PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) telah menetapkan pembagian Dividen Tunai BBNI Tahun Buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp13.026.457.038.424,30. Keputusan ini diambil berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada tanggal 9 Maret 2026. Setiap pemegang satu lembar saham BBNI akan menerima dividen sebesar Rp349,4133654 yang dijadwalkan cair pada 7 April 2026.
Rincian Aksi Korporasi Dividen Tunai BBNI Tahun Buku 2025
Perseroan mengalokasikan 65% dari laba bersih tahun buku 2025 sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham. Nilai nominal dividen per saham yang dibagikan adalah sebesar Rp349,4133654.
Total nilai dividen yang dibayarkan secara keseluruhan adalah Rp13.026.457.038.424,30. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi investor.
Pemegang saham dapat mempelajari lebih lanjut mengenai berbagai strategi aksi korporasi emiten di Bursa Efek Indonesia untuk referensi tambahan. Keputusan distribusi laba ini telah disetujui dalam agenda kedua Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan.
Jadwal Lengkap Pembagian Dividen
Perseroan telah menyusun jadwal resmi pelaksanaan pembagian dividen agar pemegang saham dapat mengantisipasi periode perdagangan dengan hak dividen. Jadwal ini mencakup periode di Pasar Reguler, Pasar Negosiasi, maupun Pasar Tunai.
Berikut adalah tabel rincian jadwal pembagian dividen tunai BBNI:
| Keterangan | Tanggal Pelaksanaan |
| Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi | 17 Maret 2026 |
| Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi | 25 Maret 2026 |
| Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai | 26 Maret 2026 |
| Tanggal Ex Dividen di Pasar Tunai | 27 Maret 2026 |
| Tanggal Daftar Pemegang Saham (Recording Date) | 26 Maret 2026 |
| Tanggal Pembayaran Dividen Tunai | 07 April 2026 |
Bagi investor yang ingin mendapatkan hak dividen, pembelian saham harus dilakukan paling lambat pada tanggal Cum Dividen di masing-masing pasar. Tanggal Recording Date menjadi acuan terakhir untuk menentukan nama pemegang saham yang tercatat secara sah dalam Daftar Pemegang Saham (DPS).
Mekanisme dan Tata Cara Pembayaran Dividen
Pembayaran dividen dilakukan secara otomatis bagi pemegang saham yang sahamnya dimasukkan dalam penitipan kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Dana dividen akan didistribusikan langsung ke dalam Rekening Dana Nasabah (RDN) melalui perusahaan efek atau bank kustodian pada tanggal 7 April 2026.
Bagi pemegang saham yang sahamnya tidak berada dalam penitipan kolektif KSEI (saham warkat), dividen akan ditransfer langsung ke rekening bank pemegang saham. Investor disarankan untuk memastikan data nomor rekening bank telah terdaftar dengan benar untuk menghindari kendala teknis saat proses transfer.
Perseroan juga mencatat bahwa konfirmasi pembayaran dividen dapat diperoleh melalui perusahaan efek atau bank kustodian tempat rekening efek dibuka. Setiap pemegang saham bertanggung jawab penuh atas pelaporan penerimaan dividen tersebut dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak tahunan.
Ketentuan Perpajakan bagi Pemegang Saham
Sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku, dividen tunai yang diterima oleh investor akan dikenakan pajak. Namun, terdapat pengecualian pajak bagi pemegang saham Wajib Pajak Badan Dalam Negeri (WP Badan DN).
Dividen yang diterima oleh Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri (WPOP DN) juga dikecualikan dari objek pajak selama dividen tersebut diinvestasikan kembali di wilayah Indonesia. Jika WPOP DN tidak memenuhi ketentuan investasi tersebut, maka dividen akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) yang harus disetor sendiri oleh wajib pajak yang bersangkutan.
Bagi Wajib Pajak Luar Negeri (WPLN), pemotongan pajak akan dilakukan berdasarkan tarif Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). WPLN wajib memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Keuangan No. 112 Tahun 2025 dan mengunggah dokumen DGT/SKD ke laman Direktorat Jenderal Pajak. Tanpa dokumen pendukung tersebut, dividen yang dibayarkan kepada WPLN akan dikenakan PPh Pasal 26 sebesar 20%.
Dampak bagi Investor
Pembagian dividen tunai ini menunjukkan kondisi likuiditas dan profitabilitas perusahaan yang sangat baik pada tahun buku 2025. Dengan dividend payout ratio sebesar 65%, BBNI memberikan imbal hasil langsung (dividend yield) yang menarik bagi pemegang saham lama.
Aksi korporasi ini tidak menyebabkan dilusi kepemilikan saham karena tidak melibatkan penerbitan saham baru. Struktur modal perusahaan tetap terjaga meskipun sebagian laba bersih didistribusikan kepada pemegang saham.
Kebijakan dividen ini juga melengkapi strategi pengelolaan modal lainnya yang telah dilakukan perseroan sebelumnya. Sebagai referensi, BNI siapkan dana Rp 905,48 miliar untuk rencana buyback saham BNI sebagai upaya optimalisasi nilai saham di pasar.
Kondisi Keuangan Terkait
Hingga 31 Desember 2025, data keuangan yang mendasari pembagian dividen mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp20.040.703.136.037,40. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat sebesar Rp7.014.246.097.613,09.
Total ekuitas perseroan pada periode tersebut mencapai Rp176.339.368.434.193,00. Angka-angka ini mencerminkan fundamental yang kuat bagi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk untuk melakukan distribusi dividen tunai tanpa mengganggu stabilitas operasional.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Kapan batas terakhir membeli saham BBNI agar mendapatkan dividen? Investor harus memiliki saham BBNI paling lambat pada tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi, yaitu 17 Maret 2026.
2. Apakah dividen BBNI tahun 2026 terkena pajak bagi investor individu? Dividen untuk investor individu dalam negeri (WPOP DN) bebas pajak selama dividen tersebut diinvestasikan kembali di Indonesia sesuai aturan yang berlaku. Jika tidak diinvestasikan, investor wajib menyetor sendiri pajak penghasilannya.
3. Kapan dana dividen akan masuk ke rekening investor? Dana dividen tunai dijadwalkan akan didistribusikan ke Rekening Dana Nasabah (RDN) atau rekening bank pemegang saham pada tanggal 7 April 2026.
Poin Penting bagi Investor
- Dividen Per Saham: Rp349,4133654.
- Rasio Pembayaran: 65% dari Laba Bersih Tahun Buku 2025.
- Cum Dividen (Pasar Reguler): 17 Maret 2026.
- Tanggal Pembayaran: 7 April 2026.
- Total Laba Bersih 2025: Rp20,04 Triliun.
Profil Singkat Perusahaan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) merupakan badan usaha milik negara yang bergerak di sektor jasa perbankan. Perusahaan berkantor pusat di Grha BNI, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 1, Jakarta Pusat . BNI memiliki visi untuk menjadi lembaga keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja secara berkelanjutan.
Sumber: Pengumuman Resmi Bursa Efek Indonesia (PDF)
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!