Pemerintah melakukan langkah strategis dengan mengalihkan sebagian kepemilikan saham pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Langkah ini merupakan bagian dari penyesuaian terhadap aturan terbaru mengenai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diketahui oleh investor:
1. Detail Pengalihan Saham
Sebanyak 806.109.768 lembar saham Seri B dialihkan dari PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM) kepada Negara Republik Indonesia melalui Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Penandatanganan perjanjian pengalihan ini telah dilakukan pada 5 Januari 2026.
2. Alasan di Balik Transaksi
Transaksi ini dilakukan untuk melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 20255555. Dalam aturan tersebut, Negara Republik Indonesia wajib memiliki saham sebesar 1% pada BUMN sebagai Saham Seri A Dwiwarna melalui Kepala BP BUMN.
3. Perubahan Struktur Kepemilikan
Setelah pengalihan ini, terdapat perubahan porsi kepemilikan saham sebagai berikut:
- BP BUMN: Kini memegang 1 lembar Saham Seri A Dwiwarna dan 806.109.768 lembar saham Seri B (setara dengan hak suara 0,53%).
- PT Danantara Asset Management (DAM): Kepemilikan saham Seri B menjadi 79.804.867.107 lembar (setara dengan hak suara 52,66%).
Secara konsolidasi, total kepemilikan Negara melalui BP BUMN dan DAM tetap menjadikan pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas.
4. Nilai Transaksi
Harga pengalihan saham ini menggunakan nilai buku sementara sebesar Rp40.305.488.400 (sekitar Rp40,3 miliar). Nilai definitifnya akan ditetapkan kemudian melalui keputusan Kepala BP BUMN.
5. Status Pengendali Tetap Aman
Investor tidak perlu khawatir mengenai kendali perusahaan. Negara Republik Indonesia tetap menjadi Pemilik Manfaat Akhir (Ultimate Beneficial Owner) dan pengendali BBRI, baik melalui kepemilikan langsung saham Seri A Dwiwarna maupun kepemilikan tidak langsung melalui DAM.
Sumber: f-32017436-0_BBRI_Laporan_Informasi_dan_Fakta_Material_32017436_lamp2
Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/), baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id (https://pintarsaham.id/) dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.
Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!