Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightPT Bukit Uluwatu Villa Tbk Gelar Rights Issue BUVA 2026 Senilai Rp1,53...

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk Gelar Rights Issue BUVA 2026 Senilai Rp1,53 Triliun

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk resmi mengumumkan rencana penambahan modal melalui rights issue BUVA 2026 dengan menerbitkan 6,15 miliar saham baru demi menghimpun dana sebesar Rp1,53 triliun. Aksi korporasi dengan rasio 4:1 dan harga pelaksanaan Rp250 per saham yang dijadwalkan pada 1–14 Oktober 2026 ini berpotensi mendilusi kepemilikan pemegang saham hingga 20%.

Rincian Aksi Korporasi Rights Issue BUVA 2026

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk menawarkan sebanyak 6.154.263.660 saham biasa atas nama atau 20,00% dari total modal disetor setelah PMHMETD II dengan nilai nominal Rp50 per saham. Setiap pemegang 4 saham lama berhak atas 1 HMETD untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham.

Total dana emisi yang ditargetkan dari pelaksanaan penawaran umum terbatas ini adalah sebesar Rp1.538.565.915.000. PT Nusantara Utama Investama selaku pemegang saham utama akan melaksanakan sebanyak 2.400.000.000 HMETD dari total 3.758.507.943 HMETD yang dimiliki.

Apabila sisa saham baru tidak diambil bagian oleh pemegang saham, maka PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Tata Tirta Datun, Hapsoro, dan Ferry Sudjono bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). Konsortium pembeli siaga tersebut berkomitmen membeli sisa saham yang tidak dieksekusi sesuai dengan batas maksimum kewajiban masing-masing.

Perseroan mengalokasikan dana hasil emisi sebesar Rp420,49 miliar untuk penyertaan modal di PT Bukit Bali Permai guna akuisisi PT Royal Uluwatu Residence serta pengembangan proyek West Resort. Dana sebesar Rp417,80 miliar digunakan untuk pelunasan dipercepat seluruh pokok utang bank perseroan.

Perseroan juga mengalokasikan Rp546,19 miliar untuk pembangunan proyek Uluwatu Estate dan renovasi menyeluruh (full renovation) hotel Alila Ubud. Sisa dana sebesar Rp150,00 miliar digunakan untuk penyertaan modal di PT Bukit Lagoi Villa guna pembangunan kawasan pariwisata Bintan Land.

Jadwal Lengkap Pelaksanaan PMHMETD II BUVA

Pelaksanaan aksi penambahan modal ini mengikuti seluruh ketentuan jadwal teknis yang disetujui perseroan. Pemegang saham dapat mencermati linimasa lengkap pelaksanaan HMETD pada tabel berikut.

Agenda Aksi KorporasiTanggal Pelaksanaan
Persetujuan RUPSLB26 Februari 2026
Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran16 September 2026
Cum-HMETD Pasar Reguler dan Negosiasi24 September 2026
Ex-HMETD Pasar Reguler dan Negosiasi25 September 2026
Cum-HMETD Pasar Tunai28 September 2026
Ex-HMETD Pasar Tunai29 September 2026
Tanggal Pencatatan (Recording Date)28 September 2026 (16.00 WIB)
Distribusi HMETD29 September 2026
Pencatatan HMETD di BEI30 September 2026
Periode Perdagangan dan Pelaksanaan HMETD1–14 Oktober 2026
Periode Distribusi Saham Hasil HMETD5–16 Oktober 2026
Batas Akhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan16 Oktober 2026
Tanggal Penjatahan Saham Tambahan20 Oktober 2026
Pembayaran dari Pembeli Siaga21 Oktober 2026
Pengembalian Uang Pemesanan22 Oktober 2026

Seluruh proses pelaksanaan dan pengeluaran saham hasil penjatahan dilakukan sesuai mekanisme bursa yang berlaku. Sumber Informasi: Informasi Penting PMHMETD II PT Bukit Uluwatu Villa Tbk

Dampak bagi Investor dan Perubahan Struktur Modal

Pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) maksimum sebesar 20,00%. Kepemilikan saham pengendali PT Nusantara Utama Investama akan terdilusi dari 61,07% menjadi 56,66% setelah pelaksanaan emisi saham baru.

Kepemilikan saham publik dapat tergerus dari 33,61% menjadi 26,89% jika seluruh sisa saham diserap oleh para pembeli siaga. Namun, porsi saham masyarakat akan meningkat menjadi 34,67% apabila publik mengeksekusi seluruh HMETD yang didapatkan secara penuh.

Pembayaran utang bank sebesar Rp417,80 miliar dari hasil emisi akan mengurangi beban keuangan serta meningkatkan solvabilitas perseroan. Penguatan struktur permodalan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan modal dan operasional emiten.

Pemanfaatan dana untuk ekspansi aset resor diperkirakan memperkuat pendapatan berulang (recurring income) di masa mendatang. Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi

Kondisi Keuangan Terkait PT Bukit Uluwatu Villa Tbk

Perseroan mencatatkan total aset sebesar Rp2,71 triliun per 30 April 2026 yang terdiri atas aset lancar Rp236,71 miliar dan aset tidak lancar Rp2,48 triliun. Total liabilitas perseroan mencapai Rp569,31 miliar dengan ekuitas konsolidasian sebesar Rp2,14 triliun.

Pendapatan usaha untuk periode 4 bulan yang berakhir 30 April 2026 tercatat sebesar Rp96,32 miliar atau terkoreksi 1,96% secara tahunan. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp5,66 miliar akibat ketiadaan pengakuan laba akuisisi dan penjualan aset yang sebelumnya memicu lonjakan laba tahun 2025.

Tingkat likuiditas perseroan terjaga baik yang tercermin dari rasio lancar sebesar 1,8x atau 182,68% per 30 April 2026. Rasio liabilitas terhadap ekuitas (debt to equity ratio) tercatat berada pada level aman sebesar 26,57%.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Berapa rasio dan harga pelaksanaan rights issue BUVA 2026?

Setiap pemegang 4 saham lama berhak atas 1 HMETD untuk membeli 1 saham baru pada harga pelaksanaan Rp250 per saham. Total dana yang akan dihimpun perseroan melalui aksi emisi ini adalah Rp1,53 triliun.

Berapa potensi dilusi saham bagi investor yang tidak menebus HMETD?

Pemegang saham yang memilih tidak mengeksekusi HMETD akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) hingga maksimum 20,00%.

Kapan periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD berlangsung?

Perdagangan dan pelaksanaan HMETD di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan berlangsung mulai 1 Oktober 2026 sampai dengan 14 Oktober 2026.

Siapa saja pihak yang bertindak sebagai pembeli siaga dalam emisi ini?

Pembeli siaga (standby buyer) dalam emisi ini adalah PT Henan Putihrai Sekuritas, PT Tata Tirta Datun, Hapsoro, dan Ferry Sudjono.

Poin Penting bagi Investor

  • Harga Pelaksanaan: Rp250 per saham dengan nilai nominal Rp50 per saham.
  • Rasio HMETD: 4 saham lama memberikan hak membeli 1 saham baru.
  • Total Emisi: Rp1,53 triliun (Rp1.538.565.915.000).
  • Risiko Dilusi: Maksimum 20,00% bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi HMETD.
  • Penggunaan Dana: Rp420,49 miliar penyertaan modal BBP, Rp417,80 miliar pelunasan utang, Rp546,19 miliar proyek Uluwatu Estate & Alila Ubud, Rp150,00 miliar proyek Bintan Land.
  • Periode Perdagangan: 1–14 Oktober 2026.

Profil Singkat Perusahaan

PT Bukit Uluwatu Villa Tbk didirikan pada tahun 2000 dan berkedudukan di Kabupaten Badung, Bali. Perseroan bergerak dalam bidang pengusahaan hotel bintang lima serta penyediaan akomodasi dan fasilitas MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).

Portofolio hotel perseroan mengoperasikan merek boutique resort ternama seperti Alila Villas Uluwatu, Alila Ubud, dan Alila Manggis. Saham perseroan telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 12 Juli 2010 dengan kode saham BUVA.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here