasi aset perseroan. Namun demikian, manajemen meyakini proyeksi pendapatan Rp1,84 triliun dapat direalisasikan dengan baik sejalan dengan tren penguatan kolokasi.
FAQ
1. Mengapa pertumbuhan pendapatan perseroan lebih rendah dari aset di 2025? Pendapatan tertahan akibat pertumbuhan penyewaan (tenancy) yang hanya berada di kisaran 2%. Faktor pemicu utamanya adalah konsolidasi jaringan pasca merger menjadi PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk.
2. Berapa target perolehan laba bersih perseroan tahun ini? Manajemen membidik pencapaian laba bersih sebesar Rp920 miliar pada tahun 2026. Laba tersebut bersumber dari peningkatan tingkat utilisasi menara.
3. Bagaimana rencana belanja modal perseroan di tahun mendatang? Perseroan akan melakukan belanja modal (capex) secara selektif menyesuaikan permintaan pelanggan. Strategi ini dirancang demi menjaga efisiensi bisnis kolokasi.
Poin Penting bagi Investor
- Aset menara tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 14,3% pada tahun 2025.
- Tingkat rasio penyewaan menara perseroan sempat merosot ke level 1,75x akibat konsolidasi jaringan operator.
- Target rasio penyewaan diproyeksikan berada di angka 1,7x pada kurun waktu 2026-2027.
- Pendapatan tahun 2026 secara resmi ditargetkan menyentuh angka Rp1,84 triliun.
- Ekspansi akan difokuskan secara penuh pada layanan kolokasi untuk menjaga efisiensi tingkat pengembalian modal.
Profil Singkat Perusahaan
PT Solusi Tunas Pratama Tbk merupakan perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang berpusat di Jakarta. Perseroan beroperasi secara langsung sebagai entitas anak dari PT Profesional Telekomunikasi Indonesia.
Disclaimer:Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.
Masih Bingung? Tanya Admin