PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) baru saja menggelar Public Expose pada Jumat, 19 Desember 2025, di Gedung Uniplaza, Medan. Dalam pertemuan tersebut, manajemen memaparkan sejumlah perkembangan strategis terkait operasional, komitmen keberlanjutan, hingga kebijakan sosial perusahaan di tengah tantangan keuangan.
Berikut adalah poin-poin penting yang perlu dicermati oleh para investor:
1. Stop Beli Kayu Eksternal, Fokus Kemandirian Bahan Baku
Mulai tahun 2025, INRU memutuskan untuk tidak lagi melakukan pembelian kayu dari sumber eksternal. Kebijakan ini diambil setelah melalui evaluasi operasional yang menunjukkan bahwa kebutuhan bahan baku sudah mampu dipenuhi secara mandiri dari tanaman hasil budidaya sendiri di areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) milik Perseroan.
Langkah ini bertujuan untuk:
- Memperkuat kemandirian pasokan bahan baku.
- Memastikan standar legalitas dan keberlanjutan sesuai dengan Kebijakan Keberlanjutan Perseroan.
2. Alasan Tetap Jalankan CSR Meski Masih Merugi
Dalam sesi tanya jawab, manajemen memberikan penjelasan mengenai tetap berjalannya program Corporate Social Responsibility (CSR) meskipun kondisi keuangan perusahaan saat ini masih mencatatkan kerugian.
Manajemen menegaskan bahwa CSR bukan sekadar biaya, melainkan investasi jangka panjang yang berlandaskan prinsip 5C (Good for Community, Country, Climate, Customer, dan Company). Program ini dirancang untuk menjaga stabilitas sosial dan hubungan kemitraan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional, yang diyakini akan mendukung keberlangsungan bisnis secara seimbang antara aspek ekonomi dan lingkungan di masa depan.
3. Tanggapan Terkait Isu Lingkungan
Menanggapi tudingan terkait penyebab banjir di beberapa wilayah Sumatera Utara, INRU menegaskan bahwa seluruh operasional perusahaan telah berjalan sesuai dengan perizinan dan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan serta lingkungan hidup.
Berdasarkan kajian teknis internal, lokasi operasional Perseroan berada pada daerah aliran sungai yang berbeda dan memiliki jarak yang signifikan dari wilayah-wilayah yang terdampak banjir. Perusahaan terus memantau lingkungan secara rutin untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


