PRDA mencatat pertumbuhan aset 4,88% menjadi Rp2,84 T di 2024, meski strategi bisnisnya bergeser dari menyimpan kas ke investasi jangka panjang. Terbukti dari aset lancar yang turun 17,44% akibat pengurangan deposito dan kas, sementara aset tidak lancar justru melonjak 25,24%. Secara finansial, perusahaan tetap kuat dengan liabilitas yang hanya naik tipis 2,30% menjadi Rp355,45 M dan ekuitas yang mendominasi 87,48% dari total aset.
Kinerja operasional PRDA menunjukkan ketahanan dengan pendapatan naik 1,34% menjadi Rp2,25 T dan penurunan COGS sebesar 0,34%, menghasilkan peningkatan margin laba kotor dari 59,35% ke 60,03%. Meski beban usaha naik 3,31%, laba bersih tetap tumbuh 4,13% mencapai Rp270,04 M. Yang lebih meyakinkan, arus kas operasi meningkat 15,89% ke Rp476,65 M dengan free cash flow positif Rp263,87 M, membuktikan kemampuan ekspansi tanpa utang tambahan.
Valuasi PRDA terlihat sangat menarik dengan PBV hanya 0,95 dan PER 8,75, jauh di bawah rata-rata sektor kesehatan. Namun, pertumbuhan pendapatan yang lambat dan peningkatan beban lain-lain sebesar 547,71% menjadi pertanda waspada. Ditambah kabar negatif dari keluarga founder yang tidak terkait operasional, sentimen pasar membuat valuasi murah ini berpotensi bertahan lama. Layaknya barang diskon, investor perlu mempertimbangkan apakah ini benar-benar peluang atau hanya perangkap nilai yang tersamar.
Jangan lewatkan kesempatan ini—klik link berikut sekarang dan raih keuntungan lebih maksimal! https://bit.ly/PriorityMemberships


