Saturday, April 18, 2026
No menu items!
Google search engine
HomeAnalisis SahamProyek NPEA Seksi II: PTPP Hadirkan Infrastruktur Logistik Moderndan Penguatan Komunitas Nelayan

Proyek NPEA Seksi II: PTPP Hadirkan Infrastruktur Logistik Moderndan Penguatan Komunitas Nelayan

Jakarta, 1 Desember 2025 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”), perusahaan konstruksi dan
investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur strategis nasional melalui proyek Pembangunan Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru / New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi II.

Infrastruktur ini akan menjadi jalur khusus (dedicated access) yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kalibaru dengan jaringan logistik nasional yang lebih efisien.
Sejalan dengan pelaksanaan proyek, PTPP bersama PT Pelindo dan PT Akses Pelabuhan
Indonesia (API) turut menyelenggarakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
(TJSL) bagi masyarakat nelayan Kalibaru dan warga RW 04 Cilincing. Program TJSL berlangsung pada 11–14 November 2025 dan melibatkan Koperasi serta KUB Nelayan Kalibaru.


Bantuan yang diberikan meliputi alat tangkap ikan dan mesin kapal berdasarkan aspirasi
nelayan, serta dukungan sarana sosial berupa material peremajaan mushola RT014, kursi,
CCTV, dan sound system bagi kebutuhan RW. Inisiatif ini menjadi wujud nyata kontribusi PTPP dalam mendukung pilar No Poverty dan Partnership for the Goals dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs).

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan bahwa NPEA Seksi II memiliki peran
strategis dalam mendukung kelancaran arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok.
“Infrastruktur ini hadir sebagai solusi atas kepadatan lalu lintas truk di kawasan Priok sekaligus memperkuat layanan operasional Pelabuhan Kalibaru. PTPP berkomitmen menghadirkan konstruksi yang aman, modern, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Joko.

Proyek sepanjang 3,8 km ini menggunakan berbagai metode konstruksi unggulan, termasuk:

  • Pemancangan laut menggunakan Piling Crane, Barge, dan LCT
  • Pemasangan Concrete Box Balance Cantilever dengan sistem traveller
  • Lifting jembatan baja bentang 70 meter × 2 di area laut menggunakan Strand Jack
  • Instalasi Concrete I Girder dengan crane dan launcher

    Keberagaman struktur menjadi salah satu kekuatan proyek ini, karena hampir seluruh tipe
    jembatan modern diterapkan, mulai dari SOP, Concrete I Girder, Concrete Box Girder, Steel I Girder, hingga Steel Box Girder. Hel ini menjadikan NPEA Seksi II sebagai salah satu jaringan infrastruktur dengan kompleksitas teknik tertinggi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.

    Project Manager NPEA Seksi II, Ikhsan Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa tingkat
    kompleksitas proyek bukan hanya berasal dari aspek teknis, tetapi juga dari kondisi lapangan.

    “Desain harus memenuhi rekomendasi Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan, kondisi tanah sangat beragam, dan lokasi kerja berada di area aktif nelayan serta kawasan berikat. Semua itu menuntut perencanaan dan eksekusi yang sangat cermat,” jelasnya.

    Untuk menjawab tantangan tersebut, PTPP menerapkan pendekatan rekayasa yang
    komprehensif, mulai dari keterlibatan tenaga ahli dan tim desain on site, evaluasi ketat
    terhadap subkontraktor, hingga serangkaian sosialisasi dan koordinasi intensif dengan para
    pemangku kepentingan, termasuk perwakilan komunitas nelayan. Penyelidikan tanah
    dilakukan secara menyeluruh untuk mengantisipasi risiko geoteknik, sementara manajemen suplai material (beton, baja, CSP, girder dan komponen pabrikan lainnya) dijalankan dengan pengawasan ketat untuk memastikan kelancaran logistik di lapangan.

    Dengan skema design & build selama 20 bulan, proyek dijalankan melalui sistem perencanaan yang terintegrasi dan pengawasan berkala untuk memastikan keselamatan, ketepatan waktu, serta kualitas konstruksi. Pembangunan NPEA Seksi II juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam upaya memperkuat konektivitas logistik nasional, mendorong pemerataan pembangunan yang efisien, serta meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia di kawasan regional.

    Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menambahkan bahwa perpaduan antara pembangunan infrastruktur strategis dan program sosial menjadi nilai keunggulan perusahaan dalam setiap proyeknya.

    “Kami memastikan bahwa kehadiran proyek NPEA Seksi II tidak hanya meningkatkan efisiensi logistik nasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi komunitas yang tinggal dan bekerja di sekitarnya.”

    Dengan komitmen pada prinsip keberlanjutan, teknologi, dan efisiensi, PTPP terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan konstruksi nasional unggulan yang memiliki kemampuan teknis dan sosial untuk mendukung percepatan pembangunan Indonesia di masa depan.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Latest Post

Most Popular

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments