Perbandingan Saham Sektor Perkebunan di Bursa Efek Indonesia

perbandingan saham sektor perkebunan

Perbandingan saham sektor perkebunan kali ini masih menggunakan data laporan keuangan pada kuartal 3 2018. Saham-saham yang tergolong ke dalam sektor perkebunan di Bursa Efek Indonesia ada sebanyak 18 emiten atau perusahaan dengan daftarnya yang bisa dilihat dibawah ini :

Daftar Nama Saham Sektor Perkebunan
Daftar Nama Saham Sektor Perkebunan

Saham yang akan dibahas dalam artikel perbandingan sektor perkebunan ini adalah saham :

  • AALI (PT Astra Agro Lestari, Tbk)
  • TBLA (PT Tunas Baru Lampung, Tbk)
  • LSIP (PT PP London Sumatra Indonesia, Tbk) dan
  • SSMS (Pt Sawit Sumbermas Sarana, Tbk)

Pemilihan ke empat saham ini karena transaksinya paling tinggi dan sering menjadi bahasan dalam forum-forum saham yang ada.

  • Perbandingan Saham Sektor Perkebunan dilihat dari Profit dan Rasio

Perbandingan Saham Perkebunan dari Profitabilitas dan efektivitas manajemen
Perbandingan Saham Perkebunan dari Profitabilitas dan efektivitas manajemen

Dilihat dari rasio keuntungan , gross profit margin tertinggi adalah SSMS kemudian untuk operating profit margin tertinggi adalah TBLA dan Net Profit Margin tertinggi adalah LSIP.

Dari segi rasio ROA AALI yang terbaik dengan ROA sebesar 6% namun untuk ROE, ROCE dan ROIC yang terbaik adalah TBLA. Dilihat dari rata-rata sektor dan industrinya juga jauh lebih tinggi.

  • Perbandingan Saham Perkebunan dilihat dari valuasi

Perbandingan Saham Perkebunan dari Valuasi
Perbandingan Saham Perkebunan dari Valuasi

Dilihat dari valuasi PER, PBV dan Price to Sales serta EV to Ebit ternyata yang paling murah adalah TBLA. Dari kapitalisasi pasar yang terbesar adalah AALI yang merupakan bagian dari grup Astra.

  • Perbandingan Saham Sektor Perkebunan dari Laporan Keuangan

Perbandingan saham perkebunan dari laporan keuangan
Perbandingan saham perkebunan dari laporan keuangan

Dilihat dari laporan keuangan yaitu neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas. Terlihat pertumbuhan laba bersih per lembar saham ternyata menurun dibandingan periode tahun lalu. Click To Tweet

Penurunan yang paling rendah adalah AALI. Uniknya terjadi pertumbuhan pendapatan emiten perkebunan jika dibandingkan dengan periode tahun lalu.

Dari sisi arus kas bersih yang tertinggi adalah AALI.

  • Perbandingan Saham Sektor Perkebunan dilihat dari Rasio Solvency,  Dividen dan Kinerja Harga Saham

Perbandingan saham perkebunan dari solvency dividen harga saham
Perbandingan saham perkebunan dari solvency dividen harga saham

Dilihat dari rasio DER ternyata ada emiten yang tidak memiliki hutang sama sekali yaitu LSIP. Dividen tertinggi per lembar sahamnya adalah AALI dengan dividen per lembarnya adalah 112. Namun dilihat dari dividen yieldnya yang tertinggi adalah TBLA dengan yield mencapai 4.59%. 

Bagi pencari saham dividen TBLA bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan. Perusahaan yang ada di sektor ini bisa dikatakan sangat tergantung dengan naik turunnya harga CPO (Crude Palm Oil). Bisa saja apabila kinerja harga CPO tidak terlalu menggembirakan maka dividen yang dibagikan juga menurun. 

Dilihat dari kinerja harga sahamnya, dari posisi sebulan yang lalu dengan kenaikan hingga 20% adalah LSIP. Tapi jika dilihat dari rentang waktu yang lebih jauh atau 3 tahun lalu yang kinerja sahamnya naik drastis adalah TBLA. 

Kesimpulan 

Saham sektor perkebunan di Indonesia sebagian besar memang bisnisnya menjual CPO atau industri kelapa sawit. Hal yang menjadi sentimen negatif untuk sektor ini adalah masih adanya pembatasan pembelian CPO dari Uni Eropa dengan alasan lingkungan. Dampaknya juga terlihat dari harga CPO yang turun karena kelebihan pasokan dan berkurangnya permintaan. 

Sentimen positifnya adalah adanya kebijakan pemerintah tentang penerapan B20 dan B30. Hal ini memberikan dampak adanya permintaan terhadap CPO dari dalam negeri yang tinggi sekaligus salah satu cara pemerintah untuk mengurangi terjadinya defisit transaksi berjalan. Apa itu defisit transaksi berjalan? bisa di baca di artikel ini Definisi Defisit Transaksi Berjalan 

Pilihlah saham yang kita paham dengan baik bisnisnya. Bagaimana cara mereka mendapatkan uang , apa yang menyebabkan mereka untung atau rugi, adakah pesaing dari produk atau jasa yang mereka hasilkan?. Ada banyak parameter yang bisa kita lihat. Menggabungkan analisa fundamental dan analisa teknikal juga penting agar mendapatkan keputusan yang lebih baik. 

Jika anda menyukai artikel ini jangan lupa untuk berlangganan Youtube Channel Pintar Saham , memfollow Instagram Pintar Saham di @pintarsaham.id dan menyukai Facebook Fan Page Pintar Saham Indonesia

Penyebutan nama saham  (jika ada) tidak bermaksud untuk memberikan penilaian bagus buruk, ataupun rekomendasi jual beli atau tahan untuk saham tertentu. Tujuan pemberian contoh adalah untuk menunjukkan fakta yang menguatkan opini penulis. Kinerja Masa Lalu tidak menjadi jaminan akan kembali terulang pada masa yang akan datang. Semua data dan hasil pengolahan data diambil dari sumber yang dianggap terpercaya dan diolah dengan usaha terbaik. Meski demikian, penulis tidak menjamin kebenaran sumber data. Data dan hasil pengolahan data dapat berubah sewaktu-waktu tanpa adanya pemberitahuan. Seluruh tulisan, komentar dan tanggapan atas komentar merupakan opini pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *