PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) berencana melakukan penambahan kegiatan usaha di bidang penyewaan gudang dan fasilitas penyimpanan mandiri (KBLI 68126) untuk mengoptimalkan aset lahan di Logistic Center. Aksi korporasi ini dijadwalkan untuk meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada 19 Mei 2026. Berdasarkan studi kelayakan, proyek diversifikasi ini diproyeksikan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan dengan tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return atau IRR) sebesar 84,12%.
Rincian Penambahan Kegiatan Usaha TCID
Perseroan bermaksud menjalankan kegiatan usaha baru yang belum tercantum dalam Anggaran Dasar saat ini, yaitu KBLI 68126. Bidang usaha ini mencakup penyewaan gudang dan fasilitas penyimpanan mandiri.
Diversifikasi ini akan memanfaatkan lahan yang tersedia di Logistic Center Perseroan yang berlokasi di area Factory 2. Saat ini, fasilitas tersebut digunakan sebagai pabrik kemasan plastik dan pusat logistik untuk keperluan internal perusahaan.
Manajemen melihat adanya peluang untuk memaksimalkan lahan yang ada menjadi unit usaha komersil. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan baru bagi Perseroan di luar bisnis utama industri kosmetik.
Dalam menjalankan operasional usaha baru ini, TCID akan menggunakan tenaga ahli dari Divisi Logistic Center yang sudah ada. Perseroan berkomitmen memenuhi kebutuhan tenaga kerja tambahan tanpa mengganggu kinerja operasional pada lini bisnis utama.
Sumber Informasi: Keterbukaan Informasi Penambahan Kegiatan Usaha TCID 2026
Studi Kelayakan dan Aspek Finansial
KJPP Munir, Wisnu, Heru & Rekan (KJPP MWH) telah ditunjuk sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat atas kelayakan rencana ini. Hasil analisis menyimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha TCID layak untuk direalisasikan dari berbagai aspek.
Berikut adalah indikator kelayakan keuangan berdasarkan laporan studi kelayakan:
| Indikator Kelayakan Usaha | Hasil |
| Internal Rate of Return (IRR) | 84,12% |
| Net Present Value (NPV) | Rp234.722.851 |
| Benefit/Cost Ratio ($B/C$ Ratio) | 2,58 |
| Payback Period | 2,58 Tahun |
Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa variabel tarif sewa menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kelayakan proyek. Jika terjadi penurunan tarif sebesar 10%, maka proyeksi penambahan usaha ini dianggap menjadi tidak layak.
Sebaliknya, jika terjadi kenaikan biaya investasi sebesar 10%, proyek ini dinyatakan tetap layak untuk dijalankan. Hal ini menunjukkan ketahanan model bisnis baru terhadap fluktuasi biaya investasi.
Baca juga: Mandom Indonesia (TCID) Umumkan Pengendali Baru Usai Kalon Holdings Akuisisi Induk Usaha
Jadwal Lengkap Penyelenggaraan RUPS
Untuk merealisasikan rencana ini, Perseroan harus memperoleh persetujuan dari para pemegang saham melalui mekanisme RUPS. Berikut adalah jadwal penting terkait penyelenggaraan RUPS Tahunan TCID:
| Kegiatan | Tanggal |
| Pemberitahuan Agenda RUPS | 2 April 2026 |
| Pemberitahuan RUPS | 10 April 2026 |
| Daftar Pemegang Saham yang Berhak Hadir | 24 April 2026 |
| Pemanggilan RUPS | 27 April 2026 |
| Pelaksanaan RUPS | 19 Mei 2026 |
| Pengumuman Ringkasan Risalah RUPS | 20 Mei 2026 |
Penyelenggaraan rapat ini juga akan mematuhi ketentuan POJK 14/2025 mengenai pelaksanaan RUPS secara elektronik. Pemegang saham diharapkan mencermati tanggal-tanggal tersebut untuk menggunakan hak suaranya.
Dampak bagi Investor
Penambahan kegiatan usaha ini diperkirakan akan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan usaha secara keseluruhan. Penggunaan aset yang sudah ada meminimalisir kebutuhan modal besar dibandingkan membangun fasilitas dari nol.
Aksi korporasi ini tidak melibatkan penerbitan saham baru, sehingga tidak ada risiko dilusi bagi pemegang saham lama. Fokus utama adalah peningkatan efisiensi aset dan diversifikasi sumber laba.
Investor perlu memantau realisasi tingkat okupansi gudang dan stabilitas tarif sewa di masa mendatang. Keberhasilan diversifikasi ini akan menjadi sentimen tambahan bagi kinerja fundamental emiten.
Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi
Kondisi Keuangan Terkait
Hingga akhir tahun 2025, TCID menunjukkan pemulihan kinerja dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp15,30 miliar. Angka ini membalikkan kondisi rugi bersih tahun 2024 yang mencapai Rp124,75 miliar.
Berikut adalah ikhtisar laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 (dalam ribuan Rupiah):
- Penjualan Bersih: 2.146.553
- Laba Bruto: 551.806
- Jumlah Aset: 2.320.790
- Jumlah Liabilitas: 530.704
- Jumlah Ekuitas: 1.790.086
Aset lancar perusahaan tercatat sebesar Rp1,62 triliun, yang menunjukkan posisi likuiditas yang cukup stabil untuk mendukung operasional. Penambahan unit bisnis baru diharapkan dapat semakin memperkuat struktur neraca di masa depan.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Kapan RUPS untuk persetujuan penambahan usaha TCID dilaksanakan? RUPS Tahunan dijadwalkan pada hari Selasa, 19 Mei 2026.
Apa bidang usaha baru yang akan dijalankan oleh Mandom Indonesia? Perseroan akan menambah bidang usaha penyewaan gudang dan fasilitas penyimpanan mandiri (KBLI 68126).
Berapa tingkat keuntungan yang diproyeksikan dari bisnis sewa gudang ini? Berdasarkan studi kelayakan, proyeksi IRR mencapai 84,12% dengan masa pengembalian modal (payback period) selama 2,58 tahun.
Apakah investor lama akan terkena dilusi saham akibat rencana ini? Tidak, aksi korporasi ini adalah perubahan kegiatan usaha melalui optimalisasi aset internal dan bukan melalui penerbitan saham baru.
Poin Penting bagi Investor
- Diversifikasi Pendapatan: Langkah ini merupakan upaya TCID untuk mencari sumber pendapatan non-kosmetik.
- Optimalisasi Aset: Memanfaatkan lahan di Logistic Center yang saat ini sudah dimiliki perusahaan.
- Kelayakan Finansial Tinggi: Nilai IRR 84,12% berada jauh di atas asumsi discount rate yang digunakan.
- Risiko Tarif: Bisnis baru ini sangat sensitif terhadap fluktuasi tarif sewa di pasar.
- Pemulihan Kinerja: TCID telah kembali mencatatkan laba bersih pada laporan keuangan tahun 2025.
Profil Singkat Perusahaan
PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri kosmetika dan berkantor pusat di Jakarta. Perusahaan merupakan bagian dari grup global Mandom Corporation yang memproduksi berbagai produk perawatan tubuh dan kecantikan.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


