Emiten penyedia solusi alat ukur dan pemetaan, PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), mengumumkan langkah strategis berskala besar dalam rangka transformasi bisnis. Melalui keterbukaan informasi terbarunya, Perseroan resmi menandatangani Kesepakatan Induk Jual Beli Awal (Kesepakatan Induk) untuk melakukan akuisisi sejumlah aset strategis dari afiliasi Tjokro Group dengan nilai mencapai Rp 700 miliar pada tahap pertama.
Langkah ini merupakan bagian dari rencana restrukturisasi dan konsolidasi yang diambil setelah PT PIMSF Pulogadung (PIMSF), bagian dari Tjokro Group, merampungkan akuisisi saham pengendali PT Geoprima Solusi Tbk pada periode November hingga Desember 2025. Transformasi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan dan memperluas jangkauan bisnis Perseroan di industri solusi mekanikal dari hulu hingga ke hilir.
Detail Akuisisi Aset PT Geoprima Solusi Tbk pada Tahap I
Dalam laporan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), manajemen PT Geoprima Solusi Tbk merinci bahwa pada tanggal 20 Januari 2026, Perseroan telah menandatangani kesepakatan dengan tiga entitas afiliasi, yakni PT Morita Tjokro Gearindo (MTG), PT Tjokro Bersaudara Cikarangindo (TBC), dan PT Jaya Indah Casting (JIC).
Objek aset yang akan dikonsolidasikan ke dalam Perseroan meliputi kepemilikan saham di beberapa perusahaan industri suku cadang kendaraan bermotor. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- 75% saham dalam PT Pulogadung Tempajaya (PTJ) yang dimiliki oleh MTG.
- 70% saham dalam PT Tjokro Bersaudara Komponenindo (TBK) yang dimiliki oleh MTG.
- 70% saham dalam PT Jakarta Marten Logamindo (JML) yang dimiliki oleh MTG.
Selain berupa kepemilikan saham, PT Geoprima Solusi Tbk juga akan mengambil alih aset fisik berupa tanah dan bangunan pabrik. Aset tersebut mencakup lahan seluas 10.050 meter persegi dan bangunan 9.612 meter persegi di Kawasan Industri Jababeka I dari TBC. Selain itu, Perseroan juga menyepakati pembelian aset tanah seluas 15.400 meter persegi beserta fasilitas produksi di Kawasan EJIP, Bekasi, dari JIC.
Transformasi Menjadi Holding Strategis dan Proyeksi Masa Depan
Sebagai konsekuensi dari masuknya aset-aset tersebut, PT Geoprima Solusi Tbk diwajibkan untuk mengubah kegiatan usaha utamanya. Perseroan akan bertransformasi menjadi Strategic Holding dan Estate Management. Perubahan ini akan dilakukan dengan tetap mematuhi regulasi POJK No. 17/2020 mengenai Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
Manajemen memproyeksikan bahwa setelah proses akuisisi tahap pertama ini selesai, total aset Perseroan akan melonjak hingga mencapai Rp 900 miliar. Sementara itu, posisi ekuitas diperkirakan akan menyentuh angka Rp 750 miliar. Tidak berhenti di situ, Tjokro Group memberikan komitmen dukungan jangka panjang selama 5 hingga 10 tahun ke depan, dengan rencana penjualan aset lanjutan yang total nilainya bisa mencapai Rp 3 triliun setelah Tahap I rampung.
Untuk mendanai rencana ekspansi besar ini, PT Geoprima Solusi Tbk sedang mengkaji beberapa opsi aksi korporasi. Opsi yang dipertimbangkan meliputi penerbitan saham baru (equity) maupun instrumen hutang guna memperkuat struktur permodalan perusahaan di masa mendatang.
Poin Penting bagi Investor
- Nilai Akuisisi Tahap I: Mencapai kurang lebih Rp 700 miliar yang mencakup saham di tiga perusahaan komponen dan aset pabrik strategis.
- Perubahan Bisnis: GPSO akan berubah menjadi perusahaan holding strategis yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
- Target Aset Masa Depan: Total aset diproyeksikan tumbuh menjadi Rp 900 miliar, dengan potensi suntikan aset lanjutan hingga Rp 3 triliun dalam 5-10 tahun.
- Struktur Permodalan: Rencana pendanaan akan melibatkan penerbitan saham baru atau instrumen hutang yang saat ini masih dalam kajian mendalam.
- Sinergi Grup: Konsolidasi ini bertujuan mengamankan seluruh rantai pasok (supply chain) industri mekanikal, mulai dari casting, machining, hingga jasa berbasis proyek.
Profil Singkat Perusahaan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) adalah perusahaan yang berkedudukan di Jakarta Utara dan bergerak di bidang perdagangan alat-alat ukur untuk berbagai kebutuhan, seperti pemetaan tanah dan laut, mitigasi bencana, pemantauan deformasi, hingga pemetaan udara atau fotogrametri.
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!