PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mengumumkan rencananya untuk menjual kembali saham perusahaan yang dimiliki sendiri, atau yang biasa disebut saham treasuri. Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pemanduan dan penundaan kapal ini akan menjual sebanyak-banyaknya 3.391.100 lembar saham.
Asal-usul Saham Treasuri
Saham treasuri ini berasal dari program pembelian kembali (buyback) yang dilakukan perseroan pada tahun 2020. Program tersebut dilaksanakan dalam dua tahap:
- Tahap I: Berlangsung dari 20 Maret hingga 18 Juni 2020, di mana perseroan membeli 3.391.100 saham dengan harga rata-rata Rp168,4444 per saham.
- Tahap II: Dilaksanakan pada 5 Agustus hingga 30 September 2020, dengan total pembelian 4.648.700 saham pada harga rata-rata Rp225,0590 per saham.
Total saham yang berhasil dibeli kembali dari kedua tahap tersebut adalah 8.039.800 saham.
Rincian Rencana Penjualan Saham
Penjualan saham treasuri kali ini akan difokuskan pada saham yang diperoleh dari program Tahap I. Berikut adalah detail dari rencana penjualan tersebut:
- Jumlah Saham yang Akan Dijual: Sebanyak-banyaknya 3.391.100 saham.
- Periode Pelaksanaan: Penjualan akan dimulai pada 1 Oktober 2025 dan berlangsung hingga 30 November 2025.
- Metode Penjualan: Penjualan akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).
- Pelaksana Penjualan: Perseroan telah menunjuk PT BNI Sekuritas sebagai pelaksana.
- Harga Penjualan: Harga pengalihan saham akan mengikuti ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 30/2017.
Sesuai Aturan OJK
Langkah pengumuman ini diambil perseroan untuk mematuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 30/POJK.04/2017. Peraturan ini mewajibkan perusahaan terbuka untuk mengumumkan rencana penjualan saham hasil pembelian kembali selambat-lambatnya 14 hari sebelum pelaksanaan.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!


