Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsight PintarSaham.idPerpetual IIFF 2026: Indonesia Infrastructure Finance Tawarkan Surat Berharga hingga Rp500 Miliar

Perpetual IIFF 2026: Indonesia Infrastructure Finance Tawarkan Surat Berharga hingga Rp500 Miliar

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIFF) akan menerbitkan Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026 dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp500 miliar. Perpetual IIFF 2026 ini memiliki kisaran imbal bagi hasil tetap 8,00% per tahun, tanpa tanggal jatuh tempo, dan ditujukan hanya kepada pemodal profesional.

Penerbitan ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan kepada Pemodal Profesional dengan target dana Rp2 triliun. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, kemudian disalurkan untuk pembiayaan sesuai kegiatan usaha Perseroan di sektor infrastruktur.

Rincian Aksi Korporasi Perpetual IIFF 2026

IIFF akan menerbitkan Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure Finance Tahap I Tahun 2026 dengan pokok sebanyak-banyaknya Rp500.000.000.000. Efek ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo yang didaftarkan atas nama KSEI.

Dari total pokok yang ditawarkan, sebesar Rp220 miliar dijamin secara kesanggupan penuh atau full commitment. Sisa pokok sebanyak-banyaknya Rp280 miliar dijamin secara kesanggupan terbaik atau best effort.

Surat berharga ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo karena bersifat perpetual. Perseroan memiliki opsi, namun tidak wajib, untuk melakukan penebusan seluruh Surat Berharga Perpetual pada tahun ke-5 sejak penerbitan dan setiap ulang tahun penerbitan setelah tahun ke-5.

Tingkat imbal bagi hasil tetap ditetapkan sebesar 8,00% per tahun. Jika Perseroan tidak menggunakan opsi tebus pada tahun ke-5, terdapat satu kali step-up rate sebesar 4,00%, sehingga tingkat imbal bagi hasil naik menjadi 12,00% per tahun.

Penerbitan ini memperoleh peringkat idAA dari Pefindo. Surat Berharga Perpetual tidak dijamin dengan jaminan khusus dan ditawarkan hanya kepada pemodal profesional.

Sumber Informasi: Perubahan dan/atau Perbaikan Keterbukaan Informasi Surat Berharga Perpetual IIFF 2026

Jadwal Lengkap Perpetual IIFF 2026

AgendaTanggal
Masa Penawaran Awal29 April–25 Mei 2026
Tanggal Efektif22 Juni 2026
Masa Penawaran Umum24–25 Juni 2026
Tanggal Penjatahan26 Juni 2026
Pengembalian Uang Pemesanan30 Juni 2026
Distribusi Elektronik di KSEI30 Juni 2026
Pencatatan di BEI1 Juli 2026

Imbal bagi hasil Surat Berharga Perpetual dibayarkan setiap semester atau setiap 6 bulan sejak tanggal emisi. Namun, Perseroan memiliki diskresi untuk menunda pembayaran imbal bagi hasil sesuai ketentuan dalam prospektus.

Dampak bagi Investor

Penerbitan Surat Berharga Perpetual tidak menyebabkan dilusi bagi pemegang saham karena IIFF tidak menerbitkan saham baru. Dampak utama berada pada struktur pendanaan dan permodalan Perseroan.

Bagi pemegang surat berharga, instrumen ini menawarkan imbal bagi hasil 8,00% per tahun pada awal penerbitan. Namun, terdapat risiko karena instrumen ini tidak memiliki jatuh tempo, memiliki risiko tidak dilakukannya opsi tebus, dan pembayaran imbal bagi hasil dapat ditunda berdasarkan diskresi Perseroan.

Investor juga perlu mencermati risiko likuiditas karena surat berharga perpetual dapat kurang aktif diperdagangkan di pasar sekunder. Selain itu, surat berharga ini tidak memiliki jaminan khusus, sehingga aspek kualitas kredit emiten menjadi faktor penting dalam penilaian risiko.

Dari sisi Perseroan, dana hasil penerbitan dapat memperkuat modal untuk pembiayaan infrastruktur. Baca juga: Strategi Manajemen Risiko Saham untuk Menjaga Keberlangsungan Modal Investasi

Kondisi Keuangan Terkait

Per 31 Desember 2025, IIFF mencatat total aset sebesar Rp15,39 triliun, naik dari Rp14,66 triliun pada 2024. Total liabilitas tercatat Rp11,93 triliun, sedangkan total ekuitas mencapai Rp3,45 triliun.

Pendapatan usaha tahun 2025 tercatat Rp1,36 triliun. Laba bersih tahun berjalan mencapai Rp185,29 miliar, naik 51,24% dibandingkan tahun sebelumnya.

Rasio keuangan menunjukkan current ratio sebesar 2,42 kali, debt to equity ratio 3,45 kali, gearing ratio 2,47 kali, dan interest coverage ratio 1,37 kali. Rasio non-performing financing gross tercatat 5,11%, sedangkan non-performing financing net sebesar 3,75%.

Perseroan menyatakan penerbitan Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026 tidak memengaruhi tingkat pemenuhan rasio keuangan dalam perjanjian utang yang telah diungkapkan. Baca juga: Cuan dari Infrastruktur, IIFF Terbitkan Obligasi Rp1,5 Triliun Berperingkat AAA

FAQ

Apa itu Perpetual IIFF 2026?
Perpetual IIFF 2026 adalah Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I Indonesia Infrastructure Finance Tahap I Tahun 2026 dengan pokok sebanyak-banyaknya Rp500 miliar.

Berapa imbal hasil Perpetual IIFF 2026?
Tingkat imbal bagi hasil awal ditetapkan sebesar 8,00% per tahun, dengan potensi naik menjadi 12,00% per tahun jika opsi tebus tidak dilakukan setelah tahun ke-5.

Kapan Perpetual IIFF 2026 dicatatkan di BEI?
Pencatatan Surat Berharga Perpetual di Bursa Efek Indonesia dijadwalkan pada 1 Juli 2026.

Untuk apa dana hasil penerbitan digunakan?
Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan selanjutnya mendukung pembiayaan infrastruktur sesuai kegiatan usaha Perseroan.

Poin Penting bagi Investor

  • IIFF menawarkan Surat Berharga Perpetual Tahap I hingga Rp500 miliar.
  • Sebesar Rp220 miliar dijamin secara full commitment.
  • Sisa hingga Rp280 miliar dijamin secara best effort.
  • Imbal bagi hasil awal sebesar 8,00% per tahun.
  • Instrumen ini tidak memiliki tanggal jatuh tempo.
  • Opsi tebus dapat dilakukan pada tahun ke-5, namun tidak wajib.
  • Jika opsi tebus tidak dilakukan, imbal bagi hasil dapat naik menjadi 12,00% per tahun.
  • Peringkat instrumen dari Pefindo adalah idAA.

Profil Singkat Perusahaan

PT Indonesia Infrastructure Finance adalah perusahaan pembiayaan infrastruktur yang berkedudukan di Jakarta Selatan. Perseroan menjalankan kegiatan usaha utama dalam pembiayaan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

Perseroan menyediakan pembiayaan dalam bentuk pinjaman senior, pinjaman subordinasi, mezzanine, penyertaan modal, penjaminan, serta layanan advisory. Kantor pusat Perseroan berada di Prosperity Tower Lantai 53–55, District 8, SCBD, Jakarta.

Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, serta tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Informasi tentang saham tersedia di banyak tempat, tetapi tanpa kerangka berpikir yang jelas, proses pengambilan keputusan tetap tidak mudah. PintarSaham membantu menyusun cara berpikir investor yang lebih sistematis dan berbasis data.

Gabung Sekarang

Masih Bingung? Tanya Admin 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here