PT Triple Berkah Bersama resmi melaksanakan Penawaran Tender Wajib MEJA atas sebanyak-banyaknya 1.356.656.942 saham atau setara 60,69% dari modal disetor dengan harga penawaran Rp66 per saham. Aksi korporasi dengan total nilai maksimal Rp89,53 miliar ini merupakan kewajiban pasca pengambilalihan kendali perusahaan pada Desember 2025. Periode penawaran berlangsung mulai 18 Maret hingga 16 April 2026, dengan tanggal pembayaran dijadwalkan pada 28 April 2026.
Rincian Aksi Korporasi Penawaran Tender Wajib MEJA
PT Triple Berkah Bersama selaku pengendali baru berkewajiban melakukan penawaran tender wajib setelah membeli 45,80% saham dari PT Interra Djaya Karya pada 4 Desember 2025. Harga pengambilalihan awal dilakukan pada harga Rp20 per saham, namun harga penawaran tender wajib ditetapkan lebih tinggi yakni Rp66 per saham.
Penentuan harga Rp66 ini mengacu pada rata-rata harga tertinggi harian di Bursa Efek Indonesia selama 90 hari sebelum pengumuman negosiasi, yaitu Rp65,95 yang kemudian dibulatkan ke atas. Jumlah saham yang ditawarkan dalam proses ini mencakup seluruh saham publik yang dimiliki oleh pemegang saham selain pengendali baru dan pihak terafiliasi tertentu.
Dana untuk pelaksanaan aksi korporasi ini dipastikan telah tersedia secara cukup dalam rekening pengendali baru di PT Bank Capital Indonesia Tbk. Pelaksanaan transaksi jual beli akan dilakukan melalui mekanisme crossing di Bursa Efek Indonesia dan pembayaran dilakukan dalam mata uang Rupiah.
Baca juga: PT Indointernet Tbk (EDGE) Raih Fasilitas Kredit USD 66,5 Juta untuk Ekspansi Pusat Data
Jadwal Lengkap Penawaran Tender Wajib
Berikut adalah jadwal resmi pelaksanaan penawaran tender wajib berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan:
| Kegiatan | Tanggal Pelaksanaan |
| Tanggal Pengumuman Keterbukaan Informasi | 17 Maret 2026 |
| Tanggal Pembukaan Periode Penawaran | 18 Maret 2026 |
| Tanggal Penutupan Periode Penawaran | 16 April 2026 |
| Tanggal Pembayaran | 28 April 2026 |
| Batas Akhir Konversi Saham Script menjadi Scriptless | 9 April 2026 |
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Tentang Pengambilalihan Penawaran Tender Wajib Refloat PT Harta Djaya Karya Tbk
Dampak bagi Investor
Pelaksanaan penawaran tender wajib ini memberikan kesempatan bagi pemegang saham publik untuk mendivestasikan sahamnya pada harga premium dibandingkan harga akuisisi awal. Pengendali baru menyatakan tidak memiliki rencana untuk melakukan likuidasi, mengubah kebijakan dividen, atau menghapus pencatatan saham (delisting) MEJA dari bursa.
Apabila setelah penawaran ini kepemilikan PT Triple Berkah Bersama melebihi 80%, maka terdapat kewajiban untuk melakukan pengalihan kembali saham (refloat) kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar kepemilikan saham publik tetap terjaga minimal sebesar 20% paling lambat dua tahun setelah penawaran tender selesai.
Setiap investor yang berpartisipasi akan dikenakan biaya transaksi sebesar 0,35% dari nilai transaksi yang mencakup pajak, biaya bursa, dan komisi broker. Struktur modal perusahaan berpotensi berubah secara signifikan jika seluruh pemegang saham publik mengeksekusi haknya untuk menjual saham kepada pengendali baru.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Berdasarkan laporan keuangan auditan per Juni 2025, PT Harta Djaya Karya Tbk mencatatkan total aset sebesar Rp110,70 miliar. Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp83,74 miliar dengan total liabilitas mencapai Rp26,95 miliar.
Pada periode yang sama, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp47,15 miliar dengan laba neto tahun berjalan senilai Rp2,50 miliar. Pengendali baru berencana mengembangkan MEJA sebagai perusahaan holding dan platform investasi untuk mendukung ekspansi bisnis grup di masa depan.
Fleksibilitas investasi pada berbagai sektor usaha diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha (going concern) perseroan dalam jangka panjang. Hingga saat ini, perseroan menyatakan tidak sedang terlibat dalam perkara hukum material yang dapat mengganggu operasional bisnis.
FAQ
1. Berapa harga pelaksanaan Penawaran Tender Wajib MEJA? Harga yang ditawarkan oleh pengendali baru adalah Rp66 per saham yang akan dibayarkan secara tunai kepada pemohon yang disetujui.
2. Siapa yang menjadi pengendali baru PT Harta Djaya Karya Tbk? Pengendali baru adalah PT Triple Berkah Bersama yang merupakan perusahaan dengan fokus kegiatan usaha aktivitas perusahaan holding.
3. Bagaimana cara pemegang saham publik ikut serta dalam aksi ini? Pemegang saham harus melengkapi Formulir Penawaran Tender Wajib (FPTW) dan menyerahkan dokumen pendukung kepada Biro Administrasi Efek, PT Adimitra Jasa Korpora.
4. Kapan investor akan menerima pembayaran hasil penjualan saham? Pembayaran akan didistribusikan melalui KSEI ke rekening efek masing-masing pemohon pada tanggal 28 April 2026.
Poin Penting bagi Investor
- Harga Penawaran: Rp66 per saham, lebih tinggi dari harga akuisisi Rp20 per saham.
- Jumlah Saham: Maksimal 1.356.656.942 lembar saham publik.
- Periode: 30 hari kalender, berakhir pada 16 April 2026.
- Biaya Transaksi: Peserta dikenakan potongan biaya total sebesar 0,35%.
- Kewajiban Refloat: Wajib dilakukan dalam 2 tahun jika kepemilikan publik turun di bawah 20%.
Profil Singkat Perusahaan
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) adalah perusahaan yang bergerak di bidang desain interior, dekorasi eksterior, konstruksi gedung, dan industri furnitur. Perusahaan memiliki kantor pusat di Jakarta Selatan dan telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia sejak Februari 2024. Fokus utama saat ini mencakup pengerjaan proyek hunian, perkantoran, hingga sarana pendidikan.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!