Target dividen BUMN 2025 sebesar Rp150 triliun untuk Danantara menjadi ambisi besar pemerintah dalam mengoptimalkan kinerja aset negara. Danantara sebagai sovereign wealth fund yang kini menjadi tempat parkir dividen BUMN ditargetkan mengelola arus masuk dari berbagai perusahaan pelat merah baik yang Tbk maupun non Tbk.
Meskipun target resmi dalam APBN hanya Rp90 triliun angka Rp150 triliun ini mencerminkan target strategis kolektif untuk menghimpun dana pembangunan tanpa utang baru.
Sampai pertengahan tahun 2025 data dividen dari BUMN Tbk sudah menyumbang kontribusi yang sangat signifikan. Empat bank pelat merah yaitu BBRI BMRI BBNI dan BTN mencatat total dividen gabungan Rp109,94 triliun menjadikan sektor keuangan sebagai penyumbang terbesar.
Di luar sektor perbankan Telkom menyetor Rp21,04 triliun PGAS menambahkan Rp4,42 triliun dan ANTM menyumbang sekitar Rp3,6 sampai Rp3,64 triliun. Hingga titik itu total dividen BUMN Tbk sudah mencapai Rp139 triliun atau sekitar 92 sampai 93 persen dari target Rp150 triliun.
Namun baru baru ini PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp3,82 triliun (setara Rp332 per saham dengan payout ratio 75 persen). Ini jadi penambah tenaga signifikan untuk mendekati garis finish target dividen.
Dengan masuknya dividen PTBA maka total kontribusi dividen BUMN Tbk ke Danantara kini menyentuh angka Rp142,82 triliun. Artinya sisa kekurangan hanya sekitar Rp7 triliun lagi untuk mencapai target Rp150 triliun.
Dari sisi yield dividen PTBA ini cukup menarik. Dengan harga saham di kisaran Rp2.970 sampai Rp2.980 yield-nya tembus 11 sampai 14 persen menjadikan PTBA salah satu emiten tambang dengan pembagian dividen paling konsisten dan agresif di tengah tekanan penurunan laba dari Rp6,1 triliun di 2023 menjadi Rp5,1 triliun di 2024.
Secara umum, kinerja BUMN dari sisi pembagian dividen tahun ini terbilang sangat baik. Secara nominal kontribusi ke Danantara sudah hampir penuh menyisakan hanya sebagian kecil yang kemungkinan akan ditutup oleh BUMN non Tbk seperti Pertamina PLN MIND ID atau BUMN pupuk.
Namun dari sisi penerimaan negara lewat APBN realisasi masih rendah karena mekanisme baru ini belum mencatatkan arus masuk dividen sebagai PNBP melainkan sebagai peningkatan aset dalam pengelolaan Danantara.
Kalau pertanyaannya apakah target dividen Rp150 triliun sudah tercapai? Belum 100 persen tapi sudah sangat dekat. Tinggal Rp7 triliun lagi dan kalau sisa BUMN non Tbk menyetor sesuai proyeksi maka target itu bukan cuma realistis tapi nyaris pasti tercapai.
Tantangannya tinggal satu memastikan Danantara benar benar bisa mengelola dana ratusan triliun ini secara produktif dan transparan bukan sekadar jadi brankas elite tanpa hasil balik buat publik.
Cari saham bagus tapi bingung mulai dari mana? Ini dia panduan yang kamu butuhkan.