Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightPRIM: Kinerja Keuangan PT Royal Prima Tbk (PRIM) Kuartal III 2025

PRIM: Kinerja Keuangan PT Royal Prima Tbk (PRIM) Kuartal III 2025

Pada kuartal ketiga tahun 2025, PT Royal Prima Tbk mencatatkan kinerja yang memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi fundamental dan arah strategi operasional perusahaan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Analisis berikut mengulas perkembangan neraca, profitabilitas, rasio keuangan, hingga valuasi pasar saham perusahaan.

Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

Aset

  • Total Aset: Per 30 September 2025, total aset tercatat sebesar Rp 1.066.733.297.851, mengalami penurunan 1,64% dibandingkan dengan posisi pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.084.556.029.807.
  • Aset Lancar: Aset lancar tumbuh 0,53% menjadi Rp 173.488.118.804, terutama dipengaruhi oleh perubahan pada peningkatan persediaan di tengah penurunan kas dan setara kas.
  • Aset Tidak Lancar: Aset tidak lancar tercatat sebesar Rp 893.245.179.047, turun 2,05%, didorong oleh penurunan nilai buku aset tetap seiring akumulasi penyusutan.

Liabilitas

  • Total Liabilitas: Hingga akhir September 2025, liabilitas mencapai Rp 111.136.654.771, turun 9,03% dibandingkan akhir tahun lalu.
  • Liabilitas Jangka Pendek: Tercatat sebesar Rp 97.744.658.785, menurun 10,14%, terutama disebabkan oleh penurunan utang usaha.
  • Liabilitas Jangka Panjang: Berada di posisi Rp 13.391.995.986, dengan tidak ada perubahan dibandingkan akhir tahun 2024.

Ekuitas

  • Total Ekuitas: Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 955.596.643.080, turun 0,71% dibandingkan 31 Desember 2024, didorong oleh rugi bersih periode berjalan.

Laporan Laba Rugi

Pendapatan Selama sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan mencapai Rp 250.432.345.930, naik 15,06% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 217.651.314.128. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan dari segmen BPJS, baik rawat inap maupun rawat jalan.

Rugi Bersih Rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 6.766.287.169, membaik 62,35% YoY dari rugi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 17.973.991.496. Perubahan ini disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan yang melampaui kenaikan beban pokok pendapatan, sehingga laba kotor meningkat 38,66% YoY.

Earnings per Share (EPS) Rugi per Saham (EPS) tercatat sebesar Rp (1,99), mencerminkan perbaikan 62,45% YoY dibandingkan Rp (5,30) pada periode yang sama tahun lalu, sejalan dengan perbaikan rugi bersih.

Rasio Keuangan

Likuiditas

  • Current Ratio: 1,78x, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar.
  • Quick Ratio: 1,01x, mengindikasikan likuiditas yang lebih ketat dengan mengecualikan persediaan dari aset lancar.

Profitabilitas

  • Margin Laba Kotor: 24,23%, menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari penjualan.
  • Margin Laba Bersih: -2,70%, mencerminkan tingkat profitabilitas setelah dikurangi seluruh beban operasional dan pajak.

Efisiensi & Pengembalian

  • Return on Assets (ROA): -0,85% (disetahunkan), menilai efektivitas pemanfaatan aset dalam menghasilkan laba bersih.
  • Return on Equity (ROE): -0,94% (disetahunkan), menggambarkan imbal hasil atas modal pemegang saham.

Solvabilitas

  • Debt to Equity Ratio (DER): 0,12x, menunjukkan struktur pendanaan perusahaan dan tingkat ketergantungan yang rendah pada utang.

Valuasi Pasar

Price to Earnings Ratio (PER): Berdasarkan harga penutupan saham Rp 79 per 29 Oktober 2025, PER tercatat negatif (N/A) karena perusahaan masih mencatatkan rugi per saham.

Price to Book Value (PBV): Dengan nilai buku per saham sebesar Rp 282,56, PBV perusahaan berada di level 0,28x, mencerminkan valuasi di bawah nilai ekuitasnya.

Kesimpulan

Kinerja keuangan PT Royal Prima Tbk selama kuartal III 2025 menunjukkan perbaikan profitabilitas yang signifikan, meskipun perusahaan masih mencatatkan rugi bersih. Pertumbuhan pendapatan yang kuat dan perbaikan margin kotor menjadi sinyal positif terhadap efektivitas strategi bisnis perusahaan. Namun, investor perlu memperhatikan posisi bottom-line yang masih negatif dan kemampuan perusahaan untuk mengubah rugi tersebut menjadi laba pada kuartal selanjutnya.

Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here