Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightPTBA Bukukan Laba Bersih Rp2,93 Triliun di FY2025, Operasional Tumbuh dan Profitabilitas...

PTBA Bukukan Laba Bersih Rp2,93 Triliun di FY2025, Operasional Tumbuh dan Profitabilitas Berangsur Pulih

Jakarta, 1 April 2026PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian auditan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 (FY25) ke BEI/OJK. Laporan keuangan konsolidasian FY25 Perusahaan dilengkapi dengan laporan keuangan konsolidasian yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti, dan Surja, yang merupakan anggota dari jaringan global Ernst and Young.

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail mengatakan: “Di tengah tekanan harga batu bara global sepanjang 2025, PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) tetap mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid. Perseroan juga mencatat perbaikan profitabilitas secara kuartalan, didorong oleh optimalisasi portofolio pasar ekspor dan peningkatan efisiensi biaya. Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan volume produksi dan penjualan yang tetap positif. Selain itu, realisasi belanja modal yang optimal menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan serta pertumbuhan kinerja operasional Perseroan ke depan.

Ikhtisar

  • PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 Triliun dan EBITDA sebesar Rp6,08 Triliun, dengan EBITDA margin di angka 14%.
  • PTBA mencatatkan kinerja operasional yang solid dengan mencatatkan pertumbuhan produksi secara YoY sebesar 9% yang juga diikuti dengan kenaikan realisasi penjualan sebesar 6%. Meskipun secara operasional kinerja meningkat, namun harga jual rata-rata (ASP) tercatat menurun 6% YoY seiring dengan harga batu bara yang terus menurun dimana NCI tercatat menurun 22% dan ICI-3 turun hingga 16% YOY.
  • Terkait dengan ketercapaian capital expenditure, pada tahun buku 2025 sudah terealisasi sebesar 63% dari target tahunan atau sebesar Rp4,55 Triliun.

Kinerja Operasional

(Dalam Ton kecuali dinyatakan lain dalam Stripping Ratio)

KeteranganFY25FY24% Selisih
Volume Produksi47.188.60543.282.429+9%
Volume Angkutan40.435.43038.170.293+6%
Volume Penjualan45.428.08142.890.977+6%
Domestik24.742.79022.635.452+9%
Ekspor20.685.29120.255.525+2%
Stripping Ratio6,076,23– 3%

Kinerja Keuangan

(Dalam Juta Rupiah kecuali dinyatakan lain dalam Laba per Saham)

Laba RugiFY25FY24% Selisih
Pendapatan Usaha42.651.72442.764.968
Beban Pokok Pendapatan36.394.62434.562.7585%
Laba Kotor6.257.1008.202.210-24%
Laba Usaha3.208.0735.652.418-43%
Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk2.929.9575.103.720-43%
EBITDA6.083.9598.304.264-27%
Laba per Saham (EPS)254444-43%
Posisi Keuangan31 Des 2531 Des 24% Selisih
Total Aset43.917.06341.785.5765%
Total Liabilitas21.300.26219.141.76411%
Total Ekuitas22.616.80122.643.812
Kas dan Setara Kas4.522.1944.132.8589%
Pinjaman Bank3.227.5251.397.680131%
Belanja Modal4.551.2662.348.33294%

ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK FY2025

LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN

Pendapatan Usaha, Harga Jual Rata-rata

PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp42,65 triliun pada FY25, yang mana relatif sama secara YoY. Meskipun volume penjualan tercatat meningkat 6% YoY, namun pelemahan harga batu bara, baik Newcastle Index yang turun 22% YoY dan ICI-3 yang turun 16% YoY, berimbas pada pelemahan harga jual rata-rata yang tercatat turun 6% YoY. Adapun untuk porsi penjualan sampai dengan akhir Desember 2025 ini, penjualan domestik tercatat sebesar 54%, sedangkan sisanya 46% merupakan ekspor. Pada akhir periode ini, lima negara tujuan ekspor terbesar ditempati oleh Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.

Beban Pokok Pendapatan dan Beban Operasional Beban pokok pendapatan terealisasi sebesar Rp36,39 Triliun, atau naik sebesar 5% secara YoY. Kenaikan ini seiring dengan peningkatan volume operasional, baik produksi batu bara yang naik 9% YoY maupun angkutan yang juga naik 6% YoY, meskipun dari sisi stripping ratio tercatat lebih rendah di angka 6,07x dari pada periode yang sama tahun sebelumnya di angka 6,23x. Selain itu, pencabutan subsidi komponen FAME pada Biodiesel serta kewajiban untuk menggunakan B40 juga berdampak pada peningkatan harga BBM/liter (+13% YoY), yang otomatis berdampak pada peningkatan biaya bahan bakar yang digunakan oleh Perusahaan, baik untuk kegiatan penambangan maupun angkutan kereta api. Di samping itu, secara YoY, beban umum dan administrasi naik sebesar Rp261,88 miliar atau 13% dan beban penjualan naik 3% atau sebesar Rp23,58 miliar. Kenaikan ini selaras dengan peningkatan volume penjualan yang naik 6% YoY.

Penghasilan Keuangan, Biaya Keuangan, dan Bagian atas Laba Neto Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama Perusahaan membukukan penghasilan keuangan sebesar Rp219,50 miliar, atau turun 12% YoY seiring dengan turunnya penghasilan bunga baik dari penempatan kas di bank dan deposito berjangka maupun dari penempatan obligasi. Biaya keuangan tercatat Rp325,93 miliar atau naik 15% YoY seiring dengan peningkatan beban bunga dari pinjaman bank. Sedangkan bagian atas laba neto entitas asosiasi dan ventura bersama tercatat Rp 671,56 miliar, atau naik 5% YoY. Perusahaan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 2,93 Triliun.

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Total Aset Total aset pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp43,92 triliun atau naik 5% dibandingkan akhir tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp41,79 triliun. Hal tersebut disebabkan adanya kenaikan nilai aset tidak lancar sebesar 12% atau ekuivalen dengan Rp3,12 triliun, yang utamanya diperoleh dari penambahan aset tetap.

Total Liabilitas dan Ekuitas Total liabilitas pada 31 Desember 2025 tercatat naik dari posisi pada akhir Desember 2024 sebesar Rp19,14 triliun, menjadi Rp21,30 triliun, yang utamanya disebabkan oleh adanya kenaikan pinjaman bank. Sedangkan ekuitas tercatat menurun tipis dari posisi akhir Desember 2024 sebesar Rp22,64 triliun menjadi Rp22,62 triliun pada 31 Desember 2025.

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN

Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat naik dari sebelumnya Rp5,05 triliun menjadi Rp6,26 triliun atau naik 24% YoY. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan penermimaan dari pelanggan dan pengembalian pajak.

Arus Kas dari Aktivitas Investasi Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat naik dari periode sebelumnya Rp0,94 triliun menjadi Rp3,40 triliun sampai dengan 31 Desember 2025. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya penambahan aset tetap dan tanaman produktif yang meningkat dari periode sebelumnya.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat turun dari periode sebelumnya Rp4,14 triliun menjadi Rp2,52 triliun. Penurunan ini seiring dengan jumlah pembayaran dividen pada tahun ini serta penurunan pembayaran pinjaman bank. Pada tahun 2025, Perusahaan membagikan dividen sebesar Rp3,83 triliun.

Belanja Modal Belanja modal sampai dengan 31 Desember 2025 terealisasi sebesar Rp4,55 triliun dengan mayoritas digunakan untuk Pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan.

USULAN GUIDANCE FY26 PT BUKIT ASAM (PERSERO) TBK

  • Volume Produksi : 49,55 Juta Ton.
  • Volume Penjualan : 49,51 Juta Ton.
  • Volume Angkutan : 41,00 Juta Ton.
  • Stripping Ratio : 5,63x.
  • Capital Expenditure : Rp3,64 Triliun.

Sebagai penutup, Corporate Secretary Division Head, Eko Prayitno menyampaikan: “PTBA terus memperkuat strategi cost leadership sebagai fondasi utama dalam menjaga kinerja di tengah dinamika pasar global. Meskipun harga batu bara mengalami tekanan sepanjang tahun, Perseroan tetap menunjukkan resiliensi dengan kinerja yang positif. Dengan dukungan strategi pemasaran yang adaptif dan efisiensi operasional yang berkelanjutan, Perseroan optimistis dapat memanfaatkan momentum perbaikan harga ke depan sekaligus memperluas portofolio usaha yang berkelanjutan.

Sekilas tentang PT Bukit Asam (Persero) Tbk

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), adalah perusahaan pertambangan terkemuka milik negara Indonesia (BUMN) yang juga merupakan grup dari MIND ID. PTBA berdiri sejak 1981. Inti bisnis perusahaan berfokus pada pertambangan, pengolahan, dan perdagangan batu bara. PTBA mengoperasikan beberapa tambang batu bara di Sumatera, menghasilkan berbagai jenis batu bara, termasuk batu bara sub-bituminus dan bituminus berkualitas tinggi yang masih langka. Pada tahun 2002, PTBA menjadi perusahaan terbuka dan tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dengan komitmen terhadap praktik-praktik berkelanjutan dan tanggung jawab lingkungan, PTBA mengembangkan portofolio energi dengan investasi dalam sumber energi terbarukan. Perusahaan ini memainkan peran penting dalam menjaga kestabilan ketahanan energi nasional dalam hal penyediaan batu bara baik untuk pembangkit listrik dalam negeri maupun pasar ekspor, yang berkontribusi secara signifikan pada sektor energi dan perekonomian Indonesia. PTBA juga menjadi pelopor standar etika dengan menjadi perusahaan milik negara pertama dalam sektor energi yang menerapkan Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here