Dari delapan saham yang IPO di awal Juli 2025, mayoritas emang lagi musim cuan kilat. Banyak yang sukses ARA lock berhari-hari, investor happy, dan komunitas ramai bahas strategi hold sampai auto-reject atasnya berhenti. Tapi di antara parade euforia itu, ada satu nama yang kehadirannya lebih mirip alarm kebakaran ketimbang selebrasi, yaitu PMUI, PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk.
PMUI ini tampil dengan segala atribut standar IPO bagus di atas kertas. Underwriter-nya bukan sembarangan, Korea Investment & Sekuritas Indonesia (kode BQ), nilai dana IPO-nya juga lumayan jumbo, Rp208,8 Miliar, dan termasuk Golongan I. Tapi begitu listing tanggal 10 Juli, langsung ARB di hari pertama tanpa sempat napas sedikit pun. Bayangkan, investor yang pesan 10 lot dapet semua. Full allotment 100 persen. Tapi begitu market dibuka, langsung merah darah. Gak ada ARA, gak ada lonjakan awal, cuma turunan langsung yang bahkan lebih tajam dari perosotan waterpark.
Karena itulah PMUI langsung dicap komunitas sebagai IPO paling sial alias IPO Luck Nut, lengkap dengan saran terbuka, blacklist saja underwriter-nya, dan jangan lupa semua jajaran direksi-komisarisnya sekalian. Ini bukan sekadar rugi, tapi ada sinyal kuat dari para senior bahwa proses di belakang layar mungkin gak beres. Saking seringnya kejadian IPO kaya gini, komunitas bahkan sudah siap template warning buat kasus semacam PMUI.
Sementara saham-saham lain jauh lebih bersahabat. COIN misalnya, meskipun dapet allotment besar, 90 persen, tetap bisa ARA lock dua hari. PSAT bahkan ARA lock tiga hari walau hanya dapet 10 persen dari pesanan. BLOG juga sempat ARA, meskipun allotment-nya kecil. Bahkan ASPR, yang gagal ARA di hari pertama, tetap naik 32,26 persen sebelum kemudian ambruk dua hari berikutnya. Tapi setidaknya ASPR masih kasih momen buat keluar dalam kondisi untung, beda jauh dari PMUI yang begitu listing langsung jatuh bareng mimpi investor.
Saham seperti MERI, CHEK, dan CDIA juga masuk kategori masih selamat, karena sempat ARA di hari pertama. Beberapa dari mereka bahkan disarankan keep hold selama masih ARA lock oleh komunitas. Artinya selama sahamnya belum kena auto-reject bawah, masih aman ditahan. Tapi PMUI, gak ada yang nyaranin hold. Semua kompak bilang, kabur, lupakan, dan jadikan pelajaran hidup.
Jadi kalau ditanya siapa raja nyangkut dalam parade IPO Juli 2025, tanpa ragu gelarnya jatuh ke PMUI. Bukan karena cuma rugi, tapi karena gak ada momen manis sama sekali. Allotment full, langsung ARB hari pertama, dan gak ada pemulihan. Di dunia IPO, itu bukan cuma sial, itu udah level karma kolektif.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!