PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) resmi menandatangani Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat atau Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) senilai Rp37.197.327.750 pada tanggal 6 Maret 2026. Transaksi ini melibatkan PT Liqun Investments Indonesia sebagai pembeli dan merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman yang telah disepakati pada 15 September 2025. Aksi korporasi ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas bisnis perseroan di sektor konstruksi infrastruktur serta mengoptimalkan tata kelola perusahaan.
Rincian Aksi Korporasi PT Koka Indonesia Tbk (KOKA)
Penandatanganan CSPA ini dilakukan oleh beberapa pihak penjual yang terdiri dari individu dan badan hukum. Para pihak penjual tersebut adalah Gao Jing, Sun Ling, Gao Jinfeng, serta PT Kreatif Konstruksi Indonesia.
Pihak pembeli dalam transaksi ini adalah PT Liqun Investments Indonesia. Nilai total transaksi pembelian saham bersyarat ini tercatat mencapai nominal sebesar Rp37.197.327.750.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 42/POJK.04/2020. Penjual (Gao Jing, Sun Ling, Gao Jinfeng, dan PT Kreatif Konstruksi Indonesia) tidak memiliki hubungan afiliasi dengan PT Liqun Investments Indonesia.
Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mengembangkan dan memperluas jaringan bisnis perseroan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan prospek pengembangan bisnis, khususnya pada bidang konstruksi infrastruktur.
Penyelesaian transaksi ini masih bergantung pada pemenuhan persyaratan pendahuluan atau conditions precedents. Ketentuan tersebut telah diatur secara rinci dalam dokumen CSPA dan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jadwal Lengkap Transaksi
Berikut adalah kronologi dan jadwal terkait aksi korporasi penandatanganan CSPA oleh PT Koka Indonesia Tbk (KOKA):
| Tahapan Aksi Korporasi | Tanggal Pelaksanaan |
| Penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) | 15 September 2025 |
| Keterbukaan Informasi Nota Kesepahaman | 16 September 2025 |
| Penandatanganan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (CSPA) | 6 Maret 2026 |
| Pelaporan Fakta Material kepada OJK | 6 Maret 2026 |
| Penyelesaian Transaksi (Closing) | Menunggu pemenuhan persyaratan pendahuluan |
Dampak bagi Investor
Aksi korporasi ini memberikan sinyal positif terkait upaya ekspansi strategis PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) di sektor infrastruktur. Perusahaan memproyeksikan adanya peningkatan kapasitas bisnis dan penguatan iklim investasi pasca transaksi ini selesai.
Hingga tanggal keterbukaan informasi ini dirilis, PT Liqun Investments Indonesia dilaporkan belum memiliki kepemilikan saham di PT Koka Indonesia Tbk (KOKA). Hal ini menunjukkan posisi pembeli sebagai pihak eksternal yang baru masuk ke dalam struktur transaksi terkait perseroan.
Penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance menjadi salah satu poin dampak yang diharapkan dari transaksi ini. Hal ini penting untuk menjaga keberlangsungan usaha serta meningkatkan kepercayaan pemegang saham publik.
Secara operasional, perluasan jaringan bisnis ini ditujukan untuk menangkap peluang proyek infrastruktur yang lebih luas di masa depan. Investor perlu mencermati perkembangan pemenuhan syarat pendahuluan yang dapat mempengaruhi jadwal final penyelesaian transaksi.
Kondisi Keuangan Terkait
Nilai transaksi sebesar Rp37,19 miliar merupakan angka material yang akan mempengaruhi posisi keuangan para pihak terkait. Transaksi ini dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal.
Keterbukaan informasi ini disampaikan untuk memenuhi kewajiban POJK Nomor 31/POJK.04/2015. Laporan tersebut ditujukan kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.
Informasi resmi selengkapnya mengenai laporan fakta material ini dapat diakses melalui sumber resmi di situs Bursa Efek Indonesia.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa tujuan utama dari penandatanganan CSPA oleh PT Koka Indonesia Tbk (KOKA)? Tujuan utamanya adalah mengembangkan jaringan bisnis dan meningkatkan prospek pengembangan di bidang konstruksi, terutama konstruksi infrastruktur.
2. Berapa nilai transaksi dalam perjanjian tersebut? Nilai transaksi yang disepakati adalah sebesar Rp37.197.327.750.
3. Apakah transaksi ini merupakan transaksi afiliasi? Bukan, transaksi ini telah dinyatakan sebagai transaksi non-afiliasi karena tidak ada hubungan keterkaitan antara pihak penjual dan pembeli.
4. Kapan transaksi ini akan dianggap selesai sepenuhnya? Penyelesaian transaksi bergantung pada pemenuhan persyaratan pendahuluan (conditions precedents) sesuai dengan ketentuan dalam dokumen CSPA.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai Transaksi: Rp37,19 miliar untuk pembelian saham bersyarat.
- Pihak Terlibat: PT Liqun Investments Indonesia bertindak sebagai pembeli dari para penjual individu dan PT Kreatif Konstruksi Indonesia.
- Status Afiliasi: Transaksi dipastikan non-afiliasi sesuai regulasi OJK.
- Target Sektor: Fokus pada pengembangan jaringan konstruksi infrastruktur.
- Kepemilikan Saham: PT Liqun Investments Indonesia saat ini belum memiliki saham di PT Koka Indonesia Tbk (KOKA).
Profil Singkat Perusahaan
PT Koka Indonesia Tbk (“Perseroan”) adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan pada tahun 2011 dan bergerak dalam bidang kontraktor umum proyek konstruksi, teknik mesin, teknik geoteknik, desain interior, dan furniture. Perseroan memiliki kualifikasi yang tinggi dalam bidang konstruksi bangunan, konstruksi industri pabrik, dan jembatan & terowongan, dimana Perseroan telah melakukan serangkaian proyek rekayasa investasi dan konstruksi di Indonesia.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!