Menyaring Noise, Memberi Insight.

Dapatkan watchlist, analisis, dan insight harian terstruktur di PintarSaham.

HomeInsightPenjualan Saham JAYA oleh PPGL Senilai Rp 44,6 Miliar, Simak Rinciannya

Penjualan Saham JAYA oleh PPGL Senilai Rp 44,6 Miliar, Simak Rinciannya

PT Prima Globalindo Logistik Tbk mengumumkan rencana transaksi material dan afiliasi terkait pelepasan seluruh kepemilikan saham pada PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA). Transaksi penjualan saham JAYA oleh PPGL ini memiliki nilai total sebesar Rp 44.602.882.800.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada 2 Maret 2026, nilai transaksi tersebut mencerminkan sekitar 90,09% dari total aset konsolidasian perseroan per 30 September 2025. Mengingat nilai transaksi yang melebihi ambang batas 50%, perseroan wajib memperoleh persetujuan dari pemegang saham independen.

Rincian Transaksi dan Pihak Terafiliasi

Perseroan akan menjual seluruh saham JAYA yang dimilikinya, yakni sebanyak 365.597.400 lembar saham atau setara dengan 45,79% modal disetor JAYA. Pembeli dari saham tersebut adalah pihak terafiliasi yang juga menjabat sebagai manajemen kunci di perseroan.

Bapak Darmawan Suryadi SM akan membeli sebanyak 256.220.600 saham, sementara Nyonya Jap Astrid Patricia akan membeli 109.376.800 saham. Harga pelaksanaan yang disepakati adalah sebesar Rp 122 per lembar saham.

Bapak Darmawan merupakan Direktur Utama sekaligus pemegang saham pengendali PPGL dengan kepemilikan 53,12%. Sedangkan Nyonya Jap Astrid Patricia menjabat sebagai Komisaris Utama perseroan dengan kepemilikan saham sebesar 22,80%.

Pertimbangan dan Manfaat Penjualan Saham JAYA oleh PPGL

Perseroan mengungkapkan bahwa kondisi usaha jasa pengurusan transportasi saat ini sedang mengalami penurunan kinerja dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipicu oleh merosotnya harga jasa freight forwarding dan logistik, sementara biaya operasional justru mengalami kenaikan.

Melalui rencana penjualan saham JAYA oleh PPGL, perseroan berharap dapat melakukan efisiensi operasional secara menyeluruh. Dana hasil transaksi ini direncanakan akan digunakan untuk memperkuat struktur modal kerja.

Secara rinci, sebesar Rp 22 miliar dari hasil penjualan akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk melayani pelanggan eksisting dan menjaring potensi pelanggan baru. Ketersediaan modal kerja yang memadai sangat krusial bagi bisnis perseroan yang harus membayarkan biaya pelayaran dan trucking terlebih dahulu sebelum menagih ke pelanggan.

Sisanya, sekitar Rp 22 miliar, akan ditempatkan dalam instrumen deposito bank sebagai dana cadangan perseroan. Penempatan ini diharapkan dapat memberikan tambahan pendapatan bunga bagi kinerja keuangan di masa mendatang.

Analisis Kewajaran oleh Penilai Independen

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Dasa’at Yudistira dan Rekan telah ditunjuk untuk memberikan pendapat kewajaran atas rencana transaksi ini. Penilai menggunakan dua pendekatan utama, yaitu Pendekatan Pendapatan dengan metode Discounted Cash Flow (DCF) dan Pendekatan Pasar dengan metode Guideline Publicly Traded Company (GPTC).

Berdasarkan hasil penilaian, Nilai Pasar untuk 45,79% ekuitas JAYA per 30 September 2025 adalah sebesar Rp 42.809.000.000. Nilai rencana transaksi sebesar Rp 44.602.882.800 menunjukkan simpangan sebesar 4,19% di atas nilai pasar tersebut.

Penilai menyimpulkan bahwa simpangan tersebut masih berada dalam batas wajar karena tidak melebihi ambang batas 7,5%. Secara keseluruhan, penilai independen menyatakan bahwa rencana transaksi pelepasan saham ini adalah wajar.

Proyeksi Dampak Keuangan Pasca Transaksi

Pihak manajemen memproyeksikan adanya kenaikan likuiditas dan perbaikan rasio keuangan lainnya setelah transaksi ini efektif berjalan. Berdasarkan data proforma, total aset perseroan setelah penyesuaian akan menjadi sebesar Rp 74,99 miliar dari sebelumnya Rp 303,90 miliar karena dekonsolidasi JAYA.

Perseroan juga memproyeksikan pendapatan usaha pada tahun 2026 sebesar Rp 182,05 miliar dengan laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 18,69 miliar. Rasio lancar (current ratio) diprediksi akan meningkat signifikan menjadi 977,53% pada tahun 2026 pasca transaksi.

Selain itu, rasio laba atas ekuitas (Return on Equity) diproyeksikan tumbuh dari 5,96% pada akhir 2025 menjadi 23,05% pada tahun 2026. Hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah serta meningkatkan potensi pembagian dividen kepada para pemegang saham.

Poin Penting bagi Investor

  • Nilai Transaksi: Rp 44,6 miliar dengan harga pelaksanaan Rp 122 per saham JAYA.
  • Sifat Transaksi: Transaksi Material (90,09% aset) dan Transaksi Afiliasi.
  • Pembeli: Direktur Utama dan Komisaris Utama Perseroan.
  • Tujuan Dana: Rp 22 miliar untuk modal kerja dan Rp 22 miliar untuk cadangan deposito.
  • Jadwal RUPS: RUPS Independen direncanakan pada 4 Maret 2026.
  • Penyelesaian: Pembayaran ditargetkan selesai paling lambat pada Juli 2026.

Profil Singkat Perusahaan

PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) adalah perusahaan yang berkedudukan di Jakarta Timur dengan kegiatan usaha utama di bidang Jasa Pengurusan Transportasi (freight forwarding). Layanan Perseroan mencakup pengiriman dan pengepakan barang dalam volume besar melalui angkutan darat, laut, udara, maupun kereta api, serta pengurusan jasa customs clearance.

Sumber Informasi:

Sumber File: Pengumuman Bursa Efek Indonesia

Baca juga:


Disclaimer: Seluruh konten yang disajikan oleh PintarSaham.id, baik berupa artikel, video, caption media sosial, maupun materi edukasi lainnya, bersifat informatif dan edukatif. Konten ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual efek tertentu, dan tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi investasi. PintarSaham.id dan seluruh timnya tidak bertanggung jawab atas segala keputusan investasi yang dibuat berdasarkan informasi dari konten ini. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Penasaran saham mana yang lagi cakep secara fundamental & teknikal? Klik di sini biar nggak ketinggalan cuan!

https://bit.ly/pintarsahamid
Sinta Nastalia
Sinta Nastaliahttp://pintarsaham.id
Berfokus pada analisis perkembangan saham serta aksi korporasi emiten Indonesia berbasis data dan keterbukaan informasi resmi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here