Emiten energi baru terbarukan (EBT), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), resmi mencapai milestone baru dalam memperkuat portofolionya. PGEO telah merampungkan dan menyerahkan dokumen teknis kepada PLN untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 7 dan 8 di Sulawesi Utara.
Penyerahan dokumen ini merupakan syarat utama bagi PLN untuk mengevaluasi pembelian tenaga listrik melalui skema Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL). Langkah ini menjadi katalis penting bagi PGEO dalam mempercepat ekspansi kapasitas produksinya ke depan.
Detail Proyek dan Dampaknya
Pengembangan di Prospek Tompaso ini mencakup dua unit pembangkit utama dan satu unit tambahan dengan total kapasitas yang signifikan:
- Kapasitas Tambahan: PLTP Lahendong Unit 7 dan 8 masing-masing berkapasitas 20 MW ($2 \times 20$ MW), ditambah dengan Binary Unit sebesar 10 MW.
- Dominasi Pasar: Saat ini, PGEO berkontribusi sebesar 30% terhadap kebutuhan listrik di Sulawesi Utara. Dengan beroperasinya unit baru ini, kontribusi PGEO diproyeksikan melonjak hingga 35% – 40% bagi wilayah tersebut.
- Status Proyek: Proyek ini masuk dalam daftar proyek strategis panas bumi dalam Blue Book 2025-2029 oleh Kementerian PPN/Bappenas.
Roadmap Pertumbuhan PGEO (Target 1 GW)
Bagi investor, langkah ini semakin mempertegas komitmen PGEO untuk mencapai target kapasitas terpasang yang ambisius:
- Jangka Pendek: Mencapai kapasitas 1 Gigawatt (GW) dalam 2 hingga 3 tahun ke depan.
- Jangka Panjang: Menuju target 1,8 GW pada tahun 2033.
- Kondisi Saat Ini: PGEO mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi.
Proyek Strategis Lainnya yang Sedang Berjalan
Selain Lahendong, PGEO juga tengah menggarap beberapa proyek besar lainnya untuk menjaga momentum pertumbuhan:
- PLTP Hululais Unit 1 & 2: Berkapasitas 110 MW.
- Proyek Co-generation: Bekerja sama dengan PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.
- Potensi Cadangan: Perusahaan telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola secara mandiri.
Dengan penyelesaian dokumen teknis ini, PGEO tinggal selangkah lagi menuju diskusi teknis lanjutan terkait reservoir dan aspek komersial dengan PLN guna merealisasikan potensi pendapatan baru dari Unit 7 dan 8 tersebut.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!