Jakarta, 15 Desember 2025 – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (“SURGE”), yang tercatat dengan kode
saham WIFI, menyampaikan pembaruan komprehensif mengenai kinerja operasional dan keuangan
Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025.
Sorotan Kinerja Operasional – 9M 2025 (Konsolidasi SURGE)
- HomePass mencapai 1,5 juta, meningkat sekitar 7x selama periode sembilan bulan,
dengan pertumbuhan QoQ sebesar 72% atau penambahan +634.000 HomePass. - HomeConnect mencapai 830.000 pelanggan, menambahkan lebih dari 443.000 koneksi
baru secara QoQ, atau pertumbuhan 114%, yang mencerminkan permintaan pasar yang
sangat kuat. - Take-up rate meningkat menjadi 55%, naik 10,7% QoQ, tertinggi di industri fixed
broadband dan jauh di atas rata-rata industri sebesar 15–20%. - Infrastruktur backbone nasional melampaui 10.000 km jaringan serat optik,
menghubungkan wilayah dari Sumatra Barat hingga Papua dan memberikan fondasi yang
kuat untuk skalabilitas jangka panjang.
Sorotan Kinerja Keuangan – 9M 2025 (Konsolidasi SURGE) - Pendapatan meningkat signifikan menjadi Rp1,015 triliun, tumbuh 101% YoY dan 78%
QoQ, mencerminkan percepatan pesat bisnis konektivitas Perseroan, khususnya layanan
FTTH B2B dan B2C. Kinerja ini semakin menegaskan trajektori pertumbuhan pendapatan
Perseroan sebesar 100%+. - EBITDA meningkat 96% YoY menjadi sekitar Rp697 miliar, menegaskan fundamental
operasional yang kuat dan mengonfirmasi pertumbuhan EBITDA mendekati 100% YoY. - Laba bersih mencapai Rp330 miliar, tumbuh 107% YoY, namun turun 29% QoQ. Dari
jumlah tersebut, Rp261 miliar dapat diatribusikan kepada entitas induk, mencerminkan
pertumbuhan 70% YoY namun penurunan 78% QoQ.
➢ Penurunan tajam QoQ pada laba bersih entitas induk terutama disebabkan oleh
masuknya pemegang saham minoritas baru. Pada bulan Juli, NTT e-Asia Pte Ltd,
anak usaha NTT East Japan, mengakuisisi 49% saham PT Integrasi Jaringan
Ekosistem (IJE). Akibatnya, sekitar Rp70 miliar laba kini dialokasikan kepada
kepentingan non-pengendali, dan dampak ini baru tercermin penuh pada 3Q2025.
➢ Selain itu, penurunan QoQ laba bersih konsolidasi juga dipengaruhi oleh kenaikan
biaya keuangan, seiring meningkatnya pinjaman berbunga dan obligasi Perseroan
dari Rp1,8 triliun pada 2Q2025 menjadi Rp3,1 triliun pada 3Q2025.
➢ Secara keseluruhan, Perseroan saat ini berada dalam fase ekspansi yang padat
modal, yang sementara menekan profitabilitas kuartalan, namun menyiapkan
fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang. - Arus Kas Operasi sebesar Rp116 miliar, turun 70% YoY, terutama disebabkan oleh
meningkatnya pembayaran bunga selama periode berjalan, sejalan dengan peningkatan
pendanaan untuk mendukung ekspansi. - Margin inti yang solid tetap kuat dan terus meningkat, didukung oleh pergeseran
campuran sumber pendapatan menuju layanan konektivitas dengan margin lebih tinggi,
khususnya FTTH dan solusi B2B. Transisi ini memperkuat kualitas struktural laba dan
memposisikan Grup untuk profitabilitas berkelanjutan seiring peningkatan skala.
Margin kotor: 68% (+7,0% YoY)
Margin operasional: 57% (+6,5% YoY)
Margin EBITDA: 69% (-2% YoY)
Margin laba bersih: 32,5% (+1,1% YoY)
Penurunan laba bersih secara QoQ, arus kas operasi secara YoY, dan margin EBITDA secara
YoY terutama disebabkan oleh efek normalisasi setelah periode pertumbuhan yang
dipercepat sebelumnya. Hal ini mencakup perbedaan waktu dalam pergerakan modal kerja,
peningkatan biaya operasional dan ekspansi jaringan yang selaras dengan investasi
pertumbuhan, serta kembalinya margin ke tingkat yang lebih normal setelah kuartal
sebelumnya yang sangat kuat. Yang terpenting, pergerakan ini tidak mencerminkan
adanya penurunan pada fundamental bisnis yang mendasarinya. - Konektivitas berkontribusi sebesar 73% dari total pendapatan, meningkat signifikan
dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan fokus Perseroan di layanan FTTH B2B dan B2C. - Kas dan setara kas meningkat menjadi Rp5,7 triliun, didukung oleh rights issue dan
penarikan utang untuk mendanai ekspansi jaringan. - Belanja modal (CapEx) mencapai Rp2,4 triliun, difokuskan pada perluasan jaringan dan
penguatan infrastruktur. - Struktur permodalan tetap sehat, dengan Debt-to-EBITDA sebesar 3,3x, Debt-to-Equity
sebesar 0,4x, dan Debt Service Coverage Ratio di atas 3,0x, mencerminkan pengelolaan
keuangan yang disiplin.
SURGE berada dalam mode pertumbuhan, dengan prioritas pada ekspansi jaringan, akuisisi
pelanggan, dan peningkatan skala platform. Fluktuasi jangka pendek pada arus kas dan laba sejalan
dengan strategi ini dan diharapkan akan menghasilkan leverage operasional yang lebih besar seiring
waktu. Seiring dengan meningkatnya kepadatan jaringan dan utilisasi, Grup berada pada posisi yang
baik untuk membuka peluang leverage operasional dan monetisasi, khususnya melalui penetrasi
FTTH, konektivitas korporasi, dan layanan bernilai tambah.
“Kinerja Q3 kami mencerminkan investasi yang secara sadar kami lakukan untuk membangun skala
dan memperkuat kepemimpinan pasar. Perseroan saat ini berada dalam fase pertumbuhan, dan upaya
ini memposisikan kami untuk memonetisasi pada tingkat yang jauh lebih tinggi seiring dengan
perluasan basis pelanggan dan cakupan jaringan. Investasi hari ini meletakkan fondasi yang kuat bagi
pertumbuhan berkelanjutan, profitabilitas jangka panjang, dan peningkatan nilai bagi pemegang
saham,” Yune Marketatmo, Direktur Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk.
Panduan 2025E - Secara operasional, target HomePass mencapai hingga 2,5 juta HomePass pada akhir
FY2025. Peningkatan signifikan dari 220 ribu HomePass pada akhir 2024, mencerminkan
eksekusi yang sangat kuat. - Target mencapai 1,5 juta HomeConnect pada akhir FY2025.
- Mempertahankan Take-up Rate rata-rata tahunan sebesar 60%, salah satu yang tertinggi di
industri. - Secara keuangan, target pendapatan mencapai Rp1,4 triliun pada FY2025.
- Target EBITDA FY2025 mencapai Rp940 miliar dan mempertahankan Margin EBITDA
sekitar ~64%, didukung oleh leverage operasional dan efisiensi OPEX.
Panduan 2026E - Secara operasional, target HomePass mencapai hingga 5 juta HomePass pada akhir FY2026.
- Target mencapai 3 juta HomeConnect pada akhir FY2026.
- Mempertahankan Take-up Rate rata-rata tahunan sebesar 60%.
- Implementasi Site FWA, pembangunan lebih dari 5.000 site 5G FWA pada akhir FY2026.
- Basis pelanggan, menargetkan hingga 5 juta pelanggan FWA pada akhir FY2026.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk tetap berkomitmen pada pelaporan yang transparan, eksekusi yang
disiplin, dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan infrastruktur jaringan yang kuat, pertumbuhan
pelanggan yang solid, dan pengelolaan keuangan yang disiplin, SURGE berada pada posisi yang sangat
baik untuk memanfaatkan permintaan konektivitas digital Indonesia yang terus berkembang sekaligus
memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat yang dilayaninya.
IRA – Internet Rakyat, Pencapaian Utama 5G FWA
Sejak peluncuran merek IRA – Internet Rakyat pada 12 November 2025 dan dibukanya pra
registrasi pelanggan, program 5G Fixed Wireless Access (FWA) telah menunjukkan daya tarik pasar
yang luar biasa. Dalam waktu hanya satu bulan, hingga 15 Desember 2025, lebih dari 900.000
pelanggan berhasil melakukan pra-registrasi, sebuah respons yang sangat luar biasa yang menegaskan
kuatnya permintaan pasar dan kepercayaan terhadap layanan IRA 5G FWA.
Momentum komersial ini sepenuhnya didukung oleh kesiapan jaringan yang kuat. Sejumlah site 5G
FWA telah on-air dan terus bertambah, dikerahkan secara strategis untuk memastikan ketersediaan
dan kualitas layanan di area prioritas. Site yang telah aktif ini dirancang untuk mendukung trafik
berkapasitas tinggi dan terintegrasi sepenuhnya dengan elemen jaringan yang siap menghadapi
lonjakan trafik guna mengakomodasi aktivasi pelanggan dan pertumbuhan penggunaan yang cepat.
Secara keseluruhan, akuisisi pelanggan yang cepat, perluasan cakupan site yang telah on-air, serta
infrastruktur backbone yang sangat andal menunjukkan fondasi yang kuat untuk keberhasilan
peluncuran di regional 1 dan skalabilitas jangka panjang layanan IRA 5G FWA.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!