Emiten ritel perangkat telekomunikasi, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), kembali mempertebal struktur permodalan entitas anaknya menjelang tutup tahun 2025. Melalui keterbukaan informasi tanggal 23 Desember 2025, ERAA mengumumkan suntikan modal jumbo ke lini bisnis properti dan kuliner (Food & Beverages).
Berikut rincian transaksi afiliasi yang perlu dicermati investor:
1. Fokus Perkuat Aset Properti (PT Era Sukses Abadi) ERAA menyuntikkan tambahan modal sebesar Rp 187,5 miliar kepada PT Era Sukses Abadi (ESA). Transaksi ini dilakukan dengan cara pengambilan 187.500 saham baru yang diterbitkan ESA.
- Tujuan: Dana ini akan digunakan sepenuhnya sebagai modal kerja bagi ESA yang bergerak di bidang properti.
- Kepemilikan: Pasca transaksi, ERAA tetap memegang kendali penuh dengan kepemilikan saham sebesar 99,998%.
2. Ekspansi Agresif di Sektor Kuliner (PT Era Boga Nusantara) Tak hanya properti, ERAA juga mengguyur modal sebesar Rp 174,27 miliar ke PT Era Boga Nusantara (EBN). EBN merupakan entitas anak yang menaungi bisnis restoran, kafe, dan ritel makanan-minuman grup Erajaya.
- Tujuan: Sama halnya dengan ESA, suntikan dana ini ditujukan untuk memperkuat modal kerja EBN.
- Kepemilikan: ERAA menguasai 99,9998% saham EBN setelah transaksi ini.
3. Pengembangan Bisnis Restoran (PT Era Boga Pretzel) Di bawah naungan EBN, grup Erajaya juga menyuntikkan modal ke tingkat cucu usaha, yaitu PT Era Boga Pretzel (EBPRETZ). EBN menyetorkan modal sebesar Rp 8,5 miliar untuk mengambil bagian saham baru di EBPRETZ.
- Tujuan: Untuk mempertahankan persentase kepemilikan EBN dalam EBPRETZ serta mendukung bisnis restoran dan penyediaan makanan keliling yang dijalankan entitas tersebut.
Catatan bagi Investor: Total dana segar yang digelontorkan langsung oleh ERAA untuk kedua anak usahanya (ESA dan EBN) mencapai Rp 361,77 miliar. Langkah ini menegaskan strategi diversifikasi Erajaya yang tidak hanya bergantung pada penjualan ritel gadget, namun semakin serius menggarap ekosistem gaya hidup melalui aset properti dan ekspansi ritel F&B. Seluruh transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena status ERAA sebagai pemegang saham pengendali.
Disclaimer : Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!